<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Pabrik Tekstil Tutup dan PHK Massal</title><description>Pabrik tekstil di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, satu persatu pabrik bangkrut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal"/><item><title>5 Fakta Pabrik Tekstil Tutup dan PHK Massal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal</guid><pubDate>Sabtu 15 Juni 2024 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal-CAFHq2utNh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK massal pabrik tekstil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/12/320/3020789/5-fakta-pabrik-tekstil-tutup-dan-phk-massal-CAFHq2utNh.jpg</image><title>PHK massal pabrik tekstil (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC80LzE4MDMxMC81L3g4eHkwZW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pabrik tekstil di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, satu persatu pabrik bangkrut. Sehingga hal tersebut mengakibatkan ribuan karyawan alami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan PT S. Dupantex menutup usahanya terhitung pada 6 Juni 2024 kemarin. Ristadi mengatakan, secara mayoritas pabrik tekstil gulung tikar karena tidak lagi mendapatkan pembelian produknya.

BACA JUGA:
TikTok Shop-Tokopedia Dikabarkan PHK 450 Karyawan


&quot;Berdasarkan data yang kami terima, karena order barang menurun. Bahkan ada perusahaan tekstil yang tidak mendapatkan order pembelian sama sekali,&quot; kata Ristadi.
Dikutip dari pencarian Okezone, berikut 5 fakta pabrik tekstil tutup dan lakukan PHK massal,  Sabtu (15/6/2024).

BACA JUGA:
Pabrik Tekstil di RI Tutup Lagi, 700 Karyawan Kena PHK


1.	PT S Dupantex Pekalongan Tutup Pabrik
Sejak akhir tahun 2023, PT S Dupantex, Pekalongan menjadi salah satu perusahaan tekstil lainnya yang lakukan efisiensi dan menutup bisnisnya. Akibatnya 700-an karyawan dirumahkan atau di PHK.
2.	Produk Tekstil Kalah Saing
Penurunan permintaan terhadap tekstil dan produk tekstil (TPT) yang diproduksi oleh pabrik tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan bersaing dalam harga dengan barang impor, terutama yang berasal dari Tiongkok.
&quot;Produk mereka tidak laku karena kalah bersaing harganya dengan barang TPT impor, terutama dari Cina, sehingga mereka tidak mampu bertahan,&quot; jelas Ristadi.
3.	Usaha Pabrik Tekstil Tak Membuahkan Hasil
Menurut penjelasan Ristadi, perusahaan tekstil lokal  tetap berusaha  bertahan dengan melakukan efisiensi karyawan guna mempertahankan  keuangan perusahaan. Pabrik-pabrik tekstil tersebut, lanjut Ristadi,  berusaha bertahan dengan mengurangi karyawan secara bertahap.
&quot;Pabrik-pabrik tekstil tersebut sebenarnya sudah berusaha untuk  bertahan dengan inovasi menjual barangnya sendiri, tetapi kemudian tidak  laku juga terutama di pasar lokal,&quot; terang Ristadi.
4.	PHK Dilakukan Secara Bertahap
Efisiensi karyawan dengan tujuan  mempertahankan keuangan perusahaan  dilakukan secara bertahap. Hal tersebut dilakukan agar pabrik tekstil  tetap berusaha bertahan.
&quot;Sebelumnya perusahaan-perusahaan tekstil itu bertahan dengan  efisiensi karyawan secara bertahap. Kadang 10 karyawan di-PHK, ada yang  100 karyawan. Jadi sekarang hanya tinggal sebagian karyawan yang tersisa  tetapi perusahaan tidak mampu juga bertahan,&quot; ucap Ristadi.
5.	10 Perusahaan Tekstil Gulung Tikar
Terdapat 10 perusahaan tekstil yang melakukan efisiensi menutup  bisnisnya di awal tahun 2024. Hal ini berakibat sebanyak 13.800 karyawan  terkena PHK massal.
&amp;bull;	PHK akibat pabrik tutup
1.	PT Sai Apparel, Jawa Tengah: PHK 8.000-an orang.
2.	PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah: PHK 700-an orang
3.	PT S Dupantex, Jawa Tengah: PHK 700-an orang
4.	PT Alenatex, Jawa Barat: PHK 700-an orang
5.	PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah: PHK 500-an orang
6.	PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah: PHK 400-an orang
&amp;bull;	PHK akibat efisiensi perusahaan:
1.	PT Sinar Panca Jaya, Semarang: data terbaru, jumlah PHK hingga awal Juni 2024 tembus 2.000 orang
2.	PT Bitratex, Semarang: PHK 400-an orang
3.	PT Johartex, Magelang: PHK 300-an orang
4.	PT Pulomas, Bandung: PHK 100-an orang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNC80LzE4MDMxMC81L3g4eHkwZW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pabrik tekstil di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, satu persatu pabrik bangkrut. Sehingga hal tersebut mengakibatkan ribuan karyawan alami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan PT S. Dupantex menutup usahanya terhitung pada 6 Juni 2024 kemarin. Ristadi mengatakan, secara mayoritas pabrik tekstil gulung tikar karena tidak lagi mendapatkan pembelian produknya.

BACA JUGA:
TikTok Shop-Tokopedia Dikabarkan PHK 450 Karyawan


&quot;Berdasarkan data yang kami terima, karena order barang menurun. Bahkan ada perusahaan tekstil yang tidak mendapatkan order pembelian sama sekali,&quot; kata Ristadi.
Dikutip dari pencarian Okezone, berikut 5 fakta pabrik tekstil tutup dan lakukan PHK massal,  Sabtu (15/6/2024).

BACA JUGA:
Pabrik Tekstil di RI Tutup Lagi, 700 Karyawan Kena PHK


1.	PT S Dupantex Pekalongan Tutup Pabrik
Sejak akhir tahun 2023, PT S Dupantex, Pekalongan menjadi salah satu perusahaan tekstil lainnya yang lakukan efisiensi dan menutup bisnisnya. Akibatnya 700-an karyawan dirumahkan atau di PHK.
2.	Produk Tekstil Kalah Saing
Penurunan permintaan terhadap tekstil dan produk tekstil (TPT) yang diproduksi oleh pabrik tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan bersaing dalam harga dengan barang impor, terutama yang berasal dari Tiongkok.
&quot;Produk mereka tidak laku karena kalah bersaing harganya dengan barang TPT impor, terutama dari Cina, sehingga mereka tidak mampu bertahan,&quot; jelas Ristadi.
3.	Usaha Pabrik Tekstil Tak Membuahkan Hasil
Menurut penjelasan Ristadi, perusahaan tekstil lokal  tetap berusaha  bertahan dengan melakukan efisiensi karyawan guna mempertahankan  keuangan perusahaan. Pabrik-pabrik tekstil tersebut, lanjut Ristadi,  berusaha bertahan dengan mengurangi karyawan secara bertahap.
&quot;Pabrik-pabrik tekstil tersebut sebenarnya sudah berusaha untuk  bertahan dengan inovasi menjual barangnya sendiri, tetapi kemudian tidak  laku juga terutama di pasar lokal,&quot; terang Ristadi.
4.	PHK Dilakukan Secara Bertahap
Efisiensi karyawan dengan tujuan  mempertahankan keuangan perusahaan  dilakukan secara bertahap. Hal tersebut dilakukan agar pabrik tekstil  tetap berusaha bertahan.
&quot;Sebelumnya perusahaan-perusahaan tekstil itu bertahan dengan  efisiensi karyawan secara bertahap. Kadang 10 karyawan di-PHK, ada yang  100 karyawan. Jadi sekarang hanya tinggal sebagian karyawan yang tersisa  tetapi perusahaan tidak mampu juga bertahan,&quot; ucap Ristadi.
5.	10 Perusahaan Tekstil Gulung Tikar
Terdapat 10 perusahaan tekstil yang melakukan efisiensi menutup  bisnisnya di awal tahun 2024. Hal ini berakibat sebanyak 13.800 karyawan  terkena PHK massal.
&amp;bull;	PHK akibat pabrik tutup
1.	PT Sai Apparel, Jawa Tengah: PHK 8.000-an orang.
2.	PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah: PHK 700-an orang
3.	PT S Dupantex, Jawa Tengah: PHK 700-an orang
4.	PT Alenatex, Jawa Barat: PHK 700-an orang
5.	PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah: PHK 500-an orang
6.	PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah: PHK 400-an orang
&amp;bull;	PHK akibat efisiensi perusahaan:
1.	PT Sinar Panca Jaya, Semarang: data terbaru, jumlah PHK hingga awal Juni 2024 tembus 2.000 orang
2.	PT Bitratex, Semarang: PHK 400-an orang
3.	PT Johartex, Magelang: PHK 300-an orang
4.	PT Pulomas, Bandung: PHK 100-an orang.</content:encoded></item></channel></rss>
