<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL soal Internet Starlink Elon Musk Masuk RI</title><description>Kehadiran layanan internet milik Elon Musk, Starlink tidak dianggap sebagai ancaman bagi Axiata Group</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri"/><item><title>XL soal Internet Starlink Elon Musk Masuk RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri</guid><pubDate>Kamis 13 Juni 2024 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri-nW4TKUPPOj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">XL Tanggapi Hadirnya Layanan Internet Starlink. (Foto: okezone.com/Tangguh)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/13/320/3021082/xl-soal-internet-starlink-elon-musk-masuk-ri-nW4TKUPPOj.jpg</image><title>XL Tanggapi Hadirnya Layanan Internet Starlink. (Foto: okezone.com/Tangguh)</title></images><description>JAKARTA - Kehadiran layanan internet milik Elon Musk, Starlink tidak dianggap sebagai ancaman bagi Axiata Group. Group Chief Executive Officer and Managing Director Axiata Group, Vivek Sood menilai kehadiran Starlink justru menjadi pelengkap bagi ekosistem telekomunikasi di Tanah Air.
Vivek menyebut Starlink sebagai komplementer (pelengkap atau alternatif), bukan substitusi (pengganti). Pasalnya, dengan fitur dan kemampuan yang dimiliki, Starlink dapat mengisi kekosongan internet yang terjadi di wilayah pelosok.

BACA JUGA:
Saingi Starlink, Amazon dan Vrio Juga Berencana Luncurkan Layanan Internet Satelit 


&quot;Kami telah melihat adanya percobaan oleh Starlink yang berhasil menghubungkan 200 keluarga di sebuah daerah pedesaan,&quot; ujarnya, Kamis (13/6/2024).
Vivek mengatakan bahwa menara-menara transmisi dan layanan yang ditawarkan oleh Axiata masih memiliki andil penuh pada konektivitas reguler masyarakat umum. Dengan begitu, kehadiran Starlink menurutnya bukanlah menjadi suatu masalah besar.

BACA JUGA:
Kerja Sama Riset dengan Korsel, BRIN Antisipasi Dampak Negatif Starlink


Lebih lanjut, Vivek juga memahami kenapa Pemerintah mendukung secara penuh investasi Starlink di Indonesia, mengingat manfaatnya dalam meningkatkan konektivitas bagi masyarakat daerah-daerah pelosok di Tanah Air.
&quot;Dari kacamata sosial, kami memahami mengapa pemerintah Indonesia mendukung investasi Starlink karena manfaatnya dalam meningkatkan konektivitas bagi masyarakat daerah pelosok. Jadi, saat ini kami belum menganggap Starlink sebagai pesaing,&quot; tegas Vivek.
&quot;Maka dari itu, sampai saat ini kami tetap tidak menganggap Starlink sebagai ancaman. Meski begitu, Starlink ini merupakan perusahaan Elon Musk, kita tidak tahu apa yang bisa dia lakukan nanti,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kehadiran layanan internet milik Elon Musk, Starlink tidak dianggap sebagai ancaman bagi Axiata Group. Group Chief Executive Officer and Managing Director Axiata Group, Vivek Sood menilai kehadiran Starlink justru menjadi pelengkap bagi ekosistem telekomunikasi di Tanah Air.
Vivek menyebut Starlink sebagai komplementer (pelengkap atau alternatif), bukan substitusi (pengganti). Pasalnya, dengan fitur dan kemampuan yang dimiliki, Starlink dapat mengisi kekosongan internet yang terjadi di wilayah pelosok.

BACA JUGA:
Saingi Starlink, Amazon dan Vrio Juga Berencana Luncurkan Layanan Internet Satelit 


&quot;Kami telah melihat adanya percobaan oleh Starlink yang berhasil menghubungkan 200 keluarga di sebuah daerah pedesaan,&quot; ujarnya, Kamis (13/6/2024).
Vivek mengatakan bahwa menara-menara transmisi dan layanan yang ditawarkan oleh Axiata masih memiliki andil penuh pada konektivitas reguler masyarakat umum. Dengan begitu, kehadiran Starlink menurutnya bukanlah menjadi suatu masalah besar.

BACA JUGA:
Kerja Sama Riset dengan Korsel, BRIN Antisipasi Dampak Negatif Starlink


Lebih lanjut, Vivek juga memahami kenapa Pemerintah mendukung secara penuh investasi Starlink di Indonesia, mengingat manfaatnya dalam meningkatkan konektivitas bagi masyarakat daerah-daerah pelosok di Tanah Air.
&quot;Dari kacamata sosial, kami memahami mengapa pemerintah Indonesia mendukung investasi Starlink karena manfaatnya dalam meningkatkan konektivitas bagi masyarakat daerah pelosok. Jadi, saat ini kami belum menganggap Starlink sebagai pesaing,&quot; tegas Vivek.
&quot;Maka dari itu, sampai saat ini kami tetap tidak menganggap Starlink sebagai ancaman. Meski begitu, Starlink ini merupakan perusahaan Elon Musk, kita tidak tahu apa yang bisa dia lakukan nanti,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
