<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Selesaikan Protokol Sengketa Dagang di Antara 8 Negara Islam   </title><description>Indonesia meningkatkan transaksi perdagangan dengan anggota D-8 atau Developing 8 Countrie</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-protokol-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-protokol-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam"/><item><title>RI Selesaikan Protokol Sengketa Dagang di Antara 8 Negara Islam   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-protokol-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-protokol-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam</guid><pubDate>Kamis 13 Juni 2024 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam-2A15DUGmEp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Selesaikan Sengketa Dagang di Antara 8 Negara Islam. (Foto: Okezone.com/Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/13/320/3021251/ri-selesaikan-sengketa-dagang-di-antara-8-negara-islam-2A15DUGmEp.jpg</image><title>RI Selesaikan Sengketa Dagang di Antara 8 Negara Islam. (Foto: Okezone.com/Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia meningkatkan transaksi perdagangan dengan anggota D-8 atau Developing 8 Countrie. Ini mencakup delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Delapan anggotanya mencakup Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengajak negara anggota D-8 untuk meratifikasi dan mengimplementasikan Preferential Trade Agreement (PTA) D-8. Hal ini untuk mencapai target perdagangan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:
Mesir Belajar Tingkatkan Perdagangan Bilateral dari Indonesia

&quot;Perdagangan antar negara anggota D-8 kini mencapai USD170 miliar. Kita sepakat target perdagangan intra regional D-8 dapat meningkat hampir tiga kali lipat&amp;mdash;menjadi USD 500 miliar&amp;mdash;pada tahun 2030, untuk itu PTA D-8 memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ambisius ini,&quot; ujar Zulhas.
Dalam pertemuan informal tingkat Menteri Perdagangan D-8 di Istanbul, Turki, Zulhas mengumumkan bahwa Indonesia telah memulai implementasi PTA pada tanggal 1 Juni 2024.

BACA JUGA:
RI-Nigeria Bahas Potensi Peningkatan Perdagangan 

&quot;Karena Indonesia telah mengambil langkah signifikan tersebut, saya mengundang negara-negara anggota D-8 lainnya untuk mempercepat pelaksanaan proses ratifikasi di dan bergabung dengan PTA,&quot; ujar Zulhas.
Lebih lanjut Zulhas menjelaskan telah ditandatangani secara bersama Protokol Mekanisme Penyelesaian Sengketa (DSM) merupakan elemen penting untuk memfasilitasi implementasi D-8 PTA.&quot;Untuk itu, saya dengan senang hati menyampaikan dukungan Indonesia agar PTA D-8 dapat berjalan efektif, salah satunya yaitu dengan cara menyepakati protokol DSM. Mekanisme Penyelesaian Sengketa ini penting untuk membangun rasa saling percaya dan mekanisme penyelesaian sengketa dagang di antara negara-negara anggota D-8,&quot; ujar Zulhas.
Zulhas meyakini implementasi D-8 PTA akan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan dunia usaha. Namun, Indonesia juga menginginkan agar D-8 mengambil inisiatif yang lebih strategis.
&quot;Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri perdagangan D-8 tahun depan,&quot; ujar Zulhas.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia meningkatkan transaksi perdagangan dengan anggota D-8 atau Developing 8 Countrie. Ini mencakup delapan negara berkembang yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Delapan anggotanya mencakup Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengajak negara anggota D-8 untuk meratifikasi dan mengimplementasikan Preferential Trade Agreement (PTA) D-8. Hal ini untuk mencapai target perdagangan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:
Mesir Belajar Tingkatkan Perdagangan Bilateral dari Indonesia

&quot;Perdagangan antar negara anggota D-8 kini mencapai USD170 miliar. Kita sepakat target perdagangan intra regional D-8 dapat meningkat hampir tiga kali lipat&amp;mdash;menjadi USD 500 miliar&amp;mdash;pada tahun 2030, untuk itu PTA D-8 memainkan peran penting dalam mencapai tujuan ambisius ini,&quot; ujar Zulhas.
Dalam pertemuan informal tingkat Menteri Perdagangan D-8 di Istanbul, Turki, Zulhas mengumumkan bahwa Indonesia telah memulai implementasi PTA pada tanggal 1 Juni 2024.

BACA JUGA:
RI-Nigeria Bahas Potensi Peningkatan Perdagangan 

&quot;Karena Indonesia telah mengambil langkah signifikan tersebut, saya mengundang negara-negara anggota D-8 lainnya untuk mempercepat pelaksanaan proses ratifikasi di dan bergabung dengan PTA,&quot; ujar Zulhas.
Lebih lanjut Zulhas menjelaskan telah ditandatangani secara bersama Protokol Mekanisme Penyelesaian Sengketa (DSM) merupakan elemen penting untuk memfasilitasi implementasi D-8 PTA.&quot;Untuk itu, saya dengan senang hati menyampaikan dukungan Indonesia agar PTA D-8 dapat berjalan efektif, salah satunya yaitu dengan cara menyepakati protokol DSM. Mekanisme Penyelesaian Sengketa ini penting untuk membangun rasa saling percaya dan mekanisme penyelesaian sengketa dagang di antara negara-negara anggota D-8,&quot; ujar Zulhas.
Zulhas meyakini implementasi D-8 PTA akan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan dunia usaha. Namun, Indonesia juga menginginkan agar D-8 mengambil inisiatif yang lebih strategis.
&quot;Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri perdagangan D-8 tahun depan,&quot; ujar Zulhas.</content:encoded></item></channel></rss>
