<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pupuk Indonesia Catat Pendapatan dan Penghematan Rp1,3 Triliun</title><description>PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kontribusi pendapatan dan penghematan sebesar Rp1,3 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun"/><item><title>Pupuk Indonesia Catat Pendapatan dan Penghematan Rp1,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun</guid><pubDate>Jum'at 14 Juni 2024 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun-QtsAYxn9w5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pupuk Indonesia catat penghematan hingga Rp1,3 triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021416/pupuk-indonesia-catat-pendapatan-dan-penghematan-rp1-3-triliun-QtsAYxn9w5.jpg</image><title>Pupuk Indonesia catat penghematan hingga Rp1,3 triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kontribusi pendapatan dan penghematan sebesar Rp1,3 triliun. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, angka tersebut didapat dari 169 inovasi dalam PIIA Summit 2024.
Rahmad Pribadi mengungkapkan bahwa nilai Rp1,3 triliun merupakan kontribusi inovasi ini terdiri dari Rp1,2 triliun berasal dari peningkatan efisiensi atau penghematan dan Rp0,1 triliun berasal dari peningkatan revenue.

BACA JUGA:
Kader Gerindra Jadi Komisaris BUMN Pupuk Sriwidjaja, Stafsus Erick Thohir: Tak Langgar Aturan


&amp;ldquo;Alhamdulillah di tahun 2024 ini berdasarkan buku 2023 Pupuk Indonesia menduduki posisi nomor tujuh terbesar dunia di industri fertilizer. Tentu ini tidak lepas dari inovasi yang mempunyai direct impact pada profitability,&amp;rdquo; ujar Rahmad Pribadi, Jumat (14/6/2024).
Rahmad menambahkan, ratusan inovasi dihasilkan oleh 700 karyawan atau inovator, yang terdiri dari karyawan organik, non-organik dan karyawan magang. Inklusivitas ini menjadi bukti bahwa inovasi sudah menjadi habit di lingkungan Pupuk Indonesia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan


&amp;ldquo;Inovasi tidak selalu big bang, tapi bisa juga trial and error yang tentunya membutuhkan persistensi. Tanpa persistensi inovasi ini tidak akan pernah bisa terimplementasi dan tidak akan pernah bisa memberikan direct impact pada laporan keuangan. Alhamdulillah Pupuk Indonesia menunjukkan dua-duanya, kami sudah pernah melakukan big bang innovation yaitu sentralisasi. Kami juga terus melakukan inovasi-inovasi yang sifatnya instrumental. Paling membanggakan adalah persistensi, karena dari tahun ke tahun saya melihat jumlah peserta dan jumlah inovasinya selalu meningkat,&amp;rdquo; tandas Rahmad Pribadi.
Dalam rangka menjaga budaya inovasi, Pupuk Indonesia bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology &amp;ndash; Industrial Liaison Program (MIT-ILP). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam mewujudkan ketahanan pangan serta memperkuat sebagai pemain utama industri pupuk di tingkat global.
Ketahanan pangan global saat ini dihadapkan oleh tantangan perubahan  iklim, keterbatasan lahan, dan stagnasi produktivitas pertanian. Oleh  karena itu, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan MIT-ILP  diharapkan dapat meningkatkan peran Perusahaan dalam ketahanan pangan  dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi dan transformasi  bisnis.
PIIA merupakan ajang inovasi, berbagi pengetahuan dan pemberian  apresiasi kepada Insan Pupuk Indonesia yang telah berkontribusi atas  inovasi. Konvensi ini diikuti oleh seluruh direktorat yang ada di Pupuk  Indonesia dengan unsur penilaian fokus pada tiga aspek.
Terakhir Rahmad berharap, persistensi dalam ekosistem inovasi Pupuk  Indonesia dapat dijaga, sehingga dapat mendukung perusahaan sebagai  penopang ketahanan pangan nasional dan penopang pertumbuhan ekonomi  berkelanjutan.
&amp;ldquo;Tanpa inovasi, yakin dan percayalah tidak ada perusahaan yang bisa  survive. Jangan bicara berkembang, survive saja tidak mungkin kalau  tidak ada inovasi. Hanya dengan inovasi Pupuk Indonesia bisa meraih masa  depan lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan kontribusi pendapatan dan penghematan sebesar Rp1,3 triliun. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, angka tersebut didapat dari 169 inovasi dalam PIIA Summit 2024.
Rahmad Pribadi mengungkapkan bahwa nilai Rp1,3 triliun merupakan kontribusi inovasi ini terdiri dari Rp1,2 triliun berasal dari peningkatan efisiensi atau penghematan dan Rp0,1 triliun berasal dari peningkatan revenue.

BACA JUGA:
Kader Gerindra Jadi Komisaris BUMN Pupuk Sriwidjaja, Stafsus Erick Thohir: Tak Langgar Aturan


&amp;ldquo;Alhamdulillah di tahun 2024 ini berdasarkan buku 2023 Pupuk Indonesia menduduki posisi nomor tujuh terbesar dunia di industri fertilizer. Tentu ini tidak lepas dari inovasi yang mempunyai direct impact pada profitability,&amp;rdquo; ujar Rahmad Pribadi, Jumat (14/6/2024).
Rahmad menambahkan, ratusan inovasi dihasilkan oleh 700 karyawan atau inovator, yang terdiri dari karyawan organik, non-organik dan karyawan magang. Inklusivitas ini menjadi bukti bahwa inovasi sudah menjadi habit di lingkungan Pupuk Indonesia.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ingin Gabungkan BUMN Pupuk dan Pangan


&amp;ldquo;Inovasi tidak selalu big bang, tapi bisa juga trial and error yang tentunya membutuhkan persistensi. Tanpa persistensi inovasi ini tidak akan pernah bisa terimplementasi dan tidak akan pernah bisa memberikan direct impact pada laporan keuangan. Alhamdulillah Pupuk Indonesia menunjukkan dua-duanya, kami sudah pernah melakukan big bang innovation yaitu sentralisasi. Kami juga terus melakukan inovasi-inovasi yang sifatnya instrumental. Paling membanggakan adalah persistensi, karena dari tahun ke tahun saya melihat jumlah peserta dan jumlah inovasinya selalu meningkat,&amp;rdquo; tandas Rahmad Pribadi.
Dalam rangka menjaga budaya inovasi, Pupuk Indonesia bekerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology &amp;ndash; Industrial Liaison Program (MIT-ILP). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam mewujudkan ketahanan pangan serta memperkuat sebagai pemain utama industri pupuk di tingkat global.
Ketahanan pangan global saat ini dihadapkan oleh tantangan perubahan  iklim, keterbatasan lahan, dan stagnasi produktivitas pertanian. Oleh  karena itu, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan MIT-ILP  diharapkan dapat meningkatkan peran Perusahaan dalam ketahanan pangan  dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi dan transformasi  bisnis.
PIIA merupakan ajang inovasi, berbagi pengetahuan dan pemberian  apresiasi kepada Insan Pupuk Indonesia yang telah berkontribusi atas  inovasi. Konvensi ini diikuti oleh seluruh direktorat yang ada di Pupuk  Indonesia dengan unsur penilaian fokus pada tiga aspek.
Terakhir Rahmad berharap, persistensi dalam ekosistem inovasi Pupuk  Indonesia dapat dijaga, sehingga dapat mendukung perusahaan sebagai  penopang ketahanan pangan nasional dan penopang pertumbuhan ekonomi  berkelanjutan.
&amp;ldquo;Tanpa inovasi, yakin dan percayalah tidak ada perusahaan yang bisa  survive. Jangan bicara berkembang, survive saja tidak mungkin kalau  tidak ada inovasi. Hanya dengan inovasi Pupuk Indonesia bisa meraih masa  depan lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
