<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Pembangkit Nuklir, RI Bahas dengan Rusia, Jepang hingga Korea   </title><description>ESDM telah berkomunikasi dengan sejumlah negara terkait pengembangan pembangkit nuklir</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea"/><item><title>Bangun Pembangkit Nuklir, RI Bahas dengan Rusia, Jepang hingga Korea   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea</guid><pubDate>Jum'at 14 Juni 2024 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea-IcKQ5iEwAh.png" expression="full" type="image/jpeg">RI Bahas Pembangkit Listrik dengan Rusia hingga Korea. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021647/bangun-pembangkit-nuklir-ri-bahas-dengan-rusia-jepang-hingga-korea-IcKQ5iEwAh.png</image><title>RI Bahas Pembangkit Listrik dengan Rusia hingga Korea. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berkomunikasi dengan sejumlah negara terkait pengembangan pembangkit nuklir.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, selain dengan Rusia, pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat. Komunikasi Indonesia dengan Rusia memang sudah panjang soal pengembangan energi nuklir ini.

BACA JUGA:
Tungku Smelter ITSS Morowali Kembali Meledak, Ini Reaksi Menteri ESDM


&quot;(Rusia) Sudah panjang sih. (Tapi) Kita tidak hanya dengan Rusia, kita dengan Jepang, Korea, dan Amerika, dibuka saja semua. Nanti kan kita pilih yang terbaik,&quot; jelasnya ketika ditemui di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas), Jakarta, Jumat (14/6/2024).

BACA JUGA:
Respons Ancaman Barat, Rusia Umumkan Mulai Latihan Nuklir Taktis di Dekat Ukraina


Dikatakan Dadan, meski penerimaan masyarakat sudah mencapai 60 persen sejak empat tahun lalu, namun hingga kini, Indonesia masih belum memenuhi dua syarat untuk mengembangkan pembangkit nuklir di tanah air.
Ia bilang, kedua syarat tersebut yaitu pembentukan organisasi pelaksanaan program energi nuklir atau Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO) serta pernyataan resmi pemerintah.
&quot;Jadi persyaratan yang 16 itu kita sisa 2 NEPIO sama go nuklir. Pemerintah kan harus menyatakan go nuklir. Apakah ada perpres atau apa nanti karena ini belum sama NEPIO lagi kita bahas,&quot; tutup Dadan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berkomunikasi dengan sejumlah negara terkait pengembangan pembangkit nuklir.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, selain dengan Rusia, pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat. Komunikasi Indonesia dengan Rusia memang sudah panjang soal pengembangan energi nuklir ini.

BACA JUGA:
Tungku Smelter ITSS Morowali Kembali Meledak, Ini Reaksi Menteri ESDM


&quot;(Rusia) Sudah panjang sih. (Tapi) Kita tidak hanya dengan Rusia, kita dengan Jepang, Korea, dan Amerika, dibuka saja semua. Nanti kan kita pilih yang terbaik,&quot; jelasnya ketika ditemui di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas), Jakarta, Jumat (14/6/2024).

BACA JUGA:
Respons Ancaman Barat, Rusia Umumkan Mulai Latihan Nuklir Taktis di Dekat Ukraina


Dikatakan Dadan, meski penerimaan masyarakat sudah mencapai 60 persen sejak empat tahun lalu, namun hingga kini, Indonesia masih belum memenuhi dua syarat untuk mengembangkan pembangkit nuklir di tanah air.
Ia bilang, kedua syarat tersebut yaitu pembentukan organisasi pelaksanaan program energi nuklir atau Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO) serta pernyataan resmi pemerintah.
&quot;Jadi persyaratan yang 16 itu kita sisa 2 NEPIO sama go nuklir. Pemerintah kan harus menyatakan go nuklir. Apakah ada perpres atau apa nanti karena ini belum sama NEPIO lagi kita bahas,&quot; tutup Dadan.</content:encoded></item></channel></rss>
