<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp6.492 Triliun, Ini Penyebabnya</title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat menurun pada April 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/15/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/15/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp6.492 Triliun, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/15/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/15/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Sabtu 15 Juni 2024 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya-pori2meXvf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri Indonesia Menurun. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/14/320/3021584/utang-luar-negeri-ri-turun-jadi-rp6-492-triliun-ini-penyebabnya-pori2meXvf.jpg</image><title>Utang Luar Negeri Indonesia Menurun. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat menurun pada April 2024. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi ULN Indonesia tercatat sebesar USD398,3 miliar, atau setara dengan Rp6.492,2 triliun (kurs Rp16.300 per USD).
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan posisi pada Maret 2024 yang mencapai USD404,8 miliar.
Asisten Gubernur dan Kepala Departemen BI, Erwin Haryono menjelaskan, secara tahunan, ULN Indonesia mencatat penurunan pertumbuhan sebesar 1,5 persen (yoy), setelah sebelumnya tumbuh 0,2 persen (yoy) pada Maret 2024. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya ULN sektor publik dan swasta.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun


&amp;ldquo;ULN pemerintah melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat sebesar 189,1 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan Maret 2024 sebesar 192,2 miliar dolar AS,&quot; ujar Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (14/6/2024).
&quot;ULN pemerintah melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat sebesar 189,1 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan Maret 2024 sebesar 192,2 miliar dolar AS,&quot; kata Erwin pada keterangan resminya, Jumat (14/6/2024).
Erwin mengatakan bahwa ULN pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan tahunan sebesar 2,6 persen (yoy), lebih besar dibandingkan dengan kontraksi 0,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA:
10 Negara dengan Utang Terbanyak ke IMF, Ada yang Tembus Rp518,4 Triliun


Penurunan posisi ULN pemerintah terutama disebabkan oleh penyesuaian alokasi dana investor non-residen dari Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.
&quot;Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara fleksibel dan oportunistik dalam aspek timing, tenor, currency, dan instrumen untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal,&quot; ujar Erwin.Sebagai salah satu elemen dalam instrumen pembiayaan APBN,  pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor  prioritas, yang meliputi: Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (20,9  persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan,  dan Jaminan Sosial Wajib (18,6%); Jasa Pendidikan (16,8 persen);  Konstruksi (13,6 persen); serta Jasa Keuangan dan Asuransi (9,6 persen).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98  persen dari total ULN pemerintah,&quot; imbuhnya.
Tidak hanya itu, ULN swasta mengalami penurunan. Pada April 2024,  posisi ULN swasta tercatat sebesar USD195,2 miliar, lebih rendah  dibandingkan USD198,0 miliar pada Maret 2024.
Secara tahunan, ULN swasta menunjukkan kontraksi pertumbuhan yang  lebih signifikan, dari 1,3 persen (yoy) menjadi 2,9 persen (yoy) pada  April 2024.
Penurunan pertumbuhan ULN tersebut berasal dari perusahaan lembaga  keuangan (financial corporations) dan non-lembaga keuangan (non  financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar  5,7 persen (yoy) dan 2,2 persen (yoy).
Baca selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun



</description><content:encoded>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat menurun pada April 2024. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi ULN Indonesia tercatat sebesar USD398,3 miliar, atau setara dengan Rp6.492,2 triliun (kurs Rp16.300 per USD).
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan posisi pada Maret 2024 yang mencapai USD404,8 miliar.
Asisten Gubernur dan Kepala Departemen BI, Erwin Haryono menjelaskan, secara tahunan, ULN Indonesia mencatat penurunan pertumbuhan sebesar 1,5 persen (yoy), setelah sebelumnya tumbuh 0,2 persen (yoy) pada Maret 2024. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya ULN sektor publik dan swasta.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun


&amp;ldquo;ULN pemerintah melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat sebesar 189,1 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan Maret 2024 sebesar 192,2 miliar dolar AS,&quot; ujar Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (14/6/2024).
&quot;ULN pemerintah melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN pemerintah pada April 2024 tercatat sebesar 189,1 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan Maret 2024 sebesar 192,2 miliar dolar AS,&quot; kata Erwin pada keterangan resminya, Jumat (14/6/2024).
Erwin mengatakan bahwa ULN pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan tahunan sebesar 2,6 persen (yoy), lebih besar dibandingkan dengan kontraksi 0,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA:
10 Negara dengan Utang Terbanyak ke IMF, Ada yang Tembus Rp518,4 Triliun


Penurunan posisi ULN pemerintah terutama disebabkan oleh penyesuaian alokasi dana investor non-residen dari Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen investasi lain, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.
&quot;Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara fleksibel dan oportunistik dalam aspek timing, tenor, currency, dan instrumen untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal,&quot; ujar Erwin.Sebagai salah satu elemen dalam instrumen pembiayaan APBN,  pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor  prioritas, yang meliputi: Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (20,9  persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan,  dan Jaminan Sosial Wajib (18,6%); Jasa Pendidikan (16,8 persen);  Konstruksi (13,6 persen); serta Jasa Keuangan dan Asuransi (9,6 persen).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98  persen dari total ULN pemerintah,&quot; imbuhnya.
Tidak hanya itu, ULN swasta mengalami penurunan. Pada April 2024,  posisi ULN swasta tercatat sebesar USD195,2 miliar, lebih rendah  dibandingkan USD198,0 miliar pada Maret 2024.
Secara tahunan, ULN swasta menunjukkan kontraksi pertumbuhan yang  lebih signifikan, dari 1,3 persen (yoy) menjadi 2,9 persen (yoy) pada  April 2024.
Penurunan pertumbuhan ULN tersebut berasal dari perusahaan lembaga  keuangan (financial corporations) dan non-lembaga keuangan (non  financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar  5,7 persen (yoy) dan 2,2 persen (yoy).
Baca selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun



</content:encoded></item></channel></rss>
