<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan jika Korban Judi Online Dapat Bansos</title><description>Pemerintah dinilai gagal dalam menangani masalah kemiskinan, pasalnya pemerintah akan memberikan bantuan sosial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos"/><item><title>Pemerintah Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan jika Korban Judi Online Dapat Bansos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2024 03:28 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/16/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos-pkL6gaapPs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos buat Pelaku Judi Online (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/16/320/3022368/pemerintah-dinilai-gagal-atasi-kemiskinan-jika-korban-judi-online-dapat-bansos-pkL6gaapPs.jpeg</image><title>Bansos buat Pelaku Judi Online (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNC8xLzE4MTc2MS81L3g5MGIxbG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah dinilai gagal dalam menangani masalah kemiskinan, pasalnya pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada korban judi online.
Rencana pemerintah tersebut dianggap tidak solutif dalam upaya memerangi maraknya masalah sosial tersebut. Pemberian bansos kepada para korban judi online yang terjebak dalam kemiskinan, akan semakin memperkuat pandangan bahwa pemerintah gagal dalam menangani masalah kemiskinan.

BACA JUGA:
Korban Judi Online Dapat Bansos, Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan


Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah buka suara terkait wacana pemberian bansos kepada korban judi online sebagai sesuatu langkah yang tidak tepat. Menurutnya, baik pelaku maupun korban judi online secara sadar terlibat, sehingga semua pihak yang terlibat sudah mengetahui risiko dan konsekuensi negatif dari tindakan mereka.
Trubus menjelaskan bahwa data penerima bansos yang sebelumnya sudah termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini diperluas dengan memasukkan kriteria korban judi online yang dianggap miskin akibat pilihan mereka sendiri.

BACA JUGA:
Ombudsman Kritik Korban Judi Online Jadi Penerima Bansos 


&quot;Sekarang justru pemerintah malah mewacanakan hendak memberikan bansos kepada korban judi online.Jadi kan ada penerima bansos baru yang dimasukkan ke dalam DTKS, berarti kemiskinan di Indonesia bertambah dong? kita juga gagal dong menangani tingkat kemiskinan di Indonesia,&quot; kata Trubus ketika dihubungi MPI.&quot;Kok kita bantu orang yang miskin karena bansos, miskin karena bermain judi online kemudian diberikan bansos,&quot; jelasnya.
Trubus mengatakan selain dianggap membebani negara dengan meningkatkan tingkat kemiskinan di Indonesia, Ia juga berpendapat bahwa pemberian bansos malah mendorong masyarakat untuk terus terlibat dalam judi online. Menurutnya, pemberian bansos justru memperkuat budaya bermain judi online.
&amp;ldquo;Kalau dulunya masyarakat tidak menerima bansos, kemudian diberikan bansos karena bermain judi online, berarti kan kita tengah bersiap untuk membudayakan bermain judi online. Toh kalau gagal judinya sampai jatuh miskin, kan nanti dibantu bansos dari pemerintah,&quot; imbuh Trabus.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sebelumnya juga mengatakan bahwa judi online menjadi salah satu penyebab meningkatnya keluarga miskin di Indonesia.
&quot;Termasuk banyak yang menjadi miskin (akibat judi online). Baru itu menjadi tanggung jawab kita tanggung jawab dari Kemenko PMK,&quot; kata Muhadjir.
Muhadjir dan timnya aktif memberikan advokasi kepada korban ketika melihat banyak keluarga yang terkena dampak judi online. Bahkan, Muhadjir memasukkan para korban ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menerima bantuan sosial (bansos).
&quot;Ya kita sudah banyak memberikan advokasi mereka yang korban judi online ini misalnya kemudian kita masukan di dalam DTKS sebagai penerima bansos ya,&quot; ucapnya.
Baca selengkapnya: Korban Judi Online Dapat Bansos, Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNC8xLzE4MTc2MS81L3g5MGIxbG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah dinilai gagal dalam menangani masalah kemiskinan, pasalnya pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada korban judi online.
Rencana pemerintah tersebut dianggap tidak solutif dalam upaya memerangi maraknya masalah sosial tersebut. Pemberian bansos kepada para korban judi online yang terjebak dalam kemiskinan, akan semakin memperkuat pandangan bahwa pemerintah gagal dalam menangani masalah kemiskinan.

BACA JUGA:
Korban Judi Online Dapat Bansos, Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan


Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah buka suara terkait wacana pemberian bansos kepada korban judi online sebagai sesuatu langkah yang tidak tepat. Menurutnya, baik pelaku maupun korban judi online secara sadar terlibat, sehingga semua pihak yang terlibat sudah mengetahui risiko dan konsekuensi negatif dari tindakan mereka.
Trubus menjelaskan bahwa data penerima bansos yang sebelumnya sudah termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini diperluas dengan memasukkan kriteria korban judi online yang dianggap miskin akibat pilihan mereka sendiri.

BACA JUGA:
Ombudsman Kritik Korban Judi Online Jadi Penerima Bansos 


&quot;Sekarang justru pemerintah malah mewacanakan hendak memberikan bansos kepada korban judi online.Jadi kan ada penerima bansos baru yang dimasukkan ke dalam DTKS, berarti kemiskinan di Indonesia bertambah dong? kita juga gagal dong menangani tingkat kemiskinan di Indonesia,&quot; kata Trubus ketika dihubungi MPI.&quot;Kok kita bantu orang yang miskin karena bansos, miskin karena bermain judi online kemudian diberikan bansos,&quot; jelasnya.
Trubus mengatakan selain dianggap membebani negara dengan meningkatkan tingkat kemiskinan di Indonesia, Ia juga berpendapat bahwa pemberian bansos malah mendorong masyarakat untuk terus terlibat dalam judi online. Menurutnya, pemberian bansos justru memperkuat budaya bermain judi online.
&amp;ldquo;Kalau dulunya masyarakat tidak menerima bansos, kemudian diberikan bansos karena bermain judi online, berarti kan kita tengah bersiap untuk membudayakan bermain judi online. Toh kalau gagal judinya sampai jatuh miskin, kan nanti dibantu bansos dari pemerintah,&quot; imbuh Trabus.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sebelumnya juga mengatakan bahwa judi online menjadi salah satu penyebab meningkatnya keluarga miskin di Indonesia.
&quot;Termasuk banyak yang menjadi miskin (akibat judi online). Baru itu menjadi tanggung jawab kita tanggung jawab dari Kemenko PMK,&quot; kata Muhadjir.
Muhadjir dan timnya aktif memberikan advokasi kepada korban ketika melihat banyak keluarga yang terkena dampak judi online. Bahkan, Muhadjir memasukkan para korban ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menerima bantuan sosial (bansos).
&quot;Ya kita sudah banyak memberikan advokasi mereka yang korban judi online ini misalnya kemudian kita masukan di dalam DTKS sebagai penerima bansos ya,&quot; ucapnya.
Baca selengkapnya: Korban Judi Online Dapat Bansos, Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan</content:encoded></item></channel></rss>
