<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar-besaran di China</title><description>Perusahaan pakaian olah raga Jerman, Adidas mengadakan penyelidikan terhadap dugaan suap besar-besaran di China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china"/><item><title>Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar-besaran di China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2024 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china-vinNp6x0HQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan Adidas di China (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/17/320/3022597/adidas-selidiki-dugaan-korupsi-besar-besaran-di-china-vinNp6x0HQ.jpg</image><title>Perusahaan Adidas di China (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xMi8xLzE4MTcxMC81L3g5MDdkZDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan pakaian olah raga Jerman, Adidas mengadakan penyelidikan terhadap dugaan suap besar-besaran di China, setelah karyawan seniornya dituduh menggelapkan jutaan dolar, lapor harian Financial Times hari Minggu (16/5/2024).
Sebuah surat, yang diduga ditulis oleh karyawan Adidas China, menuduh beberapa karyawan China menyebutkan namanya, harian itu melaporkan.

BACA JUGA:
Perang Ekonomi, Israel Mencekik Wilayah di Tepi Barat


Mereka yang dituduh, termasuk seorang eksekutif perusahaan yang terlibat dengan anggaran pemasaran Adidas di China, yang dikatakan berjumlah USD268 juta per tahun.
Manajer Adidas China lainnya disebutkan telah menerima jutaan uang tunai dari pemasok, dan barang-barang fisik seperti real estate.

BACA JUGA:
Rayakan Idul Adha, Sri Mulyani: Ladang Pahala Bagi Kita Kelak


Surat yang diposting bulan ini di platform media sosial China Xiaohongshu, tidak lagi terlihat di situs web itu pada hari Minggu, namun salinannya, yang keasliannya tidak dapat diverifikasi oleh kantor berita AFP, telah diposting di beberapa akun.Adidas menerima surat pada tanggal 7 Juni yang memperingatkan tentang &quot;potensi pelanggaran di China&quot; dan sedang &quot;menyelidiki secara mendalam&quot; masalah itu, kata harian Finacial Times.
Orang dalam perusahaan yang dikutip oleh surat kabar itu mengatakan, bahwa harian tersebut tidak memberi bukti atas tuduhan itu, namun tampaknya memberi informasi cukup mengenai masalah internal yang bersifat rahasia</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xMi8xLzE4MTcxMC81L3g5MDdkZDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan pakaian olah raga Jerman, Adidas mengadakan penyelidikan terhadap dugaan suap besar-besaran di China, setelah karyawan seniornya dituduh menggelapkan jutaan dolar, lapor harian Financial Times hari Minggu (16/5/2024).
Sebuah surat, yang diduga ditulis oleh karyawan Adidas China, menuduh beberapa karyawan China menyebutkan namanya, harian itu melaporkan.

BACA JUGA:
Perang Ekonomi, Israel Mencekik Wilayah di Tepi Barat


Mereka yang dituduh, termasuk seorang eksekutif perusahaan yang terlibat dengan anggaran pemasaran Adidas di China, yang dikatakan berjumlah USD268 juta per tahun.
Manajer Adidas China lainnya disebutkan telah menerima jutaan uang tunai dari pemasok, dan barang-barang fisik seperti real estate.

BACA JUGA:
Rayakan Idul Adha, Sri Mulyani: Ladang Pahala Bagi Kita Kelak


Surat yang diposting bulan ini di platform media sosial China Xiaohongshu, tidak lagi terlihat di situs web itu pada hari Minggu, namun salinannya, yang keasliannya tidak dapat diverifikasi oleh kantor berita AFP, telah diposting di beberapa akun.Adidas menerima surat pada tanggal 7 Juni yang memperingatkan tentang &quot;potensi pelanggaran di China&quot; dan sedang &quot;menyelidiki secara mendalam&quot; masalah itu, kata harian Finacial Times.
Orang dalam perusahaan yang dikutip oleh surat kabar itu mengatakan, bahwa harian tersebut tidak memberi bukti atas tuduhan itu, namun tampaknya memberi informasi cukup mengenai masalah internal yang bersifat rahasia</content:encoded></item></channel></rss>
