<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peran Vital Sektor Industri demi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi</title><description>Kementrian perindustrian dinilai memiliki peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi"/><item><title>Peran Vital Sektor Industri demi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Kristalensi Bunga Nauli Sihite</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi-n7aTtLIFFe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peran sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/320/3022786/peran-vital-sektor-industri-demi-kejar-target-pertumbuhan-ekonomi-n7aTtLIFFe.jpg</image><title>Peran sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE5MS81L3g4ejg2bG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementrian perindustrian dinilai memiliki peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang. Pasalnya, sektor industri akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6% atau lebih.
Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Peneliti Indef Didik J Rachbini mengatakan, kegagalan mendorong ekonomi tumbuh di atas 6% karena sektor industri tumbuh rendah dan bergerak sangat lambat. Hali ni terjadi karena absen dan kekosongan kebijakan industri dan kementerian perindustrian yang dorman.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa RAPBN 2025 Prabowo ke DPR, Singgung Pertumbuhan Ekonomi 8%


&quot;Selama ini kementrian perindustrian berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak bernilai signifikan untuk memajukan sektor industri,&quot; tulis Didik dalam keterangannya, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
JP Morgan Prediksi Pertumbuhan Ekonomi China Naik Jadi 5,2% 


Dalam catatannya, sektor ini tumbuh di bawah 5% sehingga tidak punya daya dorong dan tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi tinggi. Bahkan sektor ini justru mendeg dengan pertumbuhan bahkan hanya 3-4% saja, yang menandakan ketiadaan dan absen kebijakan industri.
&quot;Industri dimatikan karena kebijakan yang surut dan tidak memberikan kesempatan, ruang dan dorongan bagi industri nasional,&quot; kata dia.Menurutnya, jika kebijakan industri terus terjadi seperti selama 1-2  dekade terakhir ini, maka janji Prabowo untuk memajukan ekonomi yang  tumbuh tinggi akan bisa tercapai. Yang terjadi mungkin bahkan sebaliknya  dimana pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5% karena terseret  pertumbuhan industri yang sangat rendah.
&quot;Janji kampanye Prabowo pertumbuhan ekonomi akan dipacu sampai 8%,  suatu target yang hampir mustahil dengan kebijakan pada saat ini dan  kementerian yang tidak berbuat banyak untuk menggubah keadaan,&quot; kata  Didik.
&quot;Jika ingin berbeda dari pemerintahan sebelumnya, maka kunci sukses  terletak pada sukses aau tidaknya membenahi kementrian industri dan  kebijakan idustrinya. Tanpa itu, Indonesia akan menjadi underdog di  ASEAN,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE5MS81L3g4ejg2bG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementrian perindustrian dinilai memiliki peranan sentral pada masa pemerintahan mendatang. Pasalnya, sektor industri akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6% atau lebih.
Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Peneliti Indef Didik J Rachbini mengatakan, kegagalan mendorong ekonomi tumbuh di atas 6% karena sektor industri tumbuh rendah dan bergerak sangat lambat. Hali ni terjadi karena absen dan kekosongan kebijakan industri dan kementerian perindustrian yang dorman.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bawa RAPBN 2025 Prabowo ke DPR, Singgung Pertumbuhan Ekonomi 8%


&quot;Selama ini kementrian perindustrian berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak bernilai signifikan untuk memajukan sektor industri,&quot; tulis Didik dalam keterangannya, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
JP Morgan Prediksi Pertumbuhan Ekonomi China Naik Jadi 5,2% 


Dalam catatannya, sektor ini tumbuh di bawah 5% sehingga tidak punya daya dorong dan tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi tinggi. Bahkan sektor ini justru mendeg dengan pertumbuhan bahkan hanya 3-4% saja, yang menandakan ketiadaan dan absen kebijakan industri.
&quot;Industri dimatikan karena kebijakan yang surut dan tidak memberikan kesempatan, ruang dan dorongan bagi industri nasional,&quot; kata dia.Menurutnya, jika kebijakan industri terus terjadi seperti selama 1-2  dekade terakhir ini, maka janji Prabowo untuk memajukan ekonomi yang  tumbuh tinggi akan bisa tercapai. Yang terjadi mungkin bahkan sebaliknya  dimana pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5% karena terseret  pertumbuhan industri yang sangat rendah.
&quot;Janji kampanye Prabowo pertumbuhan ekonomi akan dipacu sampai 8%,  suatu target yang hampir mustahil dengan kebijakan pada saat ini dan  kementerian yang tidak berbuat banyak untuk menggubah keadaan,&quot; kata  Didik.
&quot;Jika ingin berbeda dari pemerintahan sebelumnya, maka kunci sukses  terletak pada sukses aau tidaknya membenahi kementrian industri dan  kebijakan idustrinya. Tanpa itu, Indonesia akan menjadi underdog di  ASEAN,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
