<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjelasan Tim Prabowo soal Rencana Kenaikan Rasio Utang 50% dari PDB</title><description>Tim Presiden terpilih Prabowo Subianto meluruskan soal rencana kenaikan  rasio utang menjadi 50% terhadap produk domestik bruto (PDB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb"/><item><title>Penjelasan Tim Prabowo soal Rencana Kenaikan Rasio Utang 50% dari PDB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb-SLY4v68GyF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjelasan tim prabowo soal rasio utang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/320/3022806/penjelasan-tim-prabowo-soal-rencana-kenaikan-rasio-utang-50-dari-pdb-SLY4v68GyF.jpg</image><title>Penjelasan tim prabowo soal rasio utang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE5MS81L3g4ejg2bG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim Presiden terpilih Prabowo Subianto meluruskan soal rencana kenaikan rasio utang menjadi 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Rencana ini dibantah oleh Thomas Djiwandono, politisi Partai Gerindra, yang memimpin diskusi fiskal antara tim ekonomi Prabowo dan Kementerian Keuangan pemerintahan saat ini.
Kepada Reuters, Thomas mengatakan bahwa Prabowo belum menetapkan target apa pun untuk tingkat utang dan akan mematuhi batasan hukum terkait metrik-metrik fiskal.

BACA JUGA:
2 Orang yang Bisa Lunasi Utang Luar Negeri Indonesia Rp6.492,2 Triliun


Nilai tukar rupiah turun 0,9% dan bagi hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun melonjak pada perdagangan 14 Juni 2024. Imbas pada rupiah dan yield obligasi sebagian karena kekhawatiran mengenai kondisi fiskal setelah Bloomberg melaporkan Prabowo ingin menaikan rasio utang-terhadap-PDB secara bertahap menjadi 50% dari saat ini 40% selama masa jabatan lima tahunnya.
&amp;ldquo;Kami tidak sedang membicarakan mengenai target utang-terhadap-PDB sama sekali. Ini bukan rencana kebijakan formal,&amp;rdquo; kata Thomas, dilansir dari VOA, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun


Prabowo, yang akan dilantik pada Oktober, mengatakan bulan lalu bahwa Indonesia &amp;ldquo;harus lebih berani&amp;rdquo; mengambil utang untuk membiayai program-program pembangunan dan mencapai target pertumbuhan 8% yang diusungnya. Namun, Prabowo juga berulang kali berjanji akan mematuhi batas defisit anggaran.
&amp;ldquo;Penting untuk dicatat bahwa ini lah mengapa Prabowo dan tim formalnya membicarakan soal kehati-hatian fiskal karena hal itu masuk dalam prinsip-prinsip tersebut,&amp;rdquo; kata Thomas. &amp;ldquo;Apa pun tentang tingkat utang atau melampaui defisit adalah kebisingan [noise].&amp;rdquo;
Lembaga-lembaga pemeringkat dan investor memantau dengan cermat  kebijakan fiskal Prabowo. Pasalnya, mereka khawatir program-program  berbiaya tinggi yang dijanjikan Prabowo sebelum kemenangan telak dalam  pemilihan presiden (pilpres) pada Februari, akan mengagalkan rekor  kehati-hatian fiskal Indonesia.
Thomas menjelaskan bahwa diskusi antara tim Prabowo dan Menteri  Keuangan Sri Mulyani Indrawati fokus pada meningkatkan pendapatan,  mengkaji pengeluaran dan membuat porsi anggaran untuk program-program,  program makan gratis untuk anak anak, dalam batas yang diperbolehkan.  Dia menambahkan defisit anggaran 2025 akan tetap di bawah 3% PDB.
Setelah krisis keuangan yang melanda Asia pada 1990an, Indonesia  menetapkan defisit anggaran tahunan tidak boleh melebihi 3% dari PDB dan  membatasi rasio utang maksimal 60% dari PDB. Aturan itu memungkinkan  Indonesia untuk membangun catatan manajemen fiskal yang solid dan  meraing peringkat investasi dari sejumlah lembaga pemeringkat.
Meski rasio utang pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama setelah  pengeluaran besar-besaran selama pandemi COVID-19, Sri Mulyani mencoba  untuk menurunkan rasio utang dengan mengurangi defisit tahunan. Tahun  lalu, defisit anggaran mencapai 1,65% dari GDP, yang merupakan defisit  terkecil dalam 12 tahun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yOC8xLzE4MTE5MS81L3g4ejg2bG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Tim Presiden terpilih Prabowo Subianto meluruskan soal rencana kenaikan rasio utang menjadi 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Rencana ini dibantah oleh Thomas Djiwandono, politisi Partai Gerindra, yang memimpin diskusi fiskal antara tim ekonomi Prabowo dan Kementerian Keuangan pemerintahan saat ini.
Kepada Reuters, Thomas mengatakan bahwa Prabowo belum menetapkan target apa pun untuk tingkat utang dan akan mematuhi batasan hukum terkait metrik-metrik fiskal.

BACA JUGA:
2 Orang yang Bisa Lunasi Utang Luar Negeri Indonesia Rp6.492,2 Triliun


Nilai tukar rupiah turun 0,9% dan bagi hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun melonjak pada perdagangan 14 Juni 2024. Imbas pada rupiah dan yield obligasi sebagian karena kekhawatiran mengenai kondisi fiskal setelah Bloomberg melaporkan Prabowo ingin menaikan rasio utang-terhadap-PDB secara bertahap menjadi 50% dari saat ini 40% selama masa jabatan lima tahunnya.
&amp;ldquo;Kami tidak sedang membicarakan mengenai target utang-terhadap-PDB sama sekali. Ini bukan rencana kebijakan formal,&amp;rdquo; kata Thomas, dilansir dari VOA, Selasa (18/6/2024).

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.492,2 Triliun


Prabowo, yang akan dilantik pada Oktober, mengatakan bulan lalu bahwa Indonesia &amp;ldquo;harus lebih berani&amp;rdquo; mengambil utang untuk membiayai program-program pembangunan dan mencapai target pertumbuhan 8% yang diusungnya. Namun, Prabowo juga berulang kali berjanji akan mematuhi batas defisit anggaran.
&amp;ldquo;Penting untuk dicatat bahwa ini lah mengapa Prabowo dan tim formalnya membicarakan soal kehati-hatian fiskal karena hal itu masuk dalam prinsip-prinsip tersebut,&amp;rdquo; kata Thomas. &amp;ldquo;Apa pun tentang tingkat utang atau melampaui defisit adalah kebisingan [noise].&amp;rdquo;
Lembaga-lembaga pemeringkat dan investor memantau dengan cermat  kebijakan fiskal Prabowo. Pasalnya, mereka khawatir program-program  berbiaya tinggi yang dijanjikan Prabowo sebelum kemenangan telak dalam  pemilihan presiden (pilpres) pada Februari, akan mengagalkan rekor  kehati-hatian fiskal Indonesia.
Thomas menjelaskan bahwa diskusi antara tim Prabowo dan Menteri  Keuangan Sri Mulyani Indrawati fokus pada meningkatkan pendapatan,  mengkaji pengeluaran dan membuat porsi anggaran untuk program-program,  program makan gratis untuk anak anak, dalam batas yang diperbolehkan.  Dia menambahkan defisit anggaran 2025 akan tetap di bawah 3% PDB.
Setelah krisis keuangan yang melanda Asia pada 1990an, Indonesia  menetapkan defisit anggaran tahunan tidak boleh melebihi 3% dari PDB dan  membatasi rasio utang maksimal 60% dari PDB. Aturan itu memungkinkan  Indonesia untuk membangun catatan manajemen fiskal yang solid dan  meraing peringkat investasi dari sejumlah lembaga pemeringkat.
Meski rasio utang pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama setelah  pengeluaran besar-besaran selama pandemi COVID-19, Sri Mulyani mencoba  untuk menurunkan rasio utang dengan mengurangi defisit tahunan. Tahun  lalu, defisit anggaran mencapai 1,65% dari GDP, yang merupakan defisit  terkecil dalam 12 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
