<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Putar Otak Antisipasi Dampak Kekeringan Panjang Juli-Oktober</title><description>Presiden Jokowi menekan pentingnya program pompanisasi dalam mengantisipasi kemungkinan gagal panen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober"/><item><title>Jokowi Putar Otak Antisipasi Dampak Kekeringan Panjang Juli-Oktober</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2024 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober-UeqcvQBUCT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi putar otak antisipasi gagal panen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023621/jokowi-putar-otak-antisipasi-dampak-kekeringan-panjang-juli-oktober-UeqcvQBUCT.jpg</image><title>Presiden Jokowi putar otak antisipasi gagal panen (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkzMi81L3g5MGw3cmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menekan pentingnya program pompanisasi dalam mengantisipasi kemungkinan gagal panen. Pasalnya gelombang panas mulai melanda akhir-akhir ini.
Presiden Jokowi meyakini pemasangan pompa akan mampu mendorong peningkatan produksi padi untuk memenuhi kecukupan pangan di musim kering yang diprediksi akan terjadi di waktu mendatang.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Antisipasi Gagal Panen Padi


&quot;Saya rasa terjadinya kekeringan yang kita perkirakan panjang ini bisa diantisipasi dengan langkah tersebut (pompa),&quot; katanya saat meninjau program pompanisasi di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip Kamis (20/6/2024).
Untuk diketahui, pompanisasi adalah program irigasi sawah dengan menggunakan sistem pipa yang terpasang dari sungai serta air tanah ke sawah-sawah yang akan sangat berguna untuk memastikan ketersediaan air di musim kering.
Di Provinsi Jawa Tengah, tahun ini ditargetkan mampu berproduksi di atas 9,8 juta ton. Angka tersebut bisa bertambah 1,3 juta ton apabila pompa yang dilakukan berjalan dengan lancar.

BACA JUGA:
Bahaya! Jokowi: Jangan Sampai Gagal Panen


Presiden Jokowi menambahkan program pompanisasi di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 4.300 unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Rata-rata, ukuran pompa berkapasitas 8,5 PK hingga ada yang mencapai 18 PK.
&quot;Pompanisasi ini tidak hanya di Jawa Tengah atau hanya di Karanganyar saja, tetapi semua provinsi yang kita perkirakan nanti di bulan Juli, Agustus, September dan Oktober akan kekeringan panjang,&quot; ujar Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  mengatakan bahwa pompanisasi tidak hanya mengatasi kekurangan dan  pasokan air di musim kering saja, tetapi juga meningkatkan produktivitas  dan indeks pertanaman (IP) di musim yang akan datang sehingga mampu  meningkatkan kesejahteraan petani secara cepat.
Dia menyebut, Pemerintah Indonesia menargetkan pompanisasi ini dapat  menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian serta berencana untuk mencetak  sawah baru seluas 1 juta hektare per tahun sebagai strategi jangka  panjang.
&quot;Karena mimpi besar kita ke depan adalah mencukupi beras dalam  negeri, bahkan syukur-syukur bisa kita memberi, membantu saudara-saudara  kita yang kelaparan di negara lain,&quot; jelas Menteri Amran.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkzMi81L3g5MGw3cmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi menekan pentingnya program pompanisasi dalam mengantisipasi kemungkinan gagal panen. Pasalnya gelombang panas mulai melanda akhir-akhir ini.
Presiden Jokowi meyakini pemasangan pompa akan mampu mendorong peningkatan produksi padi untuk memenuhi kecukupan pangan di musim kering yang diprediksi akan terjadi di waktu mendatang.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Antisipasi Gagal Panen Padi


&quot;Saya rasa terjadinya kekeringan yang kita perkirakan panjang ini bisa diantisipasi dengan langkah tersebut (pompa),&quot; katanya saat meninjau program pompanisasi di Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip Kamis (20/6/2024).
Untuk diketahui, pompanisasi adalah program irigasi sawah dengan menggunakan sistem pipa yang terpasang dari sungai serta air tanah ke sawah-sawah yang akan sangat berguna untuk memastikan ketersediaan air di musim kering.
Di Provinsi Jawa Tengah, tahun ini ditargetkan mampu berproduksi di atas 9,8 juta ton. Angka tersebut bisa bertambah 1,3 juta ton apabila pompa yang dilakukan berjalan dengan lancar.

BACA JUGA:
Bahaya! Jokowi: Jangan Sampai Gagal Panen


Presiden Jokowi menambahkan program pompanisasi di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 4.300 unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Rata-rata, ukuran pompa berkapasitas 8,5 PK hingga ada yang mencapai 18 PK.
&quot;Pompanisasi ini tidak hanya di Jawa Tengah atau hanya di Karanganyar saja, tetapi semua provinsi yang kita perkirakan nanti di bulan Juli, Agustus, September dan Oktober akan kekeringan panjang,&quot; ujar Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  mengatakan bahwa pompanisasi tidak hanya mengatasi kekurangan dan  pasokan air di musim kering saja, tetapi juga meningkatkan produktivitas  dan indeks pertanaman (IP) di musim yang akan datang sehingga mampu  meningkatkan kesejahteraan petani secara cepat.
Dia menyebut, Pemerintah Indonesia menargetkan pompanisasi ini dapat  menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian serta berencana untuk mencetak  sawah baru seluas 1 juta hektare per tahun sebagai strategi jangka  panjang.
&quot;Karena mimpi besar kita ke depan adalah mencukupi beras dalam  negeri, bahkan syukur-syukur bisa kita memberi, membantu saudara-saudara  kita yang kelaparan di negara lain,&quot; jelas Menteri Amran.</content:encoded></item></channel></rss>
