<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Siapkan Jamu Penguat Rupiah</title><description>Perry Warjiyo optimis bahwa tren nilai tukar Rupiah akan kembali menguat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah"/><item><title>Gubernur BI Siapkan Jamu Penguat Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2024 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah-8SIohyWNm2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo soal Rupiah (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023862/gubernur-bi-siapkan-jamu-penguat-rupiah-8SIohyWNm2.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo soal Rupiah (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS80LzE4MTkxMy81L3g5MGtiMnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimis bahwa tren nilai tukar Rupiah akan kembali menguat.
&quot;Apakah BI masih meyakini Rupiah ke depan menguat? Yes. Fundamentalnya akan menguat, tapi dari gerakan bulan ke bulan, faktor-faktor informasi dan sentimen akan membuat volatilitas naik turun,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2024 di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Panggil Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Anjloknya Rupiah Rp16.400

Lantas, dia pun menyebut bahwa ada obat yang disiapkan oleh BI. &quot;Lalu obatnya bagaimana? Jamunya apa? Di moneter, ada tiga instrumen. Satu intervensi, kedua menaikkan suku bunga SRBI, dan yang ketiga adalah BI rate,&quot; tambah Perry.
Sekarang ini, BI telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market yang kemudian dioptimalisasi. Penggunaan instrumen SRBI untuk melakukan operasi pro-market di pasar dan menarik lebih banyak aliran modal asing supaya masuk dan menambah supply.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.430/USDBACA JUGA:

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.430/USD


&quot;Ke depannya, demand untuk korporasi umumnya puncaknya di triwulan II, dan di triwulan III agak menurun. Sehingga, apakah BI masih yakin bahwa tren menguat? Yes. Karena semua faktor fundamental mendukung penguatan Rupiah,&quot; jelas Perry.Adapun faktor-faktor tersebut antara lain inflasi yang rendah, growth bagus, kredit bagus, dan neraca pembayaran bagus. &quot;Maka tren Rupiah menurut kami akan menguat, jangka pendeknya stabil,&quot; kata Perry.
Bahkan, Perry menuturkan bahwa ruang penurunan suku bunga BI juga masih ada. &quot;Ini kalau tidak ada masalah global, tidak ada ketegangan politik, tidak ada persepsi terhadap stabilitas fiskal, maka mestinya ruang penurunan suku bunga akan terbuka,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS80LzE4MTkxMy81L3g5MGtiMnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimis bahwa tren nilai tukar Rupiah akan kembali menguat.
&quot;Apakah BI masih meyakini Rupiah ke depan menguat? Yes. Fundamentalnya akan menguat, tapi dari gerakan bulan ke bulan, faktor-faktor informasi dan sentimen akan membuat volatilitas naik turun,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2024 di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

BACA JUGA:
Jokowi Panggil Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Anjloknya Rupiah Rp16.400

Lantas, dia pun menyebut bahwa ada obat yang disiapkan oleh BI. &quot;Lalu obatnya bagaimana? Jamunya apa? Di moneter, ada tiga instrumen. Satu intervensi, kedua menaikkan suku bunga SRBI, dan yang ketiga adalah BI rate,&quot; tambah Perry.
Sekarang ini, BI telah mengombinasikan intervensi dengan memperkuat operasi moneter yang pro-market yang kemudian dioptimalisasi. Penggunaan instrumen SRBI untuk melakukan operasi pro-market di pasar dan menarik lebih banyak aliran modal asing supaya masuk dan menambah supply.

BACA JUGA:
BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.430/USDBACA JUGA:

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.430/USD


&quot;Ke depannya, demand untuk korporasi umumnya puncaknya di triwulan II, dan di triwulan III agak menurun. Sehingga, apakah BI masih yakin bahwa tren menguat? Yes. Karena semua faktor fundamental mendukung penguatan Rupiah,&quot; jelas Perry.Adapun faktor-faktor tersebut antara lain inflasi yang rendah, growth bagus, kredit bagus, dan neraca pembayaran bagus. &quot;Maka tren Rupiah menurut kami akan menguat, jangka pendeknya stabil,&quot; kata Perry.
Bahkan, Perry menuturkan bahwa ruang penurunan suku bunga BI juga masih ada. &quot;Ini kalau tidak ada masalah global, tidak ada ketegangan politik, tidak ada persepsi terhadap stabilitas fiskal, maka mestinya ruang penurunan suku bunga akan terbuka,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
