<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batas Pemadanan NIK dan NPWP Akhir Juni 2024</title><description>Pemerintah tetapkan batas waktu pemadanan NIK dan NPWP hingga 31 Juni 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024"/><item><title>Batas Pemadanan NIK dan NPWP Akhir Juni 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024</guid><pubDate>Jum'at 21 Juni 2024 04:18 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024-jQ00FyFKYt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sinkronisasi NIK jadi NPWP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/20/320/3023808/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-akhir-juni-2024-jQ00FyFKYt.jpg</image><title>Sinkronisasi NIK jadi NPWP (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDMwNS81L3g4cHp4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Pemerintah tetapkan batas waktu pemadanan NIK dan NPWP hingga 31 Juni 2024. Tercatat 681 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum dipadankan.
Sebagai upaya untuk mendorong wajib pajak melakukan pemadanan NIK-NPWP, seluruh kantor vertikal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan sosialisasi kepada wajib pajak di wilayah kerjanya.

BACA JUGA:
Warga Jakarta Wajib Muktahirkan NIK agar Bebas Bayar PBB-P2 2024


DJP juga melakukan publikasi pada berbagai kanal komunikasi yang tersedia, seperti media sosial, televisi, radio, media online dan lainnya. DJP juga bekerja sama dengan Kementerian atau Lembaga lain untuk mengamplifikasi informasi terkait pemadanan NIK-NPWP.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Dwi Astuti mengatakan, jumlah tersebut sisa dari 74,45 juta Wajib Pajak Orang Pribadi.

BACA JUGA:
Dirjen Pajak: 60 Juta NIK Sudah Dipadankan dengan NPWP


&amp;ldquo;Sampai dengan 19 Juni 2024 pukul 09.00 WIB, sebagian besar NIK sudah dipadankan sebagai NPWP. Dari total 74,45 juta Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, tersisa sebanyak 681 ribu NIK-NPWP yang masih harus dipadankan,&amp;rdquo; ujar Dir Humas yang kerap disapa Ewie, Kamis (20/6/2024).
Wajib pajak yang belum melakukan pemadanan NIK dan NPWP akan mendapat  kendala dalam mengakses layanan perpajakan, termasuk layanan  administrasi pihak lain yang mensyaratkan NPWP.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 112 Tahun 2022 NIK resmi  digunakan sebagai NPWP seharusnya mulai 1 Januari 2024. Namun,  implementasi penuh penggunaan NIK sebagai NPWP mundur seiring dengan  diluncurkannya core tax system.
Baca Selengkapnya : Masih Ada 681 Ribu NIK Belum Jadi NPWP, Batas Akhir Juni 2024</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNy8xLzE3NDMwNS81L3g4cHp4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Pemerintah tetapkan batas waktu pemadanan NIK dan NPWP hingga 31 Juni 2024. Tercatat 681 ribu Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum dipadankan.
Sebagai upaya untuk mendorong wajib pajak melakukan pemadanan NIK-NPWP, seluruh kantor vertikal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan sosialisasi kepada wajib pajak di wilayah kerjanya.

BACA JUGA:
Warga Jakarta Wajib Muktahirkan NIK agar Bebas Bayar PBB-P2 2024


DJP juga melakukan publikasi pada berbagai kanal komunikasi yang tersedia, seperti media sosial, televisi, radio, media online dan lainnya. DJP juga bekerja sama dengan Kementerian atau Lembaga lain untuk mengamplifikasi informasi terkait pemadanan NIK-NPWP.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Dwi Astuti mengatakan, jumlah tersebut sisa dari 74,45 juta Wajib Pajak Orang Pribadi.

BACA JUGA:
Dirjen Pajak: 60 Juta NIK Sudah Dipadankan dengan NPWP


&amp;ldquo;Sampai dengan 19 Juni 2024 pukul 09.00 WIB, sebagian besar NIK sudah dipadankan sebagai NPWP. Dari total 74,45 juta Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, tersisa sebanyak 681 ribu NIK-NPWP yang masih harus dipadankan,&amp;rdquo; ujar Dir Humas yang kerap disapa Ewie, Kamis (20/6/2024).
Wajib pajak yang belum melakukan pemadanan NIK dan NPWP akan mendapat  kendala dalam mengakses layanan perpajakan, termasuk layanan  administrasi pihak lain yang mensyaratkan NPWP.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 112 Tahun 2022 NIK resmi  digunakan sebagai NPWP seharusnya mulai 1 Januari 2024. Namun,  implementasi penuh penggunaan NIK sebagai NPWP mundur seiring dengan  diluncurkannya core tax system.
Baca Selengkapnya : Masih Ada 681 Ribu NIK Belum Jadi NPWP, Batas Akhir Juni 2024</content:encoded></item></channel></rss>
