<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI Masih Gemar Belanja Online?   </title><description>Persaingan industri e-commerce semakin ketat di tengah pertumbuhan teknologi yang pesat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online"/><item><title>Orang RI Masih Gemar Belanja Online?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online</guid><pubDate>Jum'at 21 Juni 2024 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online-5FjFBuKnnG.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Tren Belanja Online Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/21/622/3024072/orang-ri-masih-gemar-belanja-online-5FjFBuKnnG.jfif</image><title>Tren Belanja Online Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Persaingan industri e-commerce semakin ketat di tengah pertumbuhan teknologi yang pesat. Untuk itu, para pemain e-commerce di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan TikTok Shop harus meningkatkan daya saing melalui inovasi fitur serta program.
Executive Director IPSOS Indonesia Andi Sukma mengatakan, hal ini bertujuan untuk semakin meningkatkan pengalaman belanja online, agar konsumen merasakan proses belanja yang memuaskan secara keseluruhan.

BACA JUGA:
Tren Belanja Online di Ramadhan Jadi Berkah Industri Logistik

Melihat situasi pasar digital di awal tahun 2024 yang terus bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan dan preferensi masyarakat, IPSOS melakukan riset dengan tajuk &amp;rdquo;Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Sejak kehadiran platform e-commerce di tengah masyarakat, kecenderungan masyarakat untuk memilih belanja online sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan terus berkembang,&quot; ucapnya, Jumat (21/6/2024).
Dia melanjutkan, seiring dengan meningkatnya popularitas belanja online, para platform e-commerce pun harus menyesuaikan strategi dan menghadirkan sejumlah inovasi guna menghadirkan pengalaman belanja online yang memuaskan bagi pengguna dengan preferensi yang semakin beragam.

BACA JUGA:
Transaksi Belanja Online Kebutuhan Pokok Naik, Ini Penyebabnya

&quot;Melalui riset IPSOS kali ini, kami ingin mengidentifikasi platform Marketplace mana yang berhasil unggul dalam skala tingkat kepuasan pengguna serta aspek apa saja yang mempengaruhi pilihan tersebut,&quot; ucapnya.
Riset ini melibatkan responden yang rutin berbelanja online melalui berbagai e-commerce yang tersedia di Indonesia, untuk mengulik aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam merasakan pengalaman belanja yang holistik.
Pada riset IPSOS yang dilakukan melalui metode Online Panel, Shopee (62%) menjadi pilihan pertama untuk direkomendasikan oleh konsumen kepada kerabat dekatnya, diikuti oleh Tokopedia (46%), TikTok Shop (42%), dan Lazada (36%).Strategi platform E-Commerce dalam menghadirkan pengalaman belanja Secara Holistik Memberikan pengalaman berbelanja secara holistik dengan mengedepankan kepuasan konsumen menjadi daya tarik utama.
Jika diamati lebih lanjut, terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen dalam berbelanja online.
&quot;Seiring dengan terus berkembangnya inovasi dari para platform e-commerce, preferensi masyarakat pun bertambah, tidak hanya dalam menentukan pilihan produk namun juga cara berbelanja,&quot; ujarnya.
Kini, lanjut Andi, fitur interaktif seperti Live Shopping dan video pendek juga menjadi nilai tambah yang membantu masyarakat menentukan pilihan dalam berbelanja. IPSOS menemukan 63% responden memilih Shopee, disusul oleh TikTok Shop (17%), Tokopedia (10%) dan Lazada (9%). Selain itu, dalam indikator e-commerce dengan fitur video pendek paling menarik Shopee juga jauh unggul dengan 61%, diikuti TikTok Shop (18%), Tokopedia (10%), dan Lazada (9%).</description><content:encoded>JAKARTA - Persaingan industri e-commerce semakin ketat di tengah pertumbuhan teknologi yang pesat. Untuk itu, para pemain e-commerce di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan TikTok Shop harus meningkatkan daya saing melalui inovasi fitur serta program.
Executive Director IPSOS Indonesia Andi Sukma mengatakan, hal ini bertujuan untuk semakin meningkatkan pengalaman belanja online, agar konsumen merasakan proses belanja yang memuaskan secara keseluruhan.

BACA JUGA:
Tren Belanja Online di Ramadhan Jadi Berkah Industri Logistik

Melihat situasi pasar digital di awal tahun 2024 yang terus bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan dan preferensi masyarakat, IPSOS melakukan riset dengan tajuk &amp;rdquo;Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Sejak kehadiran platform e-commerce di tengah masyarakat, kecenderungan masyarakat untuk memilih belanja online sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan terus berkembang,&quot; ucapnya, Jumat (21/6/2024).
Dia melanjutkan, seiring dengan meningkatnya popularitas belanja online, para platform e-commerce pun harus menyesuaikan strategi dan menghadirkan sejumlah inovasi guna menghadirkan pengalaman belanja online yang memuaskan bagi pengguna dengan preferensi yang semakin beragam.

BACA JUGA:
Transaksi Belanja Online Kebutuhan Pokok Naik, Ini Penyebabnya

&quot;Melalui riset IPSOS kali ini, kami ingin mengidentifikasi platform Marketplace mana yang berhasil unggul dalam skala tingkat kepuasan pengguna serta aspek apa saja yang mempengaruhi pilihan tersebut,&quot; ucapnya.
Riset ini melibatkan responden yang rutin berbelanja online melalui berbagai e-commerce yang tersedia di Indonesia, untuk mengulik aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam merasakan pengalaman belanja yang holistik.
Pada riset IPSOS yang dilakukan melalui metode Online Panel, Shopee (62%) menjadi pilihan pertama untuk direkomendasikan oleh konsumen kepada kerabat dekatnya, diikuti oleh Tokopedia (46%), TikTok Shop (42%), dan Lazada (36%).Strategi platform E-Commerce dalam menghadirkan pengalaman belanja Secara Holistik Memberikan pengalaman berbelanja secara holistik dengan mengedepankan kepuasan konsumen menjadi daya tarik utama.
Jika diamati lebih lanjut, terdapat berbagai aspek yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen dalam berbelanja online.
&quot;Seiring dengan terus berkembangnya inovasi dari para platform e-commerce, preferensi masyarakat pun bertambah, tidak hanya dalam menentukan pilihan produk namun juga cara berbelanja,&quot; ujarnya.
Kini, lanjut Andi, fitur interaktif seperti Live Shopping dan video pendek juga menjadi nilai tambah yang membantu masyarakat menentukan pilihan dalam berbelanja. IPSOS menemukan 63% responden memilih Shopee, disusul oleh TikTok Shop (17%), Tokopedia (10%) dan Lazada (9%). Selain itu, dalam indikator e-commerce dengan fitur video pendek paling menarik Shopee juga jauh unggul dengan 61%, diikuti TikTok Shop (18%), Tokopedia (10%), dan Lazada (9%).</content:encoded></item></channel></rss>
