<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanri Abeng Sempat Berpesan agar Manajemen BUMN Tak Diobok-obok</title><description>Mantan Menteri BUMN era Presiden Soeharto Tanri Abeng sempat berpesan soal pengelolaan manajemen perseroan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok"/><item><title>Tanri Abeng Sempat Berpesan agar Manajemen BUMN Tak Diobok-obok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok</guid><pubDate>Minggu 23 Juni 2024 17:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok-2QRqX6PQkU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pesan tanri abeng untuk pengelolaan BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/23/320/3025019/tanri-abeng-sempat-berpesan-agar-manajemen-bumn-tak-diobok-obok-2QRqX6PQkU.jpeg</image><title>Pesan tanri abeng untuk pengelolaan BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Mantan Menteri BUMN era Presiden Soeharto Tanri Abeng sempat berpesan soal pengelolaan manajemen perseroan negara. Dia memberikan sejumlah pesan perihal perbaikan kinerja perusahaan pelat merah, sebelum dirinya tutup usia pada Minggu (23/6/2024).
Semasa hidupnya, Tanri Abeng kerap menyampaikan gagasan penting agar pengelolaan bisnis perseroan negara dapat dimaksimalkan pemegang saham. Salah satu yang disoroti adalah politisasi BUMN.

BACA JUGA:
Eks Menteri Tanri Abeng Dimakamkan di Samping Pusara Istrinya

Pada Mei 2020 lalu, Tanri menyebut salah satu kendala utama bagi BUMN ketika perusahaan politisasi oleh oknum-oknum tertentu. Saat itu, dia meminta tak ada politisasi BUMN sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh maksimal.
&amp;ldquo;Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual LP3ES di Jakarta kala itu.
Tak berhenti disitu saja, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini juga sering menyoroti persoalan yang melanda BUMN. Dari perkara strategi bisnis, manajemen perusahaan, hingga kompetensi Dewan Komisaris.

BACA JUGA:
Datangi Rumah Duka, 3 Menteri Kenang Sosok Tanri Abeng Berjuluk Manajer Rp1 Miliar

Menurutnya, kompetensi Dewan Komisaris masih menjadi masalah krusial, ketika perseroan dihadapkan pada berbagai situasi.
&amp;ldquo;Masalahnya juga sekarang, di BUMN ini komisarisnya terkadang tidak memberi dukungan karena kurang kompetensi di dewan komisaris, maka direksi tidak mendapat dukungan, tapi terkadang jadi beban bagi mereka,&quot; ucap Tanri di lokasi yang berbeda.
Kinerja BUMN, lanjut dia, didasarkan pada kebijakan-kebijakan Direksi perusahaan. Namun, regulasi akan diimplementasikan secara maksimal bila ada dukungan dari Komisaris dan Kementerian BUMN.Masalahnya, penempatan figur komisaris dinilai tidak sesuai sehingga berpengaruh pada kinerja perusahaan.
Waktu itu, Tanri menyarankan agar Dewan Direksi perlu merubah  strategi bisnisnya. Perubahan itu dari strategi utang ke strategic  partner. Strategi partner merupakan kerja sama atau aliansi antara BUMN  dengan perusahaan multinasional yang memiliki sumber daya yang mumpuni.
Strategi aliansi ini diyakini mampu mendorong kinerja perusahaan  negara dan membebaskan perusahaan dari belenggu utang. Perusahaan  multinasional yang menjadi mitra BUMN adalah mereka yang memiliki  keuangan yang stabil, teknologi terbaru, manajemen yang baik (best  practice manajemen), hingga akses pasar yang luas.
&amp;ldquo;Jadi perubahan (strategi) utang bon kepada strategis aliansi ini  menarik sekali, saya kira ini bisa berlangsung,&quot; tutur dia sebelumnya.
Dalam proses kerja sama itu, korporat multinasional akan membawa  dolar, teknologi, dan best practice manajemen yang bisa dimanfaatkan  BUMN. Pemanfaatan sumber daya diyakini mampu memperbaiki kinerja  perseroan ke depannya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Mantan Menteri BUMN era Presiden Soeharto Tanri Abeng sempat berpesan soal pengelolaan manajemen perseroan negara. Dia memberikan sejumlah pesan perihal perbaikan kinerja perusahaan pelat merah, sebelum dirinya tutup usia pada Minggu (23/6/2024).
Semasa hidupnya, Tanri Abeng kerap menyampaikan gagasan penting agar pengelolaan bisnis perseroan negara dapat dimaksimalkan pemegang saham. Salah satu yang disoroti adalah politisasi BUMN.

BACA JUGA:
Eks Menteri Tanri Abeng Dimakamkan di Samping Pusara Istrinya

Pada Mei 2020 lalu, Tanri menyebut salah satu kendala utama bagi BUMN ketika perusahaan politisasi oleh oknum-oknum tertentu. Saat itu, dia meminta tak ada politisasi BUMN sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh maksimal.
&amp;ldquo;Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi virtual LP3ES di Jakarta kala itu.
Tak berhenti disitu saja, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini juga sering menyoroti persoalan yang melanda BUMN. Dari perkara strategi bisnis, manajemen perusahaan, hingga kompetensi Dewan Komisaris.

BACA JUGA:
Datangi Rumah Duka, 3 Menteri Kenang Sosok Tanri Abeng Berjuluk Manajer Rp1 Miliar

Menurutnya, kompetensi Dewan Komisaris masih menjadi masalah krusial, ketika perseroan dihadapkan pada berbagai situasi.
&amp;ldquo;Masalahnya juga sekarang, di BUMN ini komisarisnya terkadang tidak memberi dukungan karena kurang kompetensi di dewan komisaris, maka direksi tidak mendapat dukungan, tapi terkadang jadi beban bagi mereka,&quot; ucap Tanri di lokasi yang berbeda.
Kinerja BUMN, lanjut dia, didasarkan pada kebijakan-kebijakan Direksi perusahaan. Namun, regulasi akan diimplementasikan secara maksimal bila ada dukungan dari Komisaris dan Kementerian BUMN.Masalahnya, penempatan figur komisaris dinilai tidak sesuai sehingga berpengaruh pada kinerja perusahaan.
Waktu itu, Tanri menyarankan agar Dewan Direksi perlu merubah  strategi bisnisnya. Perubahan itu dari strategi utang ke strategic  partner. Strategi partner merupakan kerja sama atau aliansi antara BUMN  dengan perusahaan multinasional yang memiliki sumber daya yang mumpuni.
Strategi aliansi ini diyakini mampu mendorong kinerja perusahaan  negara dan membebaskan perusahaan dari belenggu utang. Perusahaan  multinasional yang menjadi mitra BUMN adalah mereka yang memiliki  keuangan yang stabil, teknologi terbaru, manajemen yang baik (best  practice manajemen), hingga akses pasar yang luas.
&amp;ldquo;Jadi perubahan (strategi) utang bon kepada strategis aliansi ini  menarik sekali, saya kira ini bisa berlangsung,&quot; tutur dia sebelumnya.
Dalam proses kerja sama itu, korporat multinasional akan membawa  dolar, teknologi, dan best practice manajemen yang bisa dimanfaatkan  BUMN. Pemanfaatan sumber daya diyakini mampu memperbaiki kinerja  perseroan ke depannya.</content:encoded></item></channel></rss>
