<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Kasus Gagal Bayar, Ternyata Masyarakat Masih Takut Pakai Asuransi</title><description>ISEI) memfasilitasi sosialisasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan industri asuransi dalam menjamin polis asuransi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi"/><item><title>Heboh Kasus Gagal Bayar, Ternyata Masyarakat Masih Takut Pakai Asuransi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2024 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Farida Syifa Anandita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi-i51JFg41LL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi di Indonesia (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/24/320/3025234/heboh-kasus-gagal-bayar-ternyata-masyarakat-masih-takut-pakai-asuransi-i51JFg41LL.jpg</image><title>Asuransi di Indonesia (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkzMi81L3g5MGw3cmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memfasilitasi sosialisasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan industri asuransi dalam menjamin polis asuransi masyarakat untuk menghindari terjadinya kasus gagal bayar yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat.
&quot;Dengan adanya jaminan dari LPS, diharapkan masyarakat akan lebih yakin untuk memiliki polis asuransi dan mendorong perkembangan industri ini,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Bidang Kajian Publik Pengurus Pusat ISEI Yugi Prayanto di Jakarta dikutip Antara, Senin (24/6/2024).

BACA JUGA:
MNC Insurance Raih MAIPARK Award 2024, Asuransi Umum Terbaik dalam Kategori Modal Rp300 Miliar

Yugi mengatakan industri asuransi merupakan salah satu pilar penting dalam sistem keuangan di Indonesia karena berperan dalam memberikan perlindungan dan jaminan kepada masyarakat.
Menurut dia, perkembangan industri asuransi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya tingkat kepemilikan polis di masyarakat serta adanya beberapa kasus gagal bayar yang memicu kekhawatiran publik.

BACA JUGA:
OJK Perbaiki Ekosistem Asuransi Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebagai upaya memperkuat kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri asuransi, pemerintah menerbitkan regulasi pendukung termasuk Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK).&amp;ldquo;Salah satu poinnya memberikan mandat kepada Lembaga Penjamin Simpanan menjadi penjamin polis perusahaan asuransi mulai awal Januari 2028 atau mulai 12 Januari 2028,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan persiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan, baik regulator, industri asuransi, maupun masyarakat.
&quot;Dengan kerja sama dan sinergi yang baik, saya yakin kita dapat mewujudkan industri asuransi yang kuat, terpercaya, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xOS8xLzE4MTkzMi81L3g5MGw3cmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memfasilitasi sosialisasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan industri asuransi dalam menjamin polis asuransi masyarakat untuk menghindari terjadinya kasus gagal bayar yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat.
&quot;Dengan adanya jaminan dari LPS, diharapkan masyarakat akan lebih yakin untuk memiliki polis asuransi dan mendorong perkembangan industri ini,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua Bidang Kajian Publik Pengurus Pusat ISEI Yugi Prayanto di Jakarta dikutip Antara, Senin (24/6/2024).

BACA JUGA:
MNC Insurance Raih MAIPARK Award 2024, Asuransi Umum Terbaik dalam Kategori Modal Rp300 Miliar

Yugi mengatakan industri asuransi merupakan salah satu pilar penting dalam sistem keuangan di Indonesia karena berperan dalam memberikan perlindungan dan jaminan kepada masyarakat.
Menurut dia, perkembangan industri asuransi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya tingkat kepemilikan polis di masyarakat serta adanya beberapa kasus gagal bayar yang memicu kekhawatiran publik.

BACA JUGA:
OJK Perbaiki Ekosistem Asuransi Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebagai upaya memperkuat kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri asuransi, pemerintah menerbitkan regulasi pendukung termasuk Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK).&amp;ldquo;Salah satu poinnya memberikan mandat kepada Lembaga Penjamin Simpanan menjadi penjamin polis perusahaan asuransi mulai awal Januari 2028 atau mulai 12 Januari 2028,&amp;rdquo; tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan persiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan, baik regulator, industri asuransi, maupun masyarakat.
&quot;Dengan kerja sama dan sinergi yang baik, saya yakin kita dapat mewujudkan industri asuransi yang kuat, terpercaya, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
