<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mekanisme Full Call Auction Dinilai Untungkan Pemodal Kakap, Ritel Bagaimana?   </title><description>Sejumlah investor menyuarakan keluhan terhadap mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana"/><item><title>Mekanisme Full Call Auction Dinilai Untungkan Pemodal Kakap, Ritel Bagaimana?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2024 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana-zEU6wbxS5s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mekanisme Full Call Auction. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/25/278/3025980/mekanisme-full-call-auction-dinilai-untungkan-pemodal-kakap-ritel-bagaimana-zEU6wbxS5s.jpg</image><title>Mekanisme Full Call Auction. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah investor menyuarakan keluhan terhadap mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Skema transaksi FCA dinilai hanya menguntungkan pemodal kakap dengan barang dan modal yang besar, sehingga berpotensi melahirkan manipulasi terhadap Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan Indicative Equilibrium Price (IEP), dua fitur yang disediakan bursa menggantikan bid dan offer.

BACA JUGA:
Mekanisme Full Call Auction di Pemantauan Khusus Berdampak ke Likuditas


&amp;ldquo;FCA ini cuma kuat-kuatan, banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah IEP dan IEV.&amp;rdquo; kata Investor dan Trader, Bernard M. S., dalam Dialog Special iNews, Selasa (25/6/2024).
Bagi Bernard, transaksi FCA justru tidak menghadirkan transparansi, lantaran bersifat &amp;lsquo;blind book&amp;rsquo; alias tidak menampilkan kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).

BACA JUGA:
Skema FCA Saham Big Cap di Pemantauan Khusus Picu Aksi Jual


Belum lama ini BEI telah mengubah ketentuan pencatatan saham dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Perubahan ini hanya mengatur pada sejumlah kriteria suatu saham yang masuk dalam &amp;rsquo;Special Monitoring&amp;rsquo; tersebut.
Skema continuous auction atau lelang berkelanjutan, terang Bernard, justru lebih transparan di mana investor dapat melihat volume perdagangan dalam fitur bid dan offer.
&amp;ldquo;Jadi kalau FCA ini dinilai lebih efisien, lebih transparan saya sih merasa tidak ada transparansi di sini, kalau mau transparansi continuous aution.&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah investor menyuarakan keluhan terhadap mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Skema transaksi FCA dinilai hanya menguntungkan pemodal kakap dengan barang dan modal yang besar, sehingga berpotensi melahirkan manipulasi terhadap Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan Indicative Equilibrium Price (IEP), dua fitur yang disediakan bursa menggantikan bid dan offer.

BACA JUGA:
Mekanisme Full Call Auction di Pemantauan Khusus Berdampak ke Likuditas


&amp;ldquo;FCA ini cuma kuat-kuatan, banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah IEP dan IEV.&amp;rdquo; kata Investor dan Trader, Bernard M. S., dalam Dialog Special iNews, Selasa (25/6/2024).
Bagi Bernard, transaksi FCA justru tidak menghadirkan transparansi, lantaran bersifat &amp;lsquo;blind book&amp;rsquo; alias tidak menampilkan kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).

BACA JUGA:
Skema FCA Saham Big Cap di Pemantauan Khusus Picu Aksi Jual


Belum lama ini BEI telah mengubah ketentuan pencatatan saham dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Perubahan ini hanya mengatur pada sejumlah kriteria suatu saham yang masuk dalam &amp;rsquo;Special Monitoring&amp;rsquo; tersebut.
Skema continuous auction atau lelang berkelanjutan, terang Bernard, justru lebih transparan di mana investor dapat melihat volume perdagangan dalam fitur bid dan offer.
&amp;ldquo;Jadi kalau FCA ini dinilai lebih efisien, lebih transparan saya sih merasa tidak ada transparansi di sini, kalau mau transparansi continuous aution.&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
