<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Copot Dirut Kimia Farma</title><description>Pemegang saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencopot David Utama sebagai Direktur Utama KAEF</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma"/><item><title>Erick Thohir Copot Dirut Kimia Farma</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma</guid><pubDate>Selasa 25 Juni 2024 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma-zFdGEQAfBk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/25/320/3026025/erick-thohir-copot-dirut-kimia-farma-zFdGEQAfBk.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian BUMN dan PT Bio Farma (Persero) selaku pemegang saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencopot David Utama sebagai Direktur Utama KAEF. Keputusan diumumkan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2023.
Pemegang saham pun menunjuk Djagad Prakasa Dwialam untuk mengisi posisi tersebut. Hal ini disampaikan Manager Corporate Communication Kimia Farma, Hilda Shinta, usai RUPS tahun buku 2023.

BACA JUGA:
Cara Daftar Mudik Gratis Kimia Farma 2024

&amp;ldquo;Direktur Utama Kimia Farma Bapak Djagad Prakasa Dwialam,&amp;rdquo; ujar Hilda Shinta ketika ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa (25/6/2024).
Kementerian BUMN dan Bio Farma belum membeberkan alasan mendasar dari pergantian orang nomor satu di jajaran Dewan Dereksi anggota Holding BUMN Farma ini.
Hanya saja, pencopotan David Utama selaku Dirut KAEF bertepatan dengan dugaan pelanggaran integritas penyediaan data laporan keuangan yang terjadi di anak usaha, yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA) periode 2021-2022.

BACA JUGA:
Kimia Farma Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Dugaan tindak pidana tersebut menyumbang kerugian di Kimia Farma secara konsolidasi sepanjang 2023 hingga Rp 1,82 triliun.
Kendati begitu, KAEF tengah menelusuri lebih lanjut dugaan itu melalui audit investigasi yang dilakukan oleh pihak independen.Berdasarkan keterangan resmi perusahaan sebelumnya, Kimia Farma mengaku adanya penurunan laba sepanjang tahun lalu, akibat inefisiensi operasional dan tingginya nilai Harga Pokok Penjualan (HPP).
Adapun salah satu penyebab inefisiensi operasional itu karena kapasitas 10 pabrik yang dimiliki tidak sejalan dengan pemenuhan kebutuhan bisnis perseroan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian BUMN dan PT Bio Farma (Persero) selaku pemegang saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencopot David Utama sebagai Direktur Utama KAEF. Keputusan diumumkan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2023.
Pemegang saham pun menunjuk Djagad Prakasa Dwialam untuk mengisi posisi tersebut. Hal ini disampaikan Manager Corporate Communication Kimia Farma, Hilda Shinta, usai RUPS tahun buku 2023.

BACA JUGA:
Cara Daftar Mudik Gratis Kimia Farma 2024

&amp;ldquo;Direktur Utama Kimia Farma Bapak Djagad Prakasa Dwialam,&amp;rdquo; ujar Hilda Shinta ketika ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa (25/6/2024).
Kementerian BUMN dan Bio Farma belum membeberkan alasan mendasar dari pergantian orang nomor satu di jajaran Dewan Dereksi anggota Holding BUMN Farma ini.
Hanya saja, pencopotan David Utama selaku Dirut KAEF bertepatan dengan dugaan pelanggaran integritas penyediaan data laporan keuangan yang terjadi di anak usaha, yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA) periode 2021-2022.

BACA JUGA:
Kimia Farma Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Cek Syaratnya

Dugaan tindak pidana tersebut menyumbang kerugian di Kimia Farma secara konsolidasi sepanjang 2023 hingga Rp 1,82 triliun.
Kendati begitu, KAEF tengah menelusuri lebih lanjut dugaan itu melalui audit investigasi yang dilakukan oleh pihak independen.Berdasarkan keterangan resmi perusahaan sebelumnya, Kimia Farma mengaku adanya penurunan laba sepanjang tahun lalu, akibat inefisiensi operasional dan tingginya nilai Harga Pokok Penjualan (HPP).
Adapun salah satu penyebab inefisiensi operasional itu karena kapasitas 10 pabrik yang dimiliki tidak sejalan dengan pemenuhan kebutuhan bisnis perseroan.</content:encoded></item></channel></rss>
