<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skema Blind Auction FCA Rawan Manipulasi Harga, Ini Penjelasannya</title><description>Perdagangan full periodic call auction (FCA)  dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) dapat menimbulkan praktik  manipulasi transaksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya"/><item><title>Skema Blind Auction FCA Rawan Manipulasi Harga, Ini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya-5TZ4bfyUCw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skema blind auction rawan manipulasi harga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/278/3026161/skema-blind-auction-fca-rawan-manipulasi-harga-ini-penjelasannya-5TZ4bfyUCw.jpg</image><title>Skema blind auction rawan manipulasi harga (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor khawatir mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) dapat menimbulkan praktik manipulasi transaksi.
Untuk diketahui sejak PPK tahap II diterapkan, perdagangan saham anggota PPK dilakukan menggunakan skema FCA, model &amp;lsquo;blind book&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;blind auction&amp;rsquo; di mana tidak terdapat kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).

BACA JUGA:
IHSG Berakhir di Zona Merah pada Level 6.882


Penggantinya adalah Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) yang dijumpai per sesi dari total 5 sesi setiap harinya.
Konsep ini membuat seorang investor dan trader, Bernard M.S, khawatir bahwa &amp;ldquo;siapa yang memiliki saham dalam jumlah besar, ataupun uang dalam jumlah yang banyak, dapat mengatur pergerakan arah harga,&amp;rdquo; katanya dalam Dialog Spesial iNews, dikutip Rabu (26/6/2024).

BACA JUGA:
IHSG Turun 0,30%, Ambil Jeda di Level 6.868


Dalam mekanisme FCA, order beli (bid) dan order jual (offer/ask) dikumpulkan terlebih dahulu dalam fase Order Collection hingga masuk pada Order Matching atau fase perjumpaan antara mereka yang beli dan mereka yang jual.
Volume beli/jual yang masuk menghasilkan IEV, lalu terbentuk best bid/offer dalam IEP. Bernard menilai proses ini rawan membentuk manipulasi dalam pembentukan IEP dan IEV.
&amp;ldquo;Saya kurang setuju FCA ini transparan, karena cuma kuat-kuatan  banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah  IEP dan IEV,&amp;rdquo; paparnya.
Sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif,  dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan mekanisme FCA  bertujuan untuk meredam order (baik beli/jual) yang agresif.
Dengan adanya IEP dan IEV, terang Inarno, harga suatu saham  diperjumpakan (matching) pada harga terbaik, sehingga menurunkan  volatilitas harga yang terjadi di pasar.
&amp;ldquo;Dengan mekanisme perdagangan periodic call auction, order book  menjadi tidak terlalu sensitif ya atas order-order agresif dengan jumlah  yang besar. Jadi justru ini akan mengurangi volatility,&amp;rdquo; jelas Inarno  dalam konferensi pers belum lama ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor khawatir mekanisme perdagangan full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) dapat menimbulkan praktik manipulasi transaksi.
Untuk diketahui sejak PPK tahap II diterapkan, perdagangan saham anggota PPK dilakukan menggunakan skema FCA, model &amp;lsquo;blind book&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;blind auction&amp;rsquo; di mana tidak terdapat kolom permintaan beli (bid) dan penawaran jual (offer).

BACA JUGA:
IHSG Berakhir di Zona Merah pada Level 6.882


Penggantinya adalah Indicative Equilibrium Price (IEP) dan Indicative Equilibrium Volume (IEV) yang dijumpai per sesi dari total 5 sesi setiap harinya.
Konsep ini membuat seorang investor dan trader, Bernard M.S, khawatir bahwa &amp;ldquo;siapa yang memiliki saham dalam jumlah besar, ataupun uang dalam jumlah yang banyak, dapat mengatur pergerakan arah harga,&amp;rdquo; katanya dalam Dialog Spesial iNews, dikutip Rabu (26/6/2024).

BACA JUGA:
IHSG Turun 0,30%, Ambil Jeda di Level 6.868


Dalam mekanisme FCA, order beli (bid) dan order jual (offer/ask) dikumpulkan terlebih dahulu dalam fase Order Collection hingga masuk pada Order Matching atau fase perjumpaan antara mereka yang beli dan mereka yang jual.
Volume beli/jual yang masuk menghasilkan IEV, lalu terbentuk best bid/offer dalam IEP. Bernard menilai proses ini rawan membentuk manipulasi dalam pembentukan IEP dan IEV.
&amp;ldquo;Saya kurang setuju FCA ini transparan, karena cuma kuat-kuatan  banyak-banyakan barang, banyak-banyakan modal kita bisa menyetir arah  IEP dan IEV,&amp;rdquo; paparnya.
Sebelumnya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif,  dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan mekanisme FCA  bertujuan untuk meredam order (baik beli/jual) yang agresif.
Dengan adanya IEP dan IEV, terang Inarno, harga suatu saham  diperjumpakan (matching) pada harga terbaik, sehingga menurunkan  volatilitas harga yang terjadi di pasar.
&amp;ldquo;Dengan mekanisme perdagangan periodic call auction, order book  menjadi tidak terlalu sensitif ya atas order-order agresif dengan jumlah  yang besar. Jadi justru ini akan mengurangi volatility,&amp;rdquo; jelas Inarno  dalam konferensi pers belum lama ini.</content:encoded></item></channel></rss>
