<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kimia Farma Bakal Tutup 5 Pabrik Obat</title><description>PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik atau fasilitas produksi obat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat"/><item><title>Kimia Farma Bakal Tutup 5 Pabrik Obat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat-VzHvyOpM79.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kimia Farma bakal tutup 5 pabrik obat (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026167/kimia-farma-bakal-tutup-5-pabrik-obat-VzHvyOpM79.jpg</image><title>Kimia Farma bakal tutup 5 pabrik obat (Foto: okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik atau fasilitas produksi obat. Penutupan pabrik mulai dilakukan dalam 2-3 tahun ke depan.
Direktur Produksi dan Supply Chain KAEF Hadi Kardoko mengatakan, pengurangan jumlah pabrik perlu dilakukan agar bisnis perusahaan lebih efisien. Selain itu, untuk meningkatkan utilisasi pabrik itu sendiri.

BACA JUGA:
 Buntut Viral Bocah SD di Cianjur Konsumsi Obat Terlarang, Puluhan Kios Penjualnya Disegel 


Strategi tersebut sekaligus menekan biaya operasional agar menjadi lebih renda. Saat ini KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah, seperti Pabrik Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran (Bandung), pabrik Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya yang berlokasi di Semarang dan Bali. Namun Hadi enggan merinci pabrik di daerah mana saja yang bakal ditutup.

BACA JUGA:
Ngantuk Berat Usai Minum Obat Migrain? Begini Cara Mengatasinya!


&amp;ldquo;Saya bicara historis-nya dulu ya, kenapa sih kita melakukan rasionalisasi kapasitas produksi? Tentu pertama itu merespons tantangan yang ada, tadi dijelaskan juga, salah satu tantangan kita, Kimia Farma, salah satunya terkait rasionalisasi fasilitas produksi,&amp;rdquo; ujar Hadi saat paparan Public Expose di Jakarta Timur, Selasa malam (25/6/2024).
&amp;ldquo;Nah, salah satu cara kita melakukan efisiensi itu tentu kita melakukan rasionalisasi fasilitas produksi yang mana fasilitas produksi kita itu sepuluh, kita akan rasionalisasi menjadi lima,&amp;rdquo; paparnya.
Dia mengaku, utilitas pabrik Kimia Farma masih di bawah 40%. Namun,  sarana penunjang pabrik ini dapat berjalan dengan baik atau maksimal,  jika jumlah pabrik harus dikurangi. Hadi yakin, melalui taktik ini  utilitas bisa di atas 40%.
&amp;ldquo;Dengan seperti itu, maka nantinya kita harapkan yang saat ini  utilisasi kita yang hari ini, kalau kemarin di paparan juga (RDP)  disampaikan ya, tiga shift kita itu kurang dari 40% gitu ya,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Nah, nanti dengan kita melakukan penataan ini akan meningkatkan  utilisasi kita, tentunya di atas 40%, dan juga terjadi proses efisiensi  yang lebih baik,&amp;rdquo; lanjut Hadi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau KAEF bakal menutup lima pabrik atau fasilitas produksi obat. Penutupan pabrik mulai dilakukan dalam 2-3 tahun ke depan.
Direktur Produksi dan Supply Chain KAEF Hadi Kardoko mengatakan, pengurangan jumlah pabrik perlu dilakukan agar bisnis perusahaan lebih efisien. Selain itu, untuk meningkatkan utilisasi pabrik itu sendiri.

BACA JUGA:
 Buntut Viral Bocah SD di Cianjur Konsumsi Obat Terlarang, Puluhan Kios Penjualnya Disegel 


Strategi tersebut sekaligus menekan biaya operasional agar menjadi lebih renda. Saat ini KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah, seperti Pabrik Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran (Bandung), pabrik Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya yang berlokasi di Semarang dan Bali. Namun Hadi enggan merinci pabrik di daerah mana saja yang bakal ditutup.

BACA JUGA:
Ngantuk Berat Usai Minum Obat Migrain? Begini Cara Mengatasinya!


&amp;ldquo;Saya bicara historis-nya dulu ya, kenapa sih kita melakukan rasionalisasi kapasitas produksi? Tentu pertama itu merespons tantangan yang ada, tadi dijelaskan juga, salah satu tantangan kita, Kimia Farma, salah satunya terkait rasionalisasi fasilitas produksi,&amp;rdquo; ujar Hadi saat paparan Public Expose di Jakarta Timur, Selasa malam (25/6/2024).
&amp;ldquo;Nah, salah satu cara kita melakukan efisiensi itu tentu kita melakukan rasionalisasi fasilitas produksi yang mana fasilitas produksi kita itu sepuluh, kita akan rasionalisasi menjadi lima,&amp;rdquo; paparnya.
Dia mengaku, utilitas pabrik Kimia Farma masih di bawah 40%. Namun,  sarana penunjang pabrik ini dapat berjalan dengan baik atau maksimal,  jika jumlah pabrik harus dikurangi. Hadi yakin, melalui taktik ini  utilitas bisa di atas 40%.
&amp;ldquo;Dengan seperti itu, maka nantinya kita harapkan yang saat ini  utilisasi kita yang hari ini, kalau kemarin di paparan juga (RDP)  disampaikan ya, tiga shift kita itu kurang dari 40% gitu ya,&amp;rdquo; beber dia.
&amp;ldquo;Nah, nanti dengan kita melakukan penataan ini akan meningkatkan  utilisasi kita, tentunya di atas 40%, dan juga terjadi proses efisiensi  yang lebih baik,&amp;rdquo; lanjut Hadi.</content:encoded></item></channel></rss>
