<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup 5 Pabrik, PHK Massal Hantui Karyawan Kimia Farma</title><description>Penutupan pabrik kimia farma berpotensi menimbulkan Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma"/><item><title>Tutup 5 Pabrik, PHK Massal Hantui Karyawan Kimia Farma</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma-TjDUfW6Ry8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penutupan pabrik obat ancam badai phk buruh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026174/tutup-5-pabrik-phk-massal-hantui-karyawan-kimia-farma-TjDUfW6Ry8.jpg</image><title>Penutupan pabrik obat ancam badai phk buruh (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Kimia Farma berencana menutup 5 pabrik produksi obat. Penutupan pabrik ini berpotensi menimbulkan Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Rencana penutupan lima pabrik bakal direalisasikan KAEF hingga 2-3 tahun mendatang. Aksi ini untuk menekan biaya operasional, efisiensi bisnis, dan meningkatkan utilitas pabrik.

BACA JUGA:
Negara Gagal Proteksi Industri Tekstil hingga PHK Massal

Direktur Produksi &amp;amp; Supply Chain KAEF, Hadi Kardoko memastikan, perusahaan tetap memperhatikan hak-hak karyawannya, bila jumlah pekerja harus dikurangi.
&amp;ldquo;Tentu kami memperhatikan betul kalau memang nantinya akan ada dampak (PHK),&amp;rdquo; ujar Hadi saat paparan Public Expose di Jakarta Timur, ditulis Rabu (26/6/2024).

BACA JUGA:
Ini Cara Jokowi Selamatkan Industri Tekstil di Tengah Badai PHK Massal

&amp;ldquo;Terhadap rasionalisasi pegawai, maka KAEF akan memperhatikan yang menjadi hak-hak dari karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, itu menjadi komitmen kami dalam hal ini,&amp;rdquo; paparnya.
Kendati PHK menghantui karyawan anggota Holding BUMN Farmasi itu, hingga saat ini Kimia Farma belum menghitung jumlah karyawan yang akan terdampak, imbas dari rasionalisasi fasilitas produksi.Selain ancaman PHK karyawan, anak usaha PT Bio Farma (Persero) ini  juga menghitung dampak lain akibat penutupan lima pabrik obat.
&amp;ldquo;Karyawan yang pasti saat ini kami lagi kalkulasi terkait dampak,  ketika nanti memang itu terjadi tentu kami tetap melakukan sesuai dengan  aturan-aturan yang berlaku,&quot; beber dia.
Saat ini, KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah,  seperti Pabrik Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran  (Bandung), pabrik Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik  Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya  yang berlokasi di Semarang dan Bali.
Hadi sendiri enggan merinci pabrik di daerah mana saja yang bakal ditutup ke depannya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Kimia Farma berencana menutup 5 pabrik produksi obat. Penutupan pabrik ini berpotensi menimbulkan Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Rencana penutupan lima pabrik bakal direalisasikan KAEF hingga 2-3 tahun mendatang. Aksi ini untuk menekan biaya operasional, efisiensi bisnis, dan meningkatkan utilitas pabrik.

BACA JUGA:
Negara Gagal Proteksi Industri Tekstil hingga PHK Massal

Direktur Produksi &amp;amp; Supply Chain KAEF, Hadi Kardoko memastikan, perusahaan tetap memperhatikan hak-hak karyawannya, bila jumlah pekerja harus dikurangi.
&amp;ldquo;Tentu kami memperhatikan betul kalau memang nantinya akan ada dampak (PHK),&amp;rdquo; ujar Hadi saat paparan Public Expose di Jakarta Timur, ditulis Rabu (26/6/2024).

BACA JUGA:
Ini Cara Jokowi Selamatkan Industri Tekstil di Tengah Badai PHK Massal

&amp;ldquo;Terhadap rasionalisasi pegawai, maka KAEF akan memperhatikan yang menjadi hak-hak dari karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, itu menjadi komitmen kami dalam hal ini,&amp;rdquo; paparnya.
Kendati PHK menghantui karyawan anggota Holding BUMN Farmasi itu, hingga saat ini Kimia Farma belum menghitung jumlah karyawan yang akan terdampak, imbas dari rasionalisasi fasilitas produksi.Selain ancaman PHK karyawan, anak usaha PT Bio Farma (Persero) ini  juga menghitung dampak lain akibat penutupan lima pabrik obat.
&amp;ldquo;Karyawan yang pasti saat ini kami lagi kalkulasi terkait dampak,  ketika nanti memang itu terjadi tentu kami tetap melakukan sesuai dengan  aturan-aturan yang berlaku,&quot; beber dia.
Saat ini, KAEF memiliki sepuluh pabrik obat di beberapa wilayah,  seperti Pabrik Sinkona (Subang), Pabrik Jakarta, Pabrik Banjaran  (Bandung), pabrik Marin Liza (Bandung).
Lalu, pabrik Lucas Djaja (Bandung), Pabrik Sungwun (Cikarang), Pabrik  Phapros (Semarang), Pabrik Watudakon (Jombang), dan dua pabrik lainnya  yang berlokasi di Semarang dan Bali.
Hadi sendiri enggan merinci pabrik di daerah mana saja yang bakal ditutup ke depannya.</content:encoded></item></channel></rss>
