<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejahterakan Nelayan, RI Gandeng Brunei Kembangkan Sektor Perikanan</title><description>Indonesia memperkuat sektor perikanan demi mensejahterakan nelayan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan"/><item><title>Sejahterakan Nelayan, RI Gandeng Brunei Kembangkan Sektor Perikanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan-uWZjdlG2pD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RI perkuat kerjasama sektor perikanan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026284/sejahterakan-nelayan-ri-gandeng-brunei-kembangkan-sektor-perikanan-uWZjdlG2pD.jpeg</image><title>RI perkuat kerjasama sektor perikanan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNi8xLzE4MTgyMS81L3g5MGY5YzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memperkuat sektor perikanan demi mensejahterakan nelayan. Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) menandatangani kerja sama perikanan di Brunei Darussalam.

BACA JUGA:
Pasar Perikanan Global Tembus Rp9.723 Triliun, Pengusaha: Percuma Kalau Tak Ada Realisasi


Penandatanganan langsung dilakukan oleh Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi dan Direktur Utama Golden Group Richard Chuang. Golden Corporation adalah perusahaan patungan antara Taiwan dan Kerajaan Brunei yang melakukan kegiatan tambak udang seluas 500 Ha dan pabrik pengolahan dengan kapasitas 20 ton per hari serta penangkapan ikan dengan pengolahan terbesar.

BACA JUGA:
Daftar Produk Perikanan RI yang Paling Banyak Diekspor dan Negara Tujuannya 


&quot;Diharapkan kerja sama ini dapat membantu KUD perikanan di Indonesia melalui kolaborasi bisnis maupun investasi serta dapat meningkatkan produksi koperasi perikanan Indonesia&quot;, ujar Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi dalam keterangannya yang di terima redaksi, Rabu (26/6/2024).
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina INKUD Ferry Juliantono  menyatakan bahwa kerja sama ini di harapkan dapat meningkatkan  kesejahteraan nelayan di Indonesia.
&amp;ldquo;Kita dukung sepenuhnya kegiatan yang akan mensukseskan program  presiden terpilih soal 'food security' khususnya menghilangkan  kemiskinan dan kekurangan gizi dengan modernisasi industri perikanan  kita&quot;, pungkas Ferry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNi8xLzE4MTgyMS81L3g5MGY5YzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memperkuat sektor perikanan demi mensejahterakan nelayan. Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) menandatangani kerja sama perikanan di Brunei Darussalam.

BACA JUGA:
Pasar Perikanan Global Tembus Rp9.723 Triliun, Pengusaha: Percuma Kalau Tak Ada Realisasi


Penandatanganan langsung dilakukan oleh Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi dan Direktur Utama Golden Group Richard Chuang. Golden Corporation adalah perusahaan patungan antara Taiwan dan Kerajaan Brunei yang melakukan kegiatan tambak udang seluas 500 Ha dan pabrik pengolahan dengan kapasitas 20 ton per hari serta penangkapan ikan dengan pengolahan terbesar.

BACA JUGA:
Daftar Produk Perikanan RI yang Paling Banyak Diekspor dan Negara Tujuannya 


&quot;Diharapkan kerja sama ini dapat membantu KUD perikanan di Indonesia melalui kolaborasi bisnis maupun investasi serta dapat meningkatkan produksi koperasi perikanan Indonesia&quot;, ujar Ketua Umum INKUD Portasius Nggedi dalam keterangannya yang di terima redaksi, Rabu (26/6/2024).
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina INKUD Ferry Juliantono  menyatakan bahwa kerja sama ini di harapkan dapat meningkatkan  kesejahteraan nelayan di Indonesia.
&amp;ldquo;Kita dukung sepenuhnya kegiatan yang akan mensukseskan program  presiden terpilih soal 'food security' khususnya menghilangkan  kemiskinan dan kekurangan gizi dengan modernisasi industri perikanan  kita&quot;, pungkas Ferry.</content:encoded></item></channel></rss>
