<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Kekeringan Panjang dan Gelombang Panas, Jokowi Andalkan Pompanisasi</title><description>Presiden Jokowi mengecek pelaksanaan bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi) di Kalimantan Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi"/><item><title>Antisipasi Kekeringan Panjang dan Gelombang Panas, Jokowi Andalkan Pompanisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi-zCtq6EBQ8A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi cek pompanisasi di Kalimantan (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026381/antisipasi-kekeringan-panjang-dan-gelombang-panas-jokowi-andalkan-pompanisasi-zCtq6EBQ8A.jpg</image><title>Jokowi cek pompanisasi di Kalimantan (Foto: Setpres)</title></images><description>


JAKARTA - Presiden Jokowi mengecek pelaksanaan bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi) di Kalimantan Tengah. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung dari Juli hingga Oktober mendatang.
Dalam keterangannya usai peninjauan, Presiden mengatakan bahwa saat ini semua negara terdampak gelombang panas dan kekeringan panjang. Karena itu, semua negara mengalami penurunan produksi beras.

BACA JUGA:
Tinjau Pasar di Kalteng, Jokowi Distribusi Lancar dari Jawa ke Kalimantan

&quot;Banyak negara yang sebelumnya ekspor beras menjadi dipakai untuk dirinya sendiri. Negara kita juga sama, perkiraan dari BMKG nanti Juli, Agustus, September, Oktober dan mudah-mudahan enggak terus itu akan ada gelombang panas, kekeringan, yang itu harus diantisipasi. Oleh sebab itu disiapkan dulu antisipasinya, yang namanya pompanisasi,&quot; ujarnya.
Presiden menjelaskan bahwa pompanisasi di seluruh tanah air akan melibatkan distribusi awal sebanyak 20 ribu unit pompa, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi sekitar 70 ribu unit.
&quot;Untuk apa? Ya seperti ini, air yang di bawah sawahnya agak ke atas, enggak bisa naik ke atas gara-gara enggak ada hal kecil, pompa. Tapi ini menjadi sangat krusial,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Jokowi Senang Harga Pangan di Kalimantan dan Jawa Sama

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berinteraksi langsung dengan para petani. Menurut petani setempat, keberadaan pompa sudah memungkinkan peningkatan frekuensi panen.
&quot;Ya yang dulunya dua (kali panen) bisa jadi tiga. Yang sebelumnya satu (kali panen) bisa jadi dua atau tiga,&quot; jara Presiden, menandakan peningkatan signifikan dalam produktivitas pertanian.
Untuk wilayah Kotawaringin Timur sendiri, pemerintah telah mendistribusikan 31 pompa yang saat ini baru bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan yang ada. Presiden menambahkan bahwa Kementerian Pertanian akan berupaya memenuhi kebutuhan pompa secara keseluruhan untuk memastikan seluruh area dapat tercukupi.Presiden juga menyampaikan bahwa Kotawaringin Timur memiliki peran  penting sebagai salah satu penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara  (IKN) ke depannya. Menurutnya, jika produksi padi di kabupaten sekitar  naik, maka surplusnya akan dibawa ke IKN.
&quot;Kalau nanti indeksnya naik dari yang biasanya panen satu kali jadi  tiga kali artinya ada kelebihan produksi, dari situlah nanti akan dibawa  ke IKN. Tidak hanya Kotawaringin Timur saja, tapi juga  kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi,&quot; tutur Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yakni  Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi  Sadikin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan  Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran,  dan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.</description><content:encoded>


JAKARTA - Presiden Jokowi mengecek pelaksanaan bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi) di Kalimantan Tengah. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung dari Juli hingga Oktober mendatang.
Dalam keterangannya usai peninjauan, Presiden mengatakan bahwa saat ini semua negara terdampak gelombang panas dan kekeringan panjang. Karena itu, semua negara mengalami penurunan produksi beras.

BACA JUGA:
Tinjau Pasar di Kalteng, Jokowi Distribusi Lancar dari Jawa ke Kalimantan

&quot;Banyak negara yang sebelumnya ekspor beras menjadi dipakai untuk dirinya sendiri. Negara kita juga sama, perkiraan dari BMKG nanti Juli, Agustus, September, Oktober dan mudah-mudahan enggak terus itu akan ada gelombang panas, kekeringan, yang itu harus diantisipasi. Oleh sebab itu disiapkan dulu antisipasinya, yang namanya pompanisasi,&quot; ujarnya.
Presiden menjelaskan bahwa pompanisasi di seluruh tanah air akan melibatkan distribusi awal sebanyak 20 ribu unit pompa, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi sekitar 70 ribu unit.
&quot;Untuk apa? Ya seperti ini, air yang di bawah sawahnya agak ke atas, enggak bisa naik ke atas gara-gara enggak ada hal kecil, pompa. Tapi ini menjadi sangat krusial,&quot; jelasnya.

BACA JUGA:
Jokowi Senang Harga Pangan di Kalimantan dan Jawa Sama

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berinteraksi langsung dengan para petani. Menurut petani setempat, keberadaan pompa sudah memungkinkan peningkatan frekuensi panen.
&quot;Ya yang dulunya dua (kali panen) bisa jadi tiga. Yang sebelumnya satu (kali panen) bisa jadi dua atau tiga,&quot; jara Presiden, menandakan peningkatan signifikan dalam produktivitas pertanian.
Untuk wilayah Kotawaringin Timur sendiri, pemerintah telah mendistribusikan 31 pompa yang saat ini baru bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan yang ada. Presiden menambahkan bahwa Kementerian Pertanian akan berupaya memenuhi kebutuhan pompa secara keseluruhan untuk memastikan seluruh area dapat tercukupi.Presiden juga menyampaikan bahwa Kotawaringin Timur memiliki peran  penting sebagai salah satu penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara  (IKN) ke depannya. Menurutnya, jika produksi padi di kabupaten sekitar  naik, maka surplusnya akan dibawa ke IKN.
&quot;Kalau nanti indeksnya naik dari yang biasanya panen satu kali jadi  tiga kali artinya ada kelebihan produksi, dari situlah nanti akan dibawa  ke IKN. Tidak hanya Kotawaringin Timur saja, tapi juga  kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi,&quot; tutur Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yakni  Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi  Sadikin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan  Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran,  dan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.</content:encoded></item></channel></rss>
