<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahan Bakar Pesawat 100% Pakai Energi Terbarukan di 2030</title><description>Kemenhub menargetkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk bahan bakar pesawat di 2030</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030"/><item><title>Bahan Bakar Pesawat 100% Pakai Energi Terbarukan di 2030</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2024 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030-CpiOjqiuSO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahan Bakar Pesawat Pakai Energi Terbarukan di 2030. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/26/320/3026449/bahan-bakar-pesawat-100-pakai-energi-terbarukan-di-2030-CpiOjqiuSO.jpg</image><title>Bahan Bakar Pesawat Pakai Energi Terbarukan di 2030. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk bahan bakar pesawat di 2030. Hal ini guna menurunkan emisi gas buang yang dikontribusikan oleh sektor transportasi.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKKPU) M. Mauludin saat membuka pameran Heli Expo Asia (Hexia) 2024.

BACA JUGA:
Pertamina NRE-Masdar Teken Kerja Sama Energi Terbarukan di Indonesia dan Internasional

&quot;Kita dihadapkan pada tantangan yang akan kita hadapi di masa depan, masa depan penerbangan dipengaruhi oleh inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi,&quot; ujar Mauludin di Tangerang, Banten, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan akan berdampak cukup besar dalam rangka penurunan emisi gas buang, utamanya yang dihasilkan oleh para pelaku di industri penerbangan. Saat ini pemerintah sendiri tengah mengembangkan SAF (Sustainable Aviation Fuel), yang kedepan akan menjadi bahan bakar utama pesawat terbang.

BACA JUGA:
Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Diandalkan saat Libur Lebaran

&quot;Kita berkomitmen untuk penggunaan 100% energi terbarukan hingga tahun 2030 (untuk industri pesawat terbang),&quot; sambungnya.
Disamping itu, pemanfaatan teknologi digital juga akan diterapkan sebagai upaya monitoring penggunaan energi untuk industri penerbangan. Hal itu memperketat aturan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya menggunakan energi terbarukan.&quot;Kemenhub mendorong penerapan teknologi digital dan analisis untuk mengurangi konsumsi energi, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan,&quot; kata Mauludin.
&quot;Merupakan tanggung jawab kita bersama, untuk menjamin bahwa industri ini terus maju dan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penggunaan sumber energi terbarukan untuk bahan bakar pesawat di 2030. Hal ini guna menurunkan emisi gas buang yang dikontribusikan oleh sektor transportasi.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKKPU) M. Mauludin saat membuka pameran Heli Expo Asia (Hexia) 2024.

BACA JUGA:
Pertamina NRE-Masdar Teken Kerja Sama Energi Terbarukan di Indonesia dan Internasional

&quot;Kita dihadapkan pada tantangan yang akan kita hadapi di masa depan, masa depan penerbangan dipengaruhi oleh inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi,&quot; ujar Mauludin di Tangerang, Banten, Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan akan berdampak cukup besar dalam rangka penurunan emisi gas buang, utamanya yang dihasilkan oleh para pelaku di industri penerbangan. Saat ini pemerintah sendiri tengah mengembangkan SAF (Sustainable Aviation Fuel), yang kedepan akan menjadi bahan bakar utama pesawat terbang.

BACA JUGA:
Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Diandalkan saat Libur Lebaran

&quot;Kita berkomitmen untuk penggunaan 100% energi terbarukan hingga tahun 2030 (untuk industri pesawat terbang),&quot; sambungnya.
Disamping itu, pemanfaatan teknologi digital juga akan diterapkan sebagai upaya monitoring penggunaan energi untuk industri penerbangan. Hal itu memperketat aturan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya menggunakan energi terbarukan.&quot;Kemenhub mendorong penerapan teknologi digital dan analisis untuk mengurangi konsumsi energi, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan,&quot; kata Mauludin.
&quot;Merupakan tanggung jawab kita bersama, untuk menjamin bahwa industri ini terus maju dan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
