<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada 143 Pelabuhan Tikus di Batam, Pantas RI Dibanjiri Barang Ilegal</title><description>Bea Cukai mencatat ada sebanyak 143 pelabuhan tikus di wilayah Batam, Kepulauan Riau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal"/><item><title>Ada 143 Pelabuhan Tikus di Batam, Pantas RI Dibanjiri Barang Ilegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal-dqNIwskGYo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ada 143 pelabuhan tikus di Batam (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026709/ada-143-pelabuhan-tikus-di-batam-pantas-ri-dibanjiri-barang-ilegal-dqNIwskGYo.jpg</image><title>Ada 143 pelabuhan tikus di Batam (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC8xLzE4MTk2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BATAM &amp;ndash; Bea Cukai mencatat ada sebanyak 143 pelabuhan tikus di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, KPU BC Batam, Evi Octavia menyebut hal tersebut jadi tantangan tersendiri bagi pihak untuk melakukan pengawasan terhadap barang-barang selundupan.

BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih

Hal tersebut dikatakan Evi dalam diskusi 'Press Tour Kemenkeu' di kantor Bea Cukai Batam, Rabu (26/6/2024). Dia menyebut, secara keseluruhan terdapat 155 pelabuhan yang ada di Batam.
&quot;Ini tantangan pengawasan dan pelayanan yang ada di Batam, jadi di sini ini terdapat 155 pelabuhan di wilayah pengawasan BC batam di mana 12 pelabuhan merupakan pelabuhan resmi dan 143 merupakan pelabuhan tikus atau tidak resmi Yang tersebar di wilayah KPBPB Batam,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni Selama Sebulan Diprotes, Ini Penjelasan ASDP


Lebih rincinya, dari 143 Pelabuhan Tikus, 97 titik berada di pulau Batam, sedangkan 58 titik berada di sekitar pulau Batam.
&quot;Bisa dibayangkan dengan jumlah sedemikian banyak dengan SDM yang juga terbatas maka konsentrasi pengawasan kita juga sering memberikan suatu hal,&quot; ujarnya.
Guna memaksimalkan pengawasan terhadap pelabuhan tikus itu, Bea Cukai Batam mengelompokkan menjadi tiga bagian.
&quot;Ada 58 yang high risk, 32 yang medium risk dan yang low risk ada 53  dengan dikelompokkan ini maka pengawasnya bisa diawasi secara  baik,&quot;  katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC8xLzE4MTk2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BATAM &amp;ndash; Bea Cukai mencatat ada sebanyak 143 pelabuhan tikus di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, KPU BC Batam, Evi Octavia menyebut hal tersebut jadi tantangan tersendiri bagi pihak untuk melakukan pengawasan terhadap barang-barang selundupan.

BACA JUGA:
Server PDN Sempat Down, Ditjen Imigrasi Pastikan Sistem Perlintasan di Bandara dan Pelabuhan Sudah Pulih

Hal tersebut dikatakan Evi dalam diskusi 'Press Tour Kemenkeu' di kantor Bea Cukai Batam, Rabu (26/6/2024). Dia menyebut, secara keseluruhan terdapat 155 pelabuhan yang ada di Batam.
&quot;Ini tantangan pengawasan dan pelayanan yang ada di Batam, jadi di sini ini terdapat 155 pelabuhan di wilayah pengawasan BC batam di mana 12 pelabuhan merupakan pelabuhan resmi dan 143 merupakan pelabuhan tikus atau tidak resmi Yang tersebar di wilayah KPBPB Batam,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni Selama Sebulan Diprotes, Ini Penjelasan ASDP


Lebih rincinya, dari 143 Pelabuhan Tikus, 97 titik berada di pulau Batam, sedangkan 58 titik berada di sekitar pulau Batam.
&quot;Bisa dibayangkan dengan jumlah sedemikian banyak dengan SDM yang juga terbatas maka konsentrasi pengawasan kita juga sering memberikan suatu hal,&quot; ujarnya.
Guna memaksimalkan pengawasan terhadap pelabuhan tikus itu, Bea Cukai Batam mengelompokkan menjadi tiga bagian.
&quot;Ada 58 yang high risk, 32 yang medium risk dan yang low risk ada 53  dengan dikelompokkan ini maka pengawasnya bisa diawasi secara  baik,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
