<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun</title><description>Kemenkeu melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 hingga Mei diyakini tetap terjaga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun"/><item><title>APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun-QTjTZ98unS.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani jelaskan soal APBN dan Pendatan Negara (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026712/apbn-defisit-rp21-8-triliun-pendapatan-negara-tembus-rp1-123-5-triliun-QTjTZ98unS.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani jelaskan soal APBN dan Pendatan Negara (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjE5OS81L3g5MTBxNG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 hingga Mei diyakini tetap terjaga dengan keseimbangan primer positif meskipun telah mulai defisit.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pendapatan negara tercatat lebih rendah dibanding Mei 2023. Sampai dengan akhir Mei 2024, pendapatan negara dalam hal ini terdiri dari pajak, bea cukai dan PNBP serta hibah adalah sebesar Rp1.123,5 triliun.

BACA JUGA:
Arifin Tasrif Lantik Anak Mantan Menteri ESDM Jadi Sekretaris SKK Migas

&quot;Ini artinya kita telah mencapai 40,1 persen dari target APBN tahun ini, meskipun untuk pencapaian ini dari bulan Mei dari persentase cukup baik tapi kalo kita lihat dibandingkan tahun lalu bulan Mei terjadi penurunan 7,1 persen year on year,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Sritex PHK 3.000 Karyawan

Adapun sebelumnya tahun 2023 dan 2022 ada kenaikan harga dari komoditas luar biasa tinggi. Sehingga membukukan penerimaan dari sisi perpajakan dan PNBP yang tinggi.Untuk belanja negara hingga akhir Mei telah tercapai Rp1.145,3 triliun yang artinya telah membelanjakan dari seluruh total belanja negara 34,4 persen dari total pagu yang ada di APBN atau 14 persen lebih tinggi dari tahun lalu.
&quot;Posisi APBN hingga akhir Mei adalah keseimbangan primer masih membukukan positif atau surplus Rp184,2 triliun, namun total anggaran kita membukukan defisit Rp21,8 triliun atau 0,10 persen dari produk domestik bruto karena defisit biasanya diukur dari sisi persentase terhadap PDB,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjE5OS81L3g5MTBxNG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 hingga Mei diyakini tetap terjaga dengan keseimbangan primer positif meskipun telah mulai defisit.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pendapatan negara tercatat lebih rendah dibanding Mei 2023. Sampai dengan akhir Mei 2024, pendapatan negara dalam hal ini terdiri dari pajak, bea cukai dan PNBP serta hibah adalah sebesar Rp1.123,5 triliun.

BACA JUGA:
Arifin Tasrif Lantik Anak Mantan Menteri ESDM Jadi Sekretaris SKK Migas

&quot;Ini artinya kita telah mencapai 40,1 persen dari target APBN tahun ini, meskipun untuk pencapaian ini dari bulan Mei dari persentase cukup baik tapi kalo kita lihat dibandingkan tahun lalu bulan Mei terjadi penurunan 7,1 persen year on year,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Sritex PHK 3.000 Karyawan

Adapun sebelumnya tahun 2023 dan 2022 ada kenaikan harga dari komoditas luar biasa tinggi. Sehingga membukukan penerimaan dari sisi perpajakan dan PNBP yang tinggi.Untuk belanja negara hingga akhir Mei telah tercapai Rp1.145,3 triliun yang artinya telah membelanjakan dari seluruh total belanja negara 34,4 persen dari total pagu yang ada di APBN atau 14 persen lebih tinggi dari tahun lalu.
&quot;Posisi APBN hingga akhir Mei adalah keseimbangan primer masih membukukan positif atau surplus Rp184,2 triliun, namun total anggaran kita membukukan defisit Rp21,8 triliun atau 0,10 persen dari produk domestik bruto karena defisit biasanya diukur dari sisi persentase terhadap PDB,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
