<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Wanita Indonesia Jadi Direktur Bank Dunia</title><description>Indonesia meraih prestasi gemilang dengan penunjukan dua wanita terkemuka sebagai Direktur di Bank Dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia"/><item><title>2 Wanita Indonesia Jadi Direktur Bank Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia-YMchHb0ND9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">2 perempuan Indonesia pernah menjadi direktur World Bank (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026730/2-wanita-indonesia-jadi-direktur-bank-dunia-YMchHb0ND9.jpg</image><title>2 perempuan Indonesia pernah menjadi direktur World Bank (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Indonesia meraih prestasi gemilang dengan penunjukan dua wanita terkemuka sebagai Direktur di Bank Dunia. Hal tersebut menandai kontribusi mereka dalam ekonomi global.
Bank Dunia, sebagai salah satu lembaga pendanaan terbesar di dunia untuk negara-negara berkembang, telah melihat partisipasi dua orang Indonesia sebagai Direktur Pelaksana.

BACA JUGA:
3 Direktur Bank Dunia dari Indonesia, Ini Profilnya hingga Karier Cemerlang

Mereka dipilih atas dasar prestasi ekonomi mereka yang mengesankan, menjadikan mereka Srikandi Indonesia yang mengukir sejarah dalam lembaga keuangan internasional.
Kesuksesan dua wanita tersebut adalah sebuah pencapaian yang membanggakan dan menginspirasi banyak orang.
Berikut 2 wanita Indonesia yang jadi direktur Bank Dunia:

BACA JUGA:
Ternyata Segini Utang Indonesia di Bank Dunia

1.	Sri Mulyani Indrawati
Selama periode 2010 hingga 2016, Sri Mulyani Indrawati menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer di Bank Dunia, dengan tanggung jawab mengawasi operasional bank tersebut secara global.
Sebelum bergabung dengan Bank Dunia, Sri memiliki pengalaman sebagai menteri keuangan Indonesia dan juga sebagai menteri koordinator urusan ekonomi. Sebelumnya, Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan direktur eksekutif di Dana Moneter Internasional.
Dalam tugasnya sebagai direktur Bank Dunia, Ia bekerja sama dengan negara-negara klien dan anggota untuk merancang strategi operasional yang menanggapi tantangan pembangunan baru dan berkelanjutan.Strategi tersebut bertujuan untuk mendukung Bank Dunia dalam upaya mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga sering mewakili Kelompok Bank Dunia  dalam pertemuan G20 dan forum internasional lainnya. Ia juga bertanggung  jawab atas pengaturan strategis dan kerangka kebijakan IDA, yang  merupakan sumber bantuan utama bagi 77 negara termiskin di dunia.
Sri Mulyani juga aktif memimpin Dewan Penasihat Kelompok Bank Dunia  mengenai Gender dan Pembangunan, yang menghubungkan pemimpin dan ahli  global dalam diskusi tentang isu-isu gender, termasuk dari sektor  swasta.
Pengalaman Sri Mulyani tidak hanya menjabat sebagai Menteri dan  Direktur saja, Ia juga sebelumnya adalah anggota fakultas di Universitas  Indonesia dan profesor tamu di Sekolah Kebijakan Publik Andrew Young di  Universitas Negeri Georgia. Ia meraih gelar doktor ekonomi dari  Universitas Illinois dan gelar sarjana ekonomi dari Universitas  Indonesia.
Pada tahun 2016, Sri Mulyani Indrawati mengakhiri masa tugasnya di  Bank Dunia setelah dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk  menjabat kembali sebagai menteri keuangan.
2.	Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu juga merupakan salah satu direktur Bank Dunia dari  Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan  dan Kemitraan Bank Dunia pada tahun 2020.
Di Bank Dunia, ia berperan penting dalam memperkuat kemitraan global  dan mengembangkan kebijakan strategis untuk mendukung pembangunan  berkelanjutan di berbagai negara.
Jenjang pendidikan Mari Elka diantaranya memperoleh gelar sarjana dan  master di bidang ekonomi dari Australian National University, dan gelar  doktor di bidang ekonomi dari University of California di Davis.Sebelumnya, Mari Elka Pangestu dikenal sebagai Menteri Perdagangan  dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di tahun 2011  hingga 2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan  Indonesia dari tahun 2004 hingga 2011.
Sebagai direktur pelaksana, Mari Elka memimpin serta mengawasi  kelompok penelitian dan data di Bank Dunia (DEC), program kerja Kelompok  Praktik Global Bank Dunia, dan fungsi Hubungan Eksternal dan Korporat.
Mari Elka sangat dihormati sebagai ahli internasional dalam berbagai  isu global. Dia mengepalai Dewan Pengawas Institut Penelitian Kebijakan  Pangan Internasional (IFPRI) di Washington DC dan memberikan saran  sebagai penasihat untuk Komisi Global Geopolitik Transformasi Energi di  Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) di Abu Dhabi.
Lebih lanjut, Mari Elka telah mengumpulkan lebih dari tiga dekade  pengalaman yang luas di berbagai bidang, termasuk akademis, jalur kedua,  organisasi internasional, dan pemerintahan. Pengalamannya mencakup  perdagangan internasional, investasi, dan pembangunan dalam konteks  multilateral, regional, dan nasional.
Dirinya pernah menjadi Senior Fellow di Columbia School of  International and Public Affairs, Profesor Ekonomi Internasional di  Universitas Indonesia, serta sebagai asisten profesor di Lee Kuan Yew  School of Public Policy dan Crawford School of Public Policy di  Australian National University.
Selain itu, dia juga menjadi Anggota Dewan Biro Riset Ekonomi  Indonesia (IBER) dan Centre for Strategic and International Studies  (CSIS) di Jakarta.
Rekam jejaknya dalam posisi di dewan dan kelompok tugas meliputi  kepemimpinan dalam Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDSN),  peran sebagai salah satu ketua kelompok ahli untuk Panel Tingkat Tinggi  untuk Ekonomi Laut Berkelanjutan, serta partisipasi dalam inisiatif  kesehatan WHO dan Equal Access Initiative.</description><content:encoded>


JAKARTA - Indonesia meraih prestasi gemilang dengan penunjukan dua wanita terkemuka sebagai Direktur di Bank Dunia. Hal tersebut menandai kontribusi mereka dalam ekonomi global.
Bank Dunia, sebagai salah satu lembaga pendanaan terbesar di dunia untuk negara-negara berkembang, telah melihat partisipasi dua orang Indonesia sebagai Direktur Pelaksana.

BACA JUGA:
3 Direktur Bank Dunia dari Indonesia, Ini Profilnya hingga Karier Cemerlang

Mereka dipilih atas dasar prestasi ekonomi mereka yang mengesankan, menjadikan mereka Srikandi Indonesia yang mengukir sejarah dalam lembaga keuangan internasional.
Kesuksesan dua wanita tersebut adalah sebuah pencapaian yang membanggakan dan menginspirasi banyak orang.
Berikut 2 wanita Indonesia yang jadi direktur Bank Dunia:

BACA JUGA:
Ternyata Segini Utang Indonesia di Bank Dunia

1.	Sri Mulyani Indrawati
Selama periode 2010 hingga 2016, Sri Mulyani Indrawati menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer di Bank Dunia, dengan tanggung jawab mengawasi operasional bank tersebut secara global.
Sebelum bergabung dengan Bank Dunia, Sri memiliki pengalaman sebagai menteri keuangan Indonesia dan juga sebagai menteri koordinator urusan ekonomi. Sebelumnya, Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan direktur eksekutif di Dana Moneter Internasional.
Dalam tugasnya sebagai direktur Bank Dunia, Ia bekerja sama dengan negara-negara klien dan anggota untuk merancang strategi operasional yang menanggapi tantangan pembangunan baru dan berkelanjutan.Strategi tersebut bertujuan untuk mendukung Bank Dunia dalam upaya mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga sering mewakili Kelompok Bank Dunia  dalam pertemuan G20 dan forum internasional lainnya. Ia juga bertanggung  jawab atas pengaturan strategis dan kerangka kebijakan IDA, yang  merupakan sumber bantuan utama bagi 77 negara termiskin di dunia.
Sri Mulyani juga aktif memimpin Dewan Penasihat Kelompok Bank Dunia  mengenai Gender dan Pembangunan, yang menghubungkan pemimpin dan ahli  global dalam diskusi tentang isu-isu gender, termasuk dari sektor  swasta.
Pengalaman Sri Mulyani tidak hanya menjabat sebagai Menteri dan  Direktur saja, Ia juga sebelumnya adalah anggota fakultas di Universitas  Indonesia dan profesor tamu di Sekolah Kebijakan Publik Andrew Young di  Universitas Negeri Georgia. Ia meraih gelar doktor ekonomi dari  Universitas Illinois dan gelar sarjana ekonomi dari Universitas  Indonesia.
Pada tahun 2016, Sri Mulyani Indrawati mengakhiri masa tugasnya di  Bank Dunia setelah dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk  menjabat kembali sebagai menteri keuangan.
2.	Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu juga merupakan salah satu direktur Bank Dunia dari  Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan  dan Kemitraan Bank Dunia pada tahun 2020.
Di Bank Dunia, ia berperan penting dalam memperkuat kemitraan global  dan mengembangkan kebijakan strategis untuk mendukung pembangunan  berkelanjutan di berbagai negara.
Jenjang pendidikan Mari Elka diantaranya memperoleh gelar sarjana dan  master di bidang ekonomi dari Australian National University, dan gelar  doktor di bidang ekonomi dari University of California di Davis.Sebelumnya, Mari Elka Pangestu dikenal sebagai Menteri Perdagangan  dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di tahun 2011  hingga 2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan  Indonesia dari tahun 2004 hingga 2011.
Sebagai direktur pelaksana, Mari Elka memimpin serta mengawasi  kelompok penelitian dan data di Bank Dunia (DEC), program kerja Kelompok  Praktik Global Bank Dunia, dan fungsi Hubungan Eksternal dan Korporat.
Mari Elka sangat dihormati sebagai ahli internasional dalam berbagai  isu global. Dia mengepalai Dewan Pengawas Institut Penelitian Kebijakan  Pangan Internasional (IFPRI) di Washington DC dan memberikan saran  sebagai penasihat untuk Komisi Global Geopolitik Transformasi Energi di  Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) di Abu Dhabi.
Lebih lanjut, Mari Elka telah mengumpulkan lebih dari tiga dekade  pengalaman yang luas di berbagai bidang, termasuk akademis, jalur kedua,  organisasi internasional, dan pemerintahan. Pengalamannya mencakup  perdagangan internasional, investasi, dan pembangunan dalam konteks  multilateral, regional, dan nasional.
Dirinya pernah menjadi Senior Fellow di Columbia School of  International and Public Affairs, Profesor Ekonomi Internasional di  Universitas Indonesia, serta sebagai asisten profesor di Lee Kuan Yew  School of Public Policy dan Crawford School of Public Policy di  Australian National University.
Selain itu, dia juga menjadi Anggota Dewan Biro Riset Ekonomi  Indonesia (IBER) dan Centre for Strategic and International Studies  (CSIS) di Jakarta.
Rekam jejaknya dalam posisi di dewan dan kelompok tugas meliputi  kepemimpinan dalam Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDSN),  peran sebagai salah satu ketua kelompok ahli untuk Panel Tingkat Tinggi  untuk Ekonomi Laut Berkelanjutan, serta partisipasi dalam inisiatif  kesehatan WHO dan Equal Access Initiative.</content:encoded></item></channel></rss>
