<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp824,3 Triliun hingga Mei 2024</title><description>Kemenkeu mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp824,3 triliun sampai 31 Mei 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024"/><item><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp824,3 Triliun hingga Mei 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024-D27wihtAwX.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Realisasi Belanja Pemerintah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026733/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp824-3-triliun-hingga-mei-2024-D27wihtAwX.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Realisasi Belanja Pemerintah (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjE5OS81L3g5MTBxNG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp824,3 triliun sampai 31 Mei 2024. Artinya 33,4% dari pagu anggaran sudah dibelanjakan bulan Mei 2024 atau naik 15,4% secara tahunan (yoy).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, BPP mengalami kenaikan yang tinggi yaitu 15,4 persen dan artinya pemerintah pusat akselerasi belanja meningkat karena kegiatan seperti pemilu di Februari membutuhkan front loading yang banyak.

BACA JUGA:
APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun

&quot;Ini menyebabkan dibandingkan base line kita tahun lalu tidak ada pemilu tentu menimbulkan kenaikan yang signifikan yaitu 15,4 persen,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Juni 2024, Senin (27/6/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

Untuk belanja dari K/L mencapai Rp388,7 triliun atau 35,6% dari pagu, dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS, penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur dan dukungan pelaksanaan pemilu.Sedangkan Belanja Non K/L Rp435,6 triliun artinya 31,6 persen dari pagu, dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.
Dalam APBN 2024, Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjE5OS81L3g5MTBxNG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp824,3 triliun sampai 31 Mei 2024. Artinya 33,4% dari pagu anggaran sudah dibelanjakan bulan Mei 2024 atau naik 15,4% secara tahunan (yoy).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, BPP mengalami kenaikan yang tinggi yaitu 15,4 persen dan artinya pemerintah pusat akselerasi belanja meningkat karena kegiatan seperti pemilu di Februari membutuhkan front loading yang banyak.

BACA JUGA:
APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun

&quot;Ini menyebabkan dibandingkan base line kita tahun lalu tidak ada pemilu tentu menimbulkan kenaikan yang signifikan yaitu 15,4 persen,&quot; ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Juni 2024, Senin (27/6/2024).

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

Untuk belanja dari K/L mencapai Rp388,7 triliun atau 35,6% dari pagu, dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS, penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur dan dukungan pelaksanaan pemilu.Sedangkan Belanja Non K/L Rp435,6 triliun artinya 31,6 persen dari pagu, dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.
Dalam APBN 2024, Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
