<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun</title><description>Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) dana mengendap di perbankan pada Mei 2024 lebih rendah yaitu Rp192,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun"/><item><title>Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun-NBXnryFWlW.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Dana Pemda Mengendap (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026745/sri-mulyani-dana-pemda-mengendap-di-bank-turun-jadi-rp192-6-triliun-NBXnryFWlW.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Dana Pemda Mengendap (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) dana mengendap di perbankan pada Mei 2024 lebih rendah yaitu Rp192,6 triliun dari bulan sebelumnya.
Menurut dia nilainya hampir sama dengan periode saldo bank dari pemerintah daerah bulan lalu Rp192,7 triliun.

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

&quot;Dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp205 triliun ini mengalami penurunan. Tentu kita berharap sekali lagi transfer-transfer ke daerah itu kemudian bisa digunakan secara langsung sama seperti tadi belanja pemerintah pusat bisa disampaikan ke masyarakat berapa yang langsung dinikmati oleh masyarakat,&quot; jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).
Dalam hal ini, lanjut Sri Mulyani, dana yang mayoritas ada di bank dalam bentuk giro 73,64 persen yang artinya dicadangkan untuk penggunaan yang relatif segera dan dinilai cukup positif.

BACA JUGA:
APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun

Namun masih ada 23,18 persen yang ada di dalam deposito dan sisanya 3,19 persen dalam bentuk tabungan yang Menkeu sebut bisa dioptimalkan.Secara rinci, posisi dana Pemda di perbankan per Mei 2024 sebesar Rp192,6 triliun, turun sebesar Rp160 miliar dari posisi bulan lalu dan lebih rendah Rp12,53 triliun atau 6,11 persen dari posisi tahun sebelumnya (yoy).
Penurunan dana di perbankan tersebut antara lain dikontribusikan dari membaiknya kinerja serapan pemda serta pelaksanaan kebijakan penyaluran DBH Non-Tunai dengan skema TDF.
Dengan demikian, daerah perlu terus didorong untuk akselerasi belanja agar APBD mampu memberikan stimulus bagi perekonomian daerah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) dana mengendap di perbankan pada Mei 2024 lebih rendah yaitu Rp192,6 triliun dari bulan sebelumnya.
Menurut dia nilainya hampir sama dengan periode saldo bank dari pemerintah daerah bulan lalu Rp192,7 triliun.

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

&quot;Dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp205 triliun ini mengalami penurunan. Tentu kita berharap sekali lagi transfer-transfer ke daerah itu kemudian bisa digunakan secara langsung sama seperti tadi belanja pemerintah pusat bisa disampaikan ke masyarakat berapa yang langsung dinikmati oleh masyarakat,&quot; jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).
Dalam hal ini, lanjut Sri Mulyani, dana yang mayoritas ada di bank dalam bentuk giro 73,64 persen yang artinya dicadangkan untuk penggunaan yang relatif segera dan dinilai cukup positif.

BACA JUGA:
APBN Defisit Rp21,8 Triliun, Pendapatan Negara Tembus Rp1.123,5 Triliun

Namun masih ada 23,18 persen yang ada di dalam deposito dan sisanya 3,19 persen dalam bentuk tabungan yang Menkeu sebut bisa dioptimalkan.Secara rinci, posisi dana Pemda di perbankan per Mei 2024 sebesar Rp192,6 triliun, turun sebesar Rp160 miliar dari posisi bulan lalu dan lebih rendah Rp12,53 triliun atau 6,11 persen dari posisi tahun sebelumnya (yoy).
Penurunan dana di perbankan tersebut antara lain dikontribusikan dari membaiknya kinerja serapan pemda serta pelaksanaan kebijakan penyaluran DBH Non-Tunai dengan skema TDF.
Dengan demikian, daerah perlu terus didorong untuk akselerasi belanja agar APBD mampu memberikan stimulus bagi perekonomian daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
