<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Pajak Rp760,3 Triliun, Baru 38% dari Target APBN</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyebut penerimaan pajak mencapai Rp760,38 triliun hingga Mei 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn"/><item><title>Penerimaan Pajak Rp760,3 Triliun, Baru 38% dari Target APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn-UkdNEjmj7s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Penerimaan Pajak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026758/penerimaan-pajak-rp760-3-triliun-baru-38-dari-target-apbn-UkdNEjmj7s.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Penerimaan Pajak (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu)  Sri Mulyani Indrawati menyebut penerimaan pajak mencapai Rp760,38 triliun hingga Mei 2024. Artinya 38,23% dari target APBN 2024 sudah pemerintah kumpulkan.
&quot;Angka ini kalau kita lihat dekomposisinya untuk PPh Non Migas mengalami kontraksi 5,4% Rp443,73 triliun, untuk PPN dan PPnBM Rp282,34 triliun masih mengalami kenaikan 5,72%, untuk PPh Migas mengalami penurunan 38,38 persen atau Rp29,31 triliun,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun

Untuk PPN Non Migas terjadi kontraksi 5,41% karena adanya pelemahan harga komoditas yang menyebabkan perusahaan-perusahaan yang berada di sektor pertambangan mengalami penurunan keuntungan mereka dibanding tahun 2023.
&quot;Artinya mereka masih untung tapi keuntungannya menurun dan oleh karena itu pembayaran pajaknya mengalami penurunan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

Sri Mulyani menambahkan, untuk PBB dan pajak lainnya menurun disebabkan karena tidak terjadi kembali pembayaran tagihan pada tahun 2023.Sedangkan PPh Migas kontraksi karena penurunan lifting migas, padahal harga minyak cukup stabil dan dari siklus memberikan pendapatan lebih dalam rupiah, namun lifting mengalami penurunan.
&quot;Ini perlu untuk kita perhatikan dari sisi produktivitas minyak dan gas Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu)  Sri Mulyani Indrawati menyebut penerimaan pajak mencapai Rp760,38 triliun hingga Mei 2024. Artinya 38,23% dari target APBN 2024 sudah pemerintah kumpulkan.
&quot;Angka ini kalau kita lihat dekomposisinya untuk PPh Non Migas mengalami kontraksi 5,4% Rp443,73 triliun, untuk PPN dan PPnBM Rp282,34 triliun masih mengalami kenaikan 5,72%, untuk PPh Migas mengalami penurunan 38,38 persen atau Rp29,31 triliun,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun

Untuk PPN Non Migas terjadi kontraksi 5,41% karena adanya pelemahan harga komoditas yang menyebabkan perusahaan-perusahaan yang berada di sektor pertambangan mengalami penurunan keuntungan mereka dibanding tahun 2023.
&quot;Artinya mereka masih untung tapi keuntungannya menurun dan oleh karena itu pembayaran pajaknya mengalami penurunan,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Rupiah Terus Melemah ke Level Rp16.431 per USD, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada

Sri Mulyani menambahkan, untuk PBB dan pajak lainnya menurun disebabkan karena tidak terjadi kembali pembayaran tagihan pada tahun 2023.Sedangkan PPh Migas kontraksi karena penurunan lifting migas, padahal harga minyak cukup stabil dan dari siklus memberikan pendapatan lebih dalam rupiah, namun lifting mengalami penurunan.
&quot;Ini perlu untuk kita perhatikan dari sisi produktivitas minyak dan gas Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
