<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Subsidi Energi Rp56,9 Triliun hingga Mei 2024, Ini Rinciannya</title><description>Kemenkeu mencatat realisasi subsidi energi hingga akhir Mei 2024 mencapai Rp56,9 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya"/><item><title>Realisasi Subsidi Energi Rp56,9 Triliun hingga Mei 2024, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya-BjVBidR7vM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Subsidi Energi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/320/3026976/realisasi-subsidi-energi-rp56-9-triliun-hingga-mei-2024-ini-rinciannya-BjVBidR7vM.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Subsidi Energi (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi subsidi energi hingga akhir Mei 2024 mencapai Rp56,9 triliun, dengan rincian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp6,6 triliun, LPG tabung 3 Kg sebesar Rp26,80 triliun dan listrik sebesar Rp23,5 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, penggunaan subsidi energi untuk BBM telah disalurkan sebanyak 5,57 juta kiloliter atau turun 1,0% dari periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Masuk Turun Jadi Rp20,3 Triliun, Ini Kata Sri Mulyani

Selanjutnya, LPG 3 kg realisasinya mencapai 2,7 juta metrik ton dan tumbuh 1,9% dari periode yang sama tahun lalu. Terakhir, subsidi listrik mencapai 40,4 juta pelanggan atau meningkat 3,1% dari periode yang sama tahun lalu.
&quot;Untuk subsidi tadi Rp56,9 triliun itu yang ditagihkan dan sudah kami bayar, karena subsidi biasanya dibayarkan setiap bulan. Tapi untuk kompensasi, kita bayarkan 3 bulan sekali setelah di audit oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) ataupun oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),&quot; terang Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun

Isa menambahkan, untuk saat ini, tagihan yang sudah masuk yaitu untuk triwulan pertama 2024. Katanya, tagihan kompensasi ini berasal dari PLN dan Pertamina dengan total Rp53,8 triliun.Tapi, lanjut Isa, ini pun masih perlu diaudit oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu yang diperkirakan akan rampung dalam beberapa minggu ke depan.
&quot;Kami sampaikan, subsidi dan kompensasi 2023 sudah lunas semua dibayar oleh pemerintah. Kompensasinya totalnya adalah Rp201 triliun untuk Pertamina dan PLN,&quot; urainya.
Sementara itu, untuk triwulan I 2024 memcapai Rp53,8 triliun dan masih dalam proses audit oleh APIP.
&quot;Dan untuk kuartal 2 2024, tentunya baru kita akan terima tagihannya mungkin sekitar akhir juni atau awal agustus. Untuk 2024 ini kita belum membayarkan kiartal I ya karena memang prosesnya sedang berlangsung,&quot; pungkas Isa.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi subsidi energi hingga akhir Mei 2024 mencapai Rp56,9 triliun, dengan rincian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp6,6 triliun, LPG tabung 3 Kg sebesar Rp26,80 triliun dan listrik sebesar Rp23,5 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, penggunaan subsidi energi untuk BBM telah disalurkan sebanyak 5,57 juta kiloliter atau turun 1,0% dari periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Masuk Turun Jadi Rp20,3 Triliun, Ini Kata Sri Mulyani

Selanjutnya, LPG 3 kg realisasinya mencapai 2,7 juta metrik ton dan tumbuh 1,9% dari periode yang sama tahun lalu. Terakhir, subsidi listrik mencapai 40,4 juta pelanggan atau meningkat 3,1% dari periode yang sama tahun lalu.
&quot;Untuk subsidi tadi Rp56,9 triliun itu yang ditagihkan dan sudah kami bayar, karena subsidi biasanya dibayarkan setiap bulan. Tapi untuk kompensasi, kita bayarkan 3 bulan sekali setelah di audit oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) ataupun oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),&quot; terang Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Dana Pemda Mengendap di Bank Turun Jadi Rp192,6 Triliun

Isa menambahkan, untuk saat ini, tagihan yang sudah masuk yaitu untuk triwulan pertama 2024. Katanya, tagihan kompensasi ini berasal dari PLN dan Pertamina dengan total Rp53,8 triliun.Tapi, lanjut Isa, ini pun masih perlu diaudit oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu yang diperkirakan akan rampung dalam beberapa minggu ke depan.
&quot;Kami sampaikan, subsidi dan kompensasi 2023 sudah lunas semua dibayar oleh pemerintah. Kompensasinya totalnya adalah Rp201 triliun untuk Pertamina dan PLN,&quot; urainya.
Sementara itu, untuk triwulan I 2024 memcapai Rp53,8 triliun dan masih dalam proses audit oleh APIP.
&quot;Dan untuk kuartal 2 2024, tentunya baru kita akan terima tagihannya mungkin sekitar akhir juni atau awal agustus. Untuk 2024 ini kita belum membayarkan kiartal I ya karena memang prosesnya sedang berlangsung,&quot; pungkas Isa.</content:encoded></item></channel></rss>
