<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi Proyek Sonic Bay Batal, Kepercayaan Investor ke RI Berkurang?</title><description>Investor menyatakan mundur pada proyek proyek Sonic Bay senilai USD2,6 miliar di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang"/><item><title>Investasi Proyek Sonic Bay Batal, Kepercayaan Investor ke RI Berkurang?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang-hVsdvWEd52.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batalnya proyek bay sonic tidak berpengaruh terhadap kepercayaan investor (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/320/3027273/investasi-proyek-sonic-bay-batal-kepercayaan-investor-ke-ri-berkurang-hVsdvWEd52.jpg</image><title>Batalnya proyek bay sonic tidak berpengaruh terhadap kepercayaan investor (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Ny81L3g5MGgzbjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor menyatakan mundur pada proyek proyek Sonic Bay senilai USD2,6 miliar di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan memastikan mundurnya tidak pengaruhi kepercayaan investor asing yang lain, terutama untuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik.

BACA JUGA:
Investor Pasar Modal Tembus 13 Juta Orang, BEI: Keyakinan Investasi Masih Terjaga

&quot;Kami melihat hilirisasi untuk ekosistem baterai kendaraan listrik masih sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, baru-baru saja Indonesia mendapat peringkat 27 pada World Competitiveness Ranking (WCR) 2024. Top 3 terbaik di wilayah ASEAN,&quot; kata Nurul dalam keterangan resminya dikutip Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Anti Ribet, Intip Cara Gampang Investasi Berikut


Menurutnya, minat investor asing di sektor hilirisasi tetap tinggi dan bahkan beberapa proyek investasi di sektor tersebut telah mencapai tahap realisasi. Sebagai contoh, proyek smelter tembaga terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur resmi beroperasi mulai 27 Juni 2024.
Selain itu menurutnya, produksi massal baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia akan dimulai oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat pada Juli 2024 dan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Bidang Hubungan dengan Daerah  Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa menambahkan daya saing Indonesia  menempati peringkat tertinggi berdasarkan International Institute for  Management Development (IMD) melalui rilis World Competitiveness Ranking  (WCR) 2024 tentang daya saing berbagai negara dunia beberapa waktu yang  lalu.
Melalui laporan terbaru ini, Indonesia menempati peringkat 27 dari 67  negara, naik 7 peringkat dari tahun lalu di posisi 34, dengan skor  71,52.
&quot;Secara institusi, pemerintah memang banyak berbenah. Tahun 2020  dibuat UU CK (Undang-Undang Cipta Kerja) yang disempurnakan tahun 2023  melalui Perppu CK. Di sini kita juga menekankan ekonomi yang lebih  inklusif, memberdayakan UMKM. Tidak hanya di Kementerian Investasi,  seluruh kementerian/lembaga konsisten menerapkannya,&quot; imbuh Tina.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Ny81L3g5MGgzbjI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor menyatakan mundur pada proyek proyek Sonic Bay senilai USD2,6 miliar di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan memastikan mundurnya tidak pengaruhi kepercayaan investor asing yang lain, terutama untuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik.

BACA JUGA:
Investor Pasar Modal Tembus 13 Juta Orang, BEI: Keyakinan Investasi Masih Terjaga

&quot;Kami melihat hilirisasi untuk ekosistem baterai kendaraan listrik masih sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, baru-baru saja Indonesia mendapat peringkat 27 pada World Competitiveness Ranking (WCR) 2024. Top 3 terbaik di wilayah ASEAN,&quot; kata Nurul dalam keterangan resminya dikutip Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Anti Ribet, Intip Cara Gampang Investasi Berikut


Menurutnya, minat investor asing di sektor hilirisasi tetap tinggi dan bahkan beberapa proyek investasi di sektor tersebut telah mencapai tahap realisasi. Sebagai contoh, proyek smelter tembaga terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur resmi beroperasi mulai 27 Juni 2024.
Selain itu menurutnya, produksi massal baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia akan dimulai oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat pada Juli 2024 dan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Bidang Hubungan dengan Daerah  Kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa menambahkan daya saing Indonesia  menempati peringkat tertinggi berdasarkan International Institute for  Management Development (IMD) melalui rilis World Competitiveness Ranking  (WCR) 2024 tentang daya saing berbagai negara dunia beberapa waktu yang  lalu.
Melalui laporan terbaru ini, Indonesia menempati peringkat 27 dari 67  negara, naik 7 peringkat dari tahun lalu di posisi 34, dengan skor  71,52.
&quot;Secara institusi, pemerintah memang banyak berbenah. Tahun 2020  dibuat UU CK (Undang-Undang Cipta Kerja) yang disempurnakan tahun 2023  melalui Perppu CK. Di sini kita juga menekankan ekonomi yang lebih  inklusif, memberdayakan UMKM. Tidak hanya di Kementerian Investasi,  seluruh kementerian/lembaga konsisten menerapkannya,&quot; imbuh Tina.</content:encoded></item></channel></rss>
