<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Hanya Kasih Pinjaman tapi Fintech Harus Pikirkan Keberlanjutan UMKM</title><description>Aftech mengungkapkan kenaikan tren prinsip-prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis fintech</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm"/><item><title>Jangan Hanya Kasih Pinjaman tapi Fintech Harus Pikirkan Keberlanjutan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm-fRP8QcMu9d.png" expression="full" type="image/jpeg">Fintech Harus Pikirkan Keberlanjutan UMKM. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/320/3027507/jangan-hanya-kasih-pinjaman-tapi-fintech-harus-pikirkan-keberlanjutan-umkm-fRP8QcMu9d.png</image><title>Fintech Harus Pikirkan Keberlanjutan UMKM. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengungkapkan kenaikan tren prinsip-prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis fintech. Oleh karena itu, tidak hanya pembiayaan yang menjadi prioritas, tetapi juga dukungan dan dorongan mengadopsi praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Yasmine Meylia mengatakan, seiring berkembangnya industri, penting untuk tidak hanya memfasilitasi pinjaman tetapi juga secara aktif mendukung ekosistem keuangan.

BACA JUGA:
5 Fakta Fintech Bukan Pinjol hingga Penyebab Orang Tak Mau Bayar Utang

&amp;ldquo;Memastikan bahwa pertumbuhan UMKM disertai dengan akuntabilitas dan dedikasi terhadap dampak sosial positif menegaskan pentingnya Impact Report ini sebagai instrumen untuk mendorong perubahan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Ogah Bayar Utang Fintech

Afteck pun melakukan kolaboratif dengan KoinWorks dan berbagai pemangku kepentingan di industri dan ekosistem fintech untuk mempromosikan implementasi ESG bagi UMKM dan pembiayaan berkelanjutan berakar pada kerangka kerja ESG yang disepakati secara global. Salah satu perjanjian internasional terbaru yang diumumkan adalah pada ESG Fintech Summit 2024 di London.Di mana Program Sirius diluncurkan. Inisiatif ini, yang dipimpin oleh 13 perusahaan fintech terkemuka di kawasan Asia-Pasifik, berfokus pada peningkatan keberlanjutan dan inklusi bagi UMKM, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Secara umum, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi UMKM, termasuk meningkatkan akses ke pembiayaan berkelanjutan, mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam komunitas, menyediakan solusi digital untuk pertumbuhan, dan membantu UMKM menyederhanakan pelaporan keberlanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengungkapkan kenaikan tren prinsip-prinsip keberlanjutan dalam praktik bisnis fintech. Oleh karena itu, tidak hanya pembiayaan yang menjadi prioritas, tetapi juga dukungan dan dorongan mengadopsi praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Yasmine Meylia mengatakan, seiring berkembangnya industri, penting untuk tidak hanya memfasilitasi pinjaman tetapi juga secara aktif mendukung ekosistem keuangan.

BACA JUGA:
5 Fakta Fintech Bukan Pinjol hingga Penyebab Orang Tak Mau Bayar Utang

&amp;ldquo;Memastikan bahwa pertumbuhan UMKM disertai dengan akuntabilitas dan dedikasi terhadap dampak sosial positif menegaskan pentingnya Impact Report ini sebagai instrumen untuk mendorong perubahan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Ogah Bayar Utang Fintech

Afteck pun melakukan kolaboratif dengan KoinWorks dan berbagai pemangku kepentingan di industri dan ekosistem fintech untuk mempromosikan implementasi ESG bagi UMKM dan pembiayaan berkelanjutan berakar pada kerangka kerja ESG yang disepakati secara global. Salah satu perjanjian internasional terbaru yang diumumkan adalah pada ESG Fintech Summit 2024 di London.Di mana Program Sirius diluncurkan. Inisiatif ini, yang dipimpin oleh 13 perusahaan fintech terkemuka di kawasan Asia-Pasifik, berfokus pada peningkatan keberlanjutan dan inklusi bagi UMKM, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Secara umum, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi UMKM, termasuk meningkatkan akses ke pembiayaan berkelanjutan, mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam komunitas, menyediakan solusi digital untuk pertumbuhan, dan membantu UMKM menyederhanakan pelaporan keberlanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
