<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Bangun UMKM, Harus Paham Core Bisnis</title><description>Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis"/><item><title>Tips Bangun UMKM, Harus Paham Core Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis</guid><pubDate>Jum'at 28 Juni 2024 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis-qsX0PUQCO0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips membangun bisnis UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/28/455/3027246/tips-bangun-umkm-harus-paham-core-bisnis-qsX0PUQCO0.jpg</image><title>Tips membangun bisnis UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMy8xLzE4MjA1MC81L3g5MHNqdTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak ekonomi Indonesia. Calon pelaku usaha yang akan memulai suatu bisnis termasuk bisnis UMKM tentunya dibutuhkan rencana dan persiapan yang baik.
Para calon pelaku usaha tentunya juga perlu memperhatikan beberapa hal untuk membangun dan mengembangkan usahanya, seperti konsistensi hingga value.

BACA JUGA:
Pelaku UMKM Angkat Bicara soal RI Dibanjiri Barang Impor


Chief Operating Officer Rappo Indonesia, Andi Nurul Ulum atau Noe membagikan beberapa tips dalam membangun bisnis yaitu, perlunya mengetahui terlebih dahulu mengenai produk apa yang akan ditawarkan dan mencari core dari bisnis yang akan dibangun.
&amp;ldquo;Kalo Rappo sendiri kan value nya kita ada di lingkungan dan perempuan, kita mau sebagai social enterprise, kita nih tidak hanya cari profit saja tapi kita mau ada value ke lingkungan which is itu kita saving single use plastic, sehingga plastiknya itu tidak berakhir di lautan maupun TPA,&amp;rdquo; ujar Noe, Jakarta, ditulis Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Perluas Pasar, UMKM di RI Manfaatkan Digitalisasi dan AI


Selanjutnya, Chief Marketing Officer Rolic Essential Oil, Saefurrahman Lubis juga membagikan tips membangun bisnis. Ia mengatakan bahwa bisnis yang akan dibangun dapat dilihat dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, sehingga bisnis yang dibuat tersebut dapat memberikan solusi untuk permasalahan di lingkungan sekitar.
&amp;ldquo;Kalau dari saya sendiri, lihat masalah yang ada di sekitar. Jadi masalah apa yang ada di sekitar misalnya, sampah, pekerjaan, yang ada di sekitar. Jadi kalau bisa memberikan suatu solusi yang bisa mengcover semua masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar,&amp;rdquo; kata Lubis.
Menurut pemilik bisnis UMKM Manique.co, Fadhilah turut juga  membagikan tips membangun bisnis berdasarkan pengalamannya. Fadhila  mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, dalam membangun bisnis calon  pelaku usaha harus fokus, mengikuti perkembangan zaman dan konsisten.
&amp;ldquo;Kalau berdasarkan pengalaman aku, untuk UMKM itu memang kita harus  fokus ya gak bisa nyambi, kebanyakan orang kan nyambi ya, nyambi kantor  sama nyambi UMKM, nah menurut aku misalnya mau memang UMKM-nya  berkembang terus lebih maju lagi, sales nya lebih banyak, itu harus  fokus dan mengikuti zaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Pemilik bisnis Caviarwear, Stefany Halim juga turut membagikan pengalamannya dalam membangun usahanya.
&amp;ldquo;Dari waktu ke waktu kita pelajari, kaya apa sih yang sebenarnya dibutuhkan di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Stefany.
Selain itu, Stefany juga membedakan produk batiknya dengan produk  batik yang lain. Dimana bisnis batik yang dimilikinya dibuat lebih  modern.
&amp;ldquo;Jadi saya bikin batik saya warnanya pastel, terang jadi anak-anak  muda terlihat modern, tetap stylish, kekinian dan juga bisa dipakai  untuk semua acara,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMy8xLzE4MjA1MC81L3g5MHNqdTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak ekonomi Indonesia. Calon pelaku usaha yang akan memulai suatu bisnis termasuk bisnis UMKM tentunya dibutuhkan rencana dan persiapan yang baik.
Para calon pelaku usaha tentunya juga perlu memperhatikan beberapa hal untuk membangun dan mengembangkan usahanya, seperti konsistensi hingga value.

BACA JUGA:
Pelaku UMKM Angkat Bicara soal RI Dibanjiri Barang Impor


Chief Operating Officer Rappo Indonesia, Andi Nurul Ulum atau Noe membagikan beberapa tips dalam membangun bisnis yaitu, perlunya mengetahui terlebih dahulu mengenai produk apa yang akan ditawarkan dan mencari core dari bisnis yang akan dibangun.
&amp;ldquo;Kalo Rappo sendiri kan value nya kita ada di lingkungan dan perempuan, kita mau sebagai social enterprise, kita nih tidak hanya cari profit saja tapi kita mau ada value ke lingkungan which is itu kita saving single use plastic, sehingga plastiknya itu tidak berakhir di lautan maupun TPA,&amp;rdquo; ujar Noe, Jakarta, ditulis Jumat (28/6/2024).

BACA JUGA:
Perluas Pasar, UMKM di RI Manfaatkan Digitalisasi dan AI


Selanjutnya, Chief Marketing Officer Rolic Essential Oil, Saefurrahman Lubis juga membagikan tips membangun bisnis. Ia mengatakan bahwa bisnis yang akan dibangun dapat dilihat dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, sehingga bisnis yang dibuat tersebut dapat memberikan solusi untuk permasalahan di lingkungan sekitar.
&amp;ldquo;Kalau dari saya sendiri, lihat masalah yang ada di sekitar. Jadi masalah apa yang ada di sekitar misalnya, sampah, pekerjaan, yang ada di sekitar. Jadi kalau bisa memberikan suatu solusi yang bisa mengcover semua masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar,&amp;rdquo; kata Lubis.
Menurut pemilik bisnis UMKM Manique.co, Fadhilah turut juga  membagikan tips membangun bisnis berdasarkan pengalamannya. Fadhila  mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, dalam membangun bisnis calon  pelaku usaha harus fokus, mengikuti perkembangan zaman dan konsisten.
&amp;ldquo;Kalau berdasarkan pengalaman aku, untuk UMKM itu memang kita harus  fokus ya gak bisa nyambi, kebanyakan orang kan nyambi ya, nyambi kantor  sama nyambi UMKM, nah menurut aku misalnya mau memang UMKM-nya  berkembang terus lebih maju lagi, sales nya lebih banyak, itu harus  fokus dan mengikuti zaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Pemilik bisnis Caviarwear, Stefany Halim juga turut membagikan pengalamannya dalam membangun usahanya.
&amp;ldquo;Dari waktu ke waktu kita pelajari, kaya apa sih yang sebenarnya dibutuhkan di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Stefany.
Selain itu, Stefany juga membedakan produk batiknya dengan produk  batik yang lain. Dimana bisnis batik yang dimilikinya dibuat lebih  modern.
&amp;ldquo;Jadi saya bikin batik saya warnanya pastel, terang jadi anak-anak  muda terlihat modern, tetap stylish, kekinian dan juga bisa dipakai  untuk semua acara,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
