<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: IKN Kota Pertama di Dunia yang 100% Pakai Energi Terbarukan</title><description>IKN menjadi kota pertama di Indonesia dan dunia yang 100 persen menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan"/><item><title>Erick Thohir: IKN Kota Pertama di Dunia yang 100% Pakai Energi Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan</guid><pubDate>Minggu 30 Juni 2024 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan-xW7ke6fEf4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN kota pertama di dunia yang 100% pakai energi terbarukan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/30/470/3028090/erick-thohir-ikn-kota-pertama-di-dunia-yang-100-pakai-energi-terbarukan-xW7ke6fEf4.jpg</image><title>IKN kota pertama di dunia yang 100% pakai energi terbarukan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Mi81L3g5MGd2Nmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi kota pertama di Indonesia dan dunia yang 100 persen menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau sejumlah pembangunan proyek di IKN.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Siap Penuhi Listrik dan Gas di IKN Jelang HUT ke-79 RI


&amp;ldquo;Ini akan menjadi kota pertama di Indonesia atau bahkan di dunia yang 100 persen menggunakan energi baru terbarukan,&amp;rdquo; ujar Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Minggu (30/6/2024).
Sebagai Ibu Kota, IKN dibangun dan mengedepankan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Hal itu sekaligus mengurangi didominasi pembangkit listrik yang berasal dari energi fosil dan menjadi energi primer di Indonesia saat ini.

BACA JUGA:
Soal IKN, Pemerintah Kembali Tegaskan untuk Pemerataan Pembangunan


Di sektor kelistrikan di IKN, PT PLN (Persero) memproduksi 10 megawatt yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bahkan, perseroan terus meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 50 megawatt.
Erick menilai, sumber energi ini menjadi awal dari implementasi EBT di IKN, termasuk sebagai antitesis atas asumsi pesimistis yang mengatakan IKN sulit memakai energi surya yang ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Banyak yang pesimistis energi listrik di IKN bisa menggunakan energi surya yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Hari ini terbukti, PLN sudah mampu memproduksi 10 megawatt dari  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLN masih akan terus  meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 50 megawatt untuk kebutuhan  energi hijau di IKN,&amp;rdquo; lanjut dia.
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan PLTS sebagai  implementasi prinsip pembangunan Nusantara menuju kota nol emisi karbon.  Pengembangan PLTS Ibu Kota Nusantara menjadi bagian tidak terpisahkan  dari prinsip IKN sebagai kota hijau, cerdas dan berkelanjutan.
Prinsip pembangunan Nusantara berupa kota nol emisi karbon diwujudkan  melalui penyediaan sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Keberadaan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk dan ekosistem industri, seperti kendaraan listrik.
Pemindahan ibu kota ke Nusantara juga merupakan upaya transformasi  sistem ketenagalistrikan yang berorientasi masa depan. Sehingga  Nusantara menjadi kota yang dibangun dengan sistem ketenagalistrikan  berbasis energi bersih terbarukan, terjangkau dengan prinsip value for  money dan layanan berkelanjutan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Mi81L3g5MGd2Nmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi kota pertama di Indonesia dan dunia yang 100 persen menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau sejumlah pembangunan proyek di IKN.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Siap Penuhi Listrik dan Gas di IKN Jelang HUT ke-79 RI


&amp;ldquo;Ini akan menjadi kota pertama di Indonesia atau bahkan di dunia yang 100 persen menggunakan energi baru terbarukan,&amp;rdquo; ujar Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Minggu (30/6/2024).
Sebagai Ibu Kota, IKN dibangun dan mengedepankan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Hal itu sekaligus mengurangi didominasi pembangkit listrik yang berasal dari energi fosil dan menjadi energi primer di Indonesia saat ini.

BACA JUGA:
Soal IKN, Pemerintah Kembali Tegaskan untuk Pemerataan Pembangunan


Di sektor kelistrikan di IKN, PT PLN (Persero) memproduksi 10 megawatt yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bahkan, perseroan terus meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 50 megawatt.
Erick menilai, sumber energi ini menjadi awal dari implementasi EBT di IKN, termasuk sebagai antitesis atas asumsi pesimistis yang mengatakan IKN sulit memakai energi surya yang ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Banyak yang pesimistis energi listrik di IKN bisa menggunakan energi surya yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;ldquo;Hari ini terbukti, PLN sudah mampu memproduksi 10 megawatt dari  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLN masih akan terus  meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai 50 megawatt untuk kebutuhan  energi hijau di IKN,&amp;rdquo; lanjut dia.
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan PLTS sebagai  implementasi prinsip pembangunan Nusantara menuju kota nol emisi karbon.  Pengembangan PLTS Ibu Kota Nusantara menjadi bagian tidak terpisahkan  dari prinsip IKN sebagai kota hijau, cerdas dan berkelanjutan.
Prinsip pembangunan Nusantara berupa kota nol emisi karbon diwujudkan  melalui penyediaan sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Keberadaan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk dan ekosistem industri, seperti kendaraan listrik.
Pemindahan ibu kota ke Nusantara juga merupakan upaya transformasi  sistem ketenagalistrikan yang berorientasi masa depan. Sehingga  Nusantara menjadi kota yang dibangun dengan sistem ketenagalistrikan  berbasis energi bersih terbarukan, terjangkau dengan prinsip value for  money dan layanan berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
