<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ajukan Anggaran PMN Rp6,1 Triliun untuk 4 BUMN</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,1 triliun untuk empat BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn"/><item><title>Sri Mulyani Ajukan Anggaran PMN Rp6,1 Triliun untuk 4 BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2024 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn-3VsGqTsKNS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ajukan anggaran PMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028414/sri-mulyani-ajukan-anggaran-pmn-rp6-1-triliun-untuk-4-bumn-3VsGqTsKNS.jpg</image><title>Sri Mulyani ajukan anggaran PMN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,1 triliun untuk empat Badan usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Tanah.
Bendahara Negara itu meminta restu DPR untuk menggunakan dana PMN bersumber dari cadangan pembiayaan investasi.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Siap Penuhi Listrik dan Gas di IKN Jelang HUT ke-79 RI


&quot;Mengenai penggunaan cadangan pembiayaan investasi yang dalam UU APBN 2024 sebesar Rp13,6 triliun, pada hari ini kami ajukan penggunaannya hanya Rp6,1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI terkait Pengantar Pendalaman PMN APBN 2024, Senin (1/7/2024).
Rinciannya, PMN itu bakal digelontorkan untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) sebesar Rp965 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia  Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp1 triliun dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun.

BACA JUGA:
BUMN Setor Dividen Rp58,8 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harap Ada Tambahan Lagi


Selain pembiayaan cadangan investasi, Sri Mulyani menerangkan bahwa PMN juga akan digunakan untuk alokasi kewajiban penjaminan sebesar Rp635 miliar.
&quot;Kami juga melakukan alokasi kewajiban penjaminan, karena pemerintah sering memberikan penjaminan, dan dalam hal ini kita menyediakan atau mencadangkan dana untuk penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call ini Rp635 miliar,&quot; ungkap Sri Mulyani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen  KN), Rionald Silaban menjelaskan bahwa PMN Rp2 triliun untuk PT KAI  akan diusulkan untuk pemenuhan belanja modal, retrofit, dan pengadaan  set KRL.
&quot;Untuk PMN Hutama Karya sebesar Rp1 triliun digunakan untuk  menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas  Palembang-Betung,&quot; terangnya.
Selanjutnya, usulan PMN untuk INKA bakal digunakan untuk pembangunan  line 2 di pabrik Banyuwangi yang memproduksi kereta berbahan stainless  steel. Rionald menerangkan, suntikan modal kepada Pelni dimohonkan  sebesar Rp500 miliar untuk tambahan modal belanja bagi pembelian satu  unit kapal baru dalam rangka peremajaan armada kapal Pelni.
Terakhir, PMN sebesar Rp1 triliun untuk Bank Tanah akan digunakan  untuk pemenuhan Bank Tanah sesuai pada amanat Peraturan Pemerintah  64/2021 tentang Badan Bank Tanah pasal 43 ayat 1.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8wNS8xLzE4MDM1Mi81L3g4eTB0ZzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp6,1 triliun untuk empat Badan usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Tanah.
Bendahara Negara itu meminta restu DPR untuk menggunakan dana PMN bersumber dari cadangan pembiayaan investasi.

BACA JUGA:
Erick Thohir: BUMN Siap Penuhi Listrik dan Gas di IKN Jelang HUT ke-79 RI


&quot;Mengenai penggunaan cadangan pembiayaan investasi yang dalam UU APBN 2024 sebesar Rp13,6 triliun, pada hari ini kami ajukan penggunaannya hanya Rp6,1 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI terkait Pengantar Pendalaman PMN APBN 2024, Senin (1/7/2024).
Rinciannya, PMN itu bakal digelontorkan untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) sebesar Rp965 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia  Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp1 triliun dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun.

BACA JUGA:
BUMN Setor Dividen Rp58,8 Triliun, Sri Mulyani: Kita Harap Ada Tambahan Lagi


Selain pembiayaan cadangan investasi, Sri Mulyani menerangkan bahwa PMN juga akan digunakan untuk alokasi kewajiban penjaminan sebesar Rp635 miliar.
&quot;Kami juga melakukan alokasi kewajiban penjaminan, karena pemerintah sering memberikan penjaminan, dan dalam hal ini kita menyediakan atau mencadangkan dana untuk penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call ini Rp635 miliar,&quot; ungkap Sri Mulyani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen  KN), Rionald Silaban menjelaskan bahwa PMN Rp2 triliun untuk PT KAI  akan diusulkan untuk pemenuhan belanja modal, retrofit, dan pengadaan  set KRL.
&quot;Untuk PMN Hutama Karya sebesar Rp1 triliun digunakan untuk  menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas  Palembang-Betung,&quot; terangnya.
Selanjutnya, usulan PMN untuk INKA bakal digunakan untuk pembangunan  line 2 di pabrik Banyuwangi yang memproduksi kereta berbahan stainless  steel. Rionald menerangkan, suntikan modal kepada Pelni dimohonkan  sebesar Rp500 miliar untuk tambahan modal belanja bagi pembelian satu  unit kapal baru dalam rangka peremajaan armada kapal Pelni.
Terakhir, PMN sebesar Rp1 triliun untuk Bank Tanah akan digunakan  untuk pemenuhan Bank Tanah sesuai pada amanat Peraturan Pemerintah  64/2021 tentang Badan Bank Tanah pasal 43 ayat 1.</content:encoded></item></channel></rss>
