<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin Masih Lebar, Ini Buktinya</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketimpangan si kaya dan si miskin alias rasio gini Indonesia pada Maret 2024 sebesar 0,379.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya"/><item><title>Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin Masih Lebar, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2024 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya-FKtHmDxaG3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketimpangan di Indonesia semakin lebar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028472/ketimpangan-si-kaya-dan-si-miskin-masih-lebar-ini-buktinya-FKtHmDxaG3.jpg</image><title>Ketimpangan di Indonesia semakin lebar (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketimpangan si kaya dan si miskin alias rasio gini Indonesia pada Maret 2024 sebesar 0,379.
Sebagai informasi, rasio gini atau gini ratio merupakan sebuah metode ataupun alat yang digunakan agar bisa mengukur tingkat ketimpangan ekonomi. ketimpangan ekonomi yang diukur dengan gini ratio ini mampu menghasilkan nilai koefisien yang berkisar dari 0 sampai 1.

BACA JUGA:
Anies: Masalah Terbesar Indonesia Adalah Ketimpangan, Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan 


Semakin kecil angkanya maka menggambarkan adanya kesetaraan yang sempurna. Namun, jika mendekati angka 1 maka kekayaan penduduk  tidak terjadi secara merata.
Dengan demikian, apabila rasio gini Indonesia berada pada angka 0,379 ini menandakan ketimpangan antara orang kaya dan miskin di dalam negeri masih lebar.

BACA JUGA:
 Beri Contoh Ketimpangan Penguasaan Tanah, Mahfud MD: Coba Lihat Bisnis Sawit


Kendati demikian, Plt. Sekretaris Utama BPS Imam Machdi mengatakan, rasio gini Indonesia saat ini sudah lebih rendah jika dibandingkan Maret 2023 yang berada di angka 0,388. Menurutnya, situasi ketimpangan juga masuk dalam tren penurunan.
&quot;Ketimpangan menurun sekitar 0,027 poin dalam sepuluh tahun terakhir,&quot; imbuhnya.
Imam bilang, penurunan ketimpangan ini sejalan dengan peningkatan pengeluaran pada kelompok 40% bawah dan 40% menengah.
Asal tahu saja, rasio gini di perkotaan adalah 0,399, atau turun  dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 0,409. Sementara di pedesaan turun  dari 0,313 ke 0,306.
&quot;Di perkotaan lebih tinggi, tetapi turun lebih cepat dari perdesaan.  Ini sejalan dengan pengeluaran kelompok 40% terbawah dan menengah,&quot;  tutup Imam.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMC80LzE4MTk1Ny81L3g5MG16ajA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ketimpangan si kaya dan si miskin alias rasio gini Indonesia pada Maret 2024 sebesar 0,379.
Sebagai informasi, rasio gini atau gini ratio merupakan sebuah metode ataupun alat yang digunakan agar bisa mengukur tingkat ketimpangan ekonomi. ketimpangan ekonomi yang diukur dengan gini ratio ini mampu menghasilkan nilai koefisien yang berkisar dari 0 sampai 1.

BACA JUGA:
Anies: Masalah Terbesar Indonesia Adalah Ketimpangan, Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan 


Semakin kecil angkanya maka menggambarkan adanya kesetaraan yang sempurna. Namun, jika mendekati angka 1 maka kekayaan penduduk  tidak terjadi secara merata.
Dengan demikian, apabila rasio gini Indonesia berada pada angka 0,379 ini menandakan ketimpangan antara orang kaya dan miskin di dalam negeri masih lebar.

BACA JUGA:
 Beri Contoh Ketimpangan Penguasaan Tanah, Mahfud MD: Coba Lihat Bisnis Sawit


Kendati demikian, Plt. Sekretaris Utama BPS Imam Machdi mengatakan, rasio gini Indonesia saat ini sudah lebih rendah jika dibandingkan Maret 2023 yang berada di angka 0,388. Menurutnya, situasi ketimpangan juga masuk dalam tren penurunan.
&quot;Ketimpangan menurun sekitar 0,027 poin dalam sepuluh tahun terakhir,&quot; imbuhnya.
Imam bilang, penurunan ketimpangan ini sejalan dengan peningkatan pengeluaran pada kelompok 40% bawah dan 40% menengah.
Asal tahu saja, rasio gini di perkotaan adalah 0,399, atau turun  dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 0,409. Sementara di pedesaan turun  dari 0,313 ke 0,306.
&quot;Di perkotaan lebih tinggi, tetapi turun lebih cepat dari perdesaan.  Ini sejalan dengan pengeluaran kelompok 40% terbawah dan menengah,&quot;  tutup Imam.</content:encoded></item></channel></rss>
