<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp16.321 per USD</title><description>Nilai tukar Rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 54 poin atau 0,33% ke level Rp16.321 per dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd"/><item><title>Rupiah Sore Ini Menguat ke Rp16.321 per USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2024 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd-99FuuH4MvA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah menguat hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028512/rupiah-sore-ini-menguat-ke-rp16-321-per-usd-99FuuH4MvA.jpeg</image><title>Nilai tukar rupiah menguat hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5Ny81L3g5MHBleWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 54 poin atau 0,33% ke level Rp16.321 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.351 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah karena data  menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran inflasi pilihan The Fed, tidak berubah pada bulan lalu, dan mengikuti kenaikan 0,3% yang tidak direvisi pada bulan April, data menunjukkan. Dalam 12 bulan hingga Mei, indeks harga PCE meningkat 2,6% setelah naik 2,7% di bulan April.

BACA JUGA:
5 Fakta Rupiah Anjlok, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada


&quot;Menyusul data inflasi, dana berjangka Fed sedikit meningkatkan kemungkinan pelonggaran pada bulan September menjadi sekitar 67%, dari sekitar 65% pada akhir Kamis, menurut perhitungan LSEG. Pasar juga memperkirakan antara satu atau dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps setiap tahunnya pada tahun ini,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (1/7/2024).
Ketua Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidatonya pada hari Selasa, sedangkan risalah pertemuan The Fed bulan Juni akan dirilis pada hari Rabu. Selain itu, data nonfarm payrolls untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat.

BACA JUGA:
Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp16.375 per USD


Selain data ekonomi, pelaku pasar juga fokus pada politik AS. Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, melontarkan rentetan serangan palsu terhadap Presiden Joe Biden dalam debat kampanye pertama mereka di Atlanta, dengan dolar menguat karena Biden beberapa kali tersandung kata-katanya pada awal debat. Perdebatan tersebut meningkatkan kemungkinan Trump menjadi presiden dan penerapan tarif impor.
Selain itu, pembacaan indeks manajer pembelian pemerintah dan swasta memberikan isyarat yang berbeda terhadap perekonomian. Data pemerintah yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan sektor manufaktur Tiongkok menyusut untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Juni.
Namun sebaliknya, pembacaan PMI swasta pada hari Senin menunjukkan  sektor ini berkembang pada laju tercepat dalam tiga tahun.  Data yang  beragam ini membuat para pedagang tidak yakin mengenai bagaimana  pemulihan ekonomi di Tiongkok akan berjalan.
Dari sentimen domestik, tingkat inflasi Indonesia pada Juni 2024  mencapai 2,51% YoY. Pada juni 2024 terjadi deflasi 0,08% atau terjadi  penurunan IHK jadi 106,28 pada juni 2024.
Deflasi ini terjadi dua bulan secara berurutan. Sebagai pengingat,  tingkat inflasi Indonesia pada Mei 2024 mencapai 2,84% YoY. Nilai ini  lebih rendah dibandingkan posisi April sebesar 3%. Saat itu terjadi  deflasi 0,03% pada Mei 2024 secara bulanan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja dan sinergitas  antara Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah di dalam Tim  Pengendalian Inflasi di Tingkat Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) untuk  mengendalikan inflasi, sehingga inflasi terkendali pada sasaran 2,5 + 1%  sesuai target yang ditetapkan di tahun 2024.
Namun, Jokowi mengingatkan untuk tetap waspada dan berhati-hati  dengan memonitor secara langsung pergerakan harga pangan di lapangan  mengingat adanya risiko dampak perubahan iklim global yang berpotensi  mengganggu produksi pangan nasional dan dapat merembet kepada kenaikan  inflasi.
Sedangkan, untuk memperkuat pengendalian inflasi ke depan. Pemerintah  harus memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan  infrastruktur pengairan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim,  mengakselerasi penerapan teknologi berbasis riset dalam mendukung  digitalisasi pertanian (smart agriculture).
Kemudian,  mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk  pertanian, memutakhirkan sistem dan infrastruktur logistik yang  terintegrasi guna mendukung kelancaran distribusi dan efisiensi rantai  pasok antardaerah. Serta memperkuat sinergi dan koordinasi antar  lembaga, di tingkat pusat dan daerah, guna mendukung upaya pengendalian  inflasi.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat  di rentang Rp16.270 - Rp16.350.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5Ny81L3g5MHBleWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 54 poin atau 0,33% ke level Rp16.321 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.351 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah karena data  menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, ukuran inflasi pilihan The Fed, tidak berubah pada bulan lalu, dan mengikuti kenaikan 0,3% yang tidak direvisi pada bulan April, data menunjukkan. Dalam 12 bulan hingga Mei, indeks harga PCE meningkat 2,6% setelah naik 2,7% di bulan April.

BACA JUGA:
5 Fakta Rupiah Anjlok, Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada


&quot;Menyusul data inflasi, dana berjangka Fed sedikit meningkatkan kemungkinan pelonggaran pada bulan September menjadi sekitar 67%, dari sekitar 65% pada akhir Kamis, menurut perhitungan LSEG. Pasar juga memperkirakan antara satu atau dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps setiap tahunnya pada tahun ini,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (1/7/2024).
Ketua Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidatonya pada hari Selasa, sedangkan risalah pertemuan The Fed bulan Juni akan dirilis pada hari Rabu. Selain itu, data nonfarm payrolls untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat.

BACA JUGA:
Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp16.375 per USD


Selain data ekonomi, pelaku pasar juga fokus pada politik AS. Kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, melontarkan rentetan serangan palsu terhadap Presiden Joe Biden dalam debat kampanye pertama mereka di Atlanta, dengan dolar menguat karena Biden beberapa kali tersandung kata-katanya pada awal debat. Perdebatan tersebut meningkatkan kemungkinan Trump menjadi presiden dan penerapan tarif impor.
Selain itu, pembacaan indeks manajer pembelian pemerintah dan swasta memberikan isyarat yang berbeda terhadap perekonomian. Data pemerintah yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan sektor manufaktur Tiongkok menyusut untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Juni.
Namun sebaliknya, pembacaan PMI swasta pada hari Senin menunjukkan  sektor ini berkembang pada laju tercepat dalam tiga tahun.  Data yang  beragam ini membuat para pedagang tidak yakin mengenai bagaimana  pemulihan ekonomi di Tiongkok akan berjalan.
Dari sentimen domestik, tingkat inflasi Indonesia pada Juni 2024  mencapai 2,51% YoY. Pada juni 2024 terjadi deflasi 0,08% atau terjadi  penurunan IHK jadi 106,28 pada juni 2024.
Deflasi ini terjadi dua bulan secara berurutan. Sebagai pengingat,  tingkat inflasi Indonesia pada Mei 2024 mencapai 2,84% YoY. Nilai ini  lebih rendah dibandingkan posisi April sebesar 3%. Saat itu terjadi  deflasi 0,03% pada Mei 2024 secara bulanan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja dan sinergitas  antara Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah di dalam Tim  Pengendalian Inflasi di Tingkat Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) untuk  mengendalikan inflasi, sehingga inflasi terkendali pada sasaran 2,5 + 1%  sesuai target yang ditetapkan di tahun 2024.
Namun, Jokowi mengingatkan untuk tetap waspada dan berhati-hati  dengan memonitor secara langsung pergerakan harga pangan di lapangan  mengingat adanya risiko dampak perubahan iklim global yang berpotensi  mengganggu produksi pangan nasional dan dapat merembet kepada kenaikan  inflasi.
Sedangkan, untuk memperkuat pengendalian inflasi ke depan. Pemerintah  harus memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan  infrastruktur pengairan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim,  mengakselerasi penerapan teknologi berbasis riset dalam mendukung  digitalisasi pertanian (smart agriculture).
Kemudian,  mendorong investasi untuk meningkatkan nilai tambah produk  pertanian, memutakhirkan sistem dan infrastruktur logistik yang  terintegrasi guna mendukung kelancaran distribusi dan efisiensi rantai  pasok antardaerah. Serta memperkuat sinergi dan koordinasi antar  lembaga, di tingkat pusat dan daerah, guna mendukung upaya pengendalian  inflasi.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat  di rentang Rp16.270 - Rp16.350.</content:encoded></item></channel></rss>
