<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI</title><description>Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berambisi membangun family office di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri"/><item><title>Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2024 20:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri-j2pkmtDpTZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut mau bangun family office (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/01/320/3028591/alasan-menko-luhut-berambisi-bangun-family-office-di-ri-j2pkmtDpTZ.jpg</image><title>Luhut mau bangun family office (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berambisi membangun family office di Indonesia. Luhut menyebutkan saat ini ada 2 negara di Asia yang memiliki family office terbanyak, pertama Singapura yang memiliki 1.500 family office, kedua Hongkong memiliki sekitar 1.400 family office.
Banyak uang milik orang-orang kaya yang disimpan di family office tersebut, hal itu akhirnya berdampak pada pembangunan yang terjadi di kedua negara tersebut. Namun demikian, Luhut menilai saat ini kedua Negara tersebut, baik Singapura dan Hongkong saat ini tengah mengalami perubahan dan konflik di masing-masing negara. Hongkong mengalami peningkatan tensi Geopolitik, sedang Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi.

BACA JUGA:
Luhut Mau Bangun Family Office di Bali dan IKN, Tarik Orang Kaya ke RI


&quot;Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor,&quot; kata Luhut mengutip unggahan yang dibagikan melalui akun instagram pribadinya, Senin (1/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Ingin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%, Caranya?


Kedua situasi tersebut, baik Geopolitik dan perubahan regulasi, yang menurutnya bisa berdampak pada iklim investasi di kedua negara tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan family office yang diharapkan mampu menampung limpahan dana dari family office yang berada di Singapura dan Hongkong.
&quot;Inilah yang membuat Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk menjadi alternatif dengan membentuk Wealth Management Centre, karena kondisi pertumbuhan ekonomi kita cukup kuat, kondisi politik pun juga stabil, serta orientasi geopolitik kita yang netral,&quot; sambungnya.
Luhut menambahkan, menurut data dari The Wealth Report, populasi  individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3%  selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang  diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus  meningkat.
&quot;Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi  Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari  perhitungan terkini, ada sekitar 11,7 triliun US dollar dana kelolaan  family office di dunia,&quot; lanjutnya.
Lebih jauh, Luhut menjelaskan saat ini Presiden Joko Widodo telah  memberikan tugas untuk membuat task force untuk melakukan kajian lebih  dalam sebelum membuat family office di Indonesia.
&quot;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan  task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa  memberikan jawaban yang banyak,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berambisi membangun family office di Indonesia. Luhut menyebutkan saat ini ada 2 negara di Asia yang memiliki family office terbanyak, pertama Singapura yang memiliki 1.500 family office, kedua Hongkong memiliki sekitar 1.400 family office.
Banyak uang milik orang-orang kaya yang disimpan di family office tersebut, hal itu akhirnya berdampak pada pembangunan yang terjadi di kedua negara tersebut. Namun demikian, Luhut menilai saat ini kedua Negara tersebut, baik Singapura dan Hongkong saat ini tengah mengalami perubahan dan konflik di masing-masing negara. Hongkong mengalami peningkatan tensi Geopolitik, sedang Singapura tengah mengalami perubahan regulasi investasi.

BACA JUGA:
Luhut Mau Bangun Family Office di Bali dan IKN, Tarik Orang Kaya ke RI


&quot;Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor,&quot; kata Luhut mengutip unggahan yang dibagikan melalui akun instagram pribadinya, Senin (1/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Ingin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%, Caranya?


Kedua situasi tersebut, baik Geopolitik dan perubahan regulasi, yang menurutnya bisa berdampak pada iklim investasi di kedua negara tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan family office yang diharapkan mampu menampung limpahan dana dari family office yang berada di Singapura dan Hongkong.
&quot;Inilah yang membuat Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk menjadi alternatif dengan membentuk Wealth Management Centre, karena kondisi pertumbuhan ekonomi kita cukup kuat, kondisi politik pun juga stabil, serta orientasi geopolitik kita yang netral,&quot; sambungnya.
Luhut menambahkan, menurut data dari The Wealth Report, populasi  individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3%  selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang  diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus  meningkat.
&quot;Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi  Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari  perhitungan terkini, ada sekitar 11,7 triliun US dollar dana kelolaan  family office di dunia,&quot; lanjutnya.
Lebih jauh, Luhut menjelaskan saat ini Presiden Joko Widodo telah  memberikan tugas untuk membuat task force untuk melakukan kajian lebih  dalam sebelum membuat family office di Indonesia.
&quot;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan  task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa  memberikan jawaban yang banyak,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
