<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Mau Bangun Family Office di Bali dan IKN, Tarik Orang Kaya ke RI</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan lokasi pembangunan Family Office ada 2 opsi, pertama di Bali dan IKN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri"/><item><title>Luhut Mau Bangun Family Office di Bali dan IKN, Tarik Orang Kaya ke RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2024 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri-MSS3cDxDvU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut mau bangun family office (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/01/470/3028573/luhut-mau-bangun-family-office-di-bali-dan-ikn-tarik-orang-kaya-ke-ri-MSS3cDxDvU.jpg</image><title>Luhut mau bangun family office (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan lokasi pembangunan Family Office ada 2 opsi, pertama di Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Luhut menjelaskan, Bali masuk dalam opsi karena sebelumnya sudah terbangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sedangkan IKN ke depannya akan menjadi pusat Pemerintahan baru dan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia terutama untuk bagian timur.
&quot;Kita sudah studi betul-betul, misalnya di Bali, kan ada 2 KEK, Kura-kura bali dan Sanur, kemudian juga IKN jadi pilihan, nah ini sekarang sedang kita garap lah dengan cermat,&quot; ujar Luhut melalui unggahan di akun instagram pribadinnya, Senin (1/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Ingin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%, Caranya?

Lebih jauh, Luhut menjelaskan saat ini Presiden Joko Widodo telah memberikan tugas untuk membuat task force untuk melakukan kajian lebih dalam sebelum membuat family office di Indonesia.
&quot;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa memberikan jawaban yang banyak,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Luhut Sebut Jokowi Setuju Bentuk Family Office untuk Crazy Rich di RI, Apa Itu?


Menurutnya, pendirian family office merupakan barang baru di Indonesia. Sehingga masih perlu cukup banyak yang harus dibenahi atau dimodifikasi terutama dari aspek regulasi yang menyangkut perpajakan. Regulasi-regulasi itulah yang dianggap membuat Indonesia menjadi kurang kompetitif dalam membawa investasi asing masuk ke dalam negeri.
&quot;Memang akibatnya ini (familly office) banyak yang bagus, yaitu kita harus memperbaiki banyak sekali harmonisasi regulasi-regulasi kita yang era sekarang ini kurang kompetitif,&quot; kata Luhut.
Luhut optimis, pendirian family office di Indonesia akan mampu menarik investasi asing masuk ke dalam negeri. Hal itu karena Indonesia dianggap masih punya proyek dan berbagai program yang cukup menguntungkan bagi para pelaku usaha.
Terutama program hilirisasi yang saat ini tengah digencarkan oleh  pemerintah, mulai dari hilirisasi sektor pertambanganan dan mineral,  hilirisasi perkebunan, hilirisasi pertanian, hingga hilirisasi sektor  kelautan.
&quot;Nah ini sekarang sedang kita garap dengan cermat, tapi kita  menghindari pencucian uang, dia harus datang kemari, dia taruh duit  USD10-30 juta, terus dia harus investasi berapa juta, dan kemudian dia  juga harus memakai orang untuk bekerja di family office tadi, itu yang  kita pajaki,&quot; tukasnya.
Luhut menambahkan, Family Office sendiri merupakan salah satu upaya  untuk menarik kekayaan dari negara lain untuk pertumbuhan ekonomi  nasional. Dengan memiliki family office, bukan hanya meningkatkan  peredaran modal di dalam negeri nantinya, tetapi juga menghadirkan  potensi peningkatan PDB dan lapangan kerja dari investasi dan konsumsi  lokal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan lokasi pembangunan Family Office ada 2 opsi, pertama di Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Luhut menjelaskan, Bali masuk dalam opsi karena sebelumnya sudah terbangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sedangkan IKN ke depannya akan menjadi pusat Pemerintahan baru dan diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru bagi Indonesia terutama untuk bagian timur.
&quot;Kita sudah studi betul-betul, misalnya di Bali, kan ada 2 KEK, Kura-kura bali dan Sanur, kemudian juga IKN jadi pilihan, nah ini sekarang sedang kita garap lah dengan cermat,&quot; ujar Luhut melalui unggahan di akun instagram pribadinnya, Senin (1/7/2024).

BACA JUGA:
Luhut Ingin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%, Caranya?

Lebih jauh, Luhut menjelaskan saat ini Presiden Joko Widodo telah memberikan tugas untuk membuat task force untuk melakukan kajian lebih dalam sebelum membuat family office di Indonesia.
&quot;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa memberikan jawaban yang banyak,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Luhut Sebut Jokowi Setuju Bentuk Family Office untuk Crazy Rich di RI, Apa Itu?


Menurutnya, pendirian family office merupakan barang baru di Indonesia. Sehingga masih perlu cukup banyak yang harus dibenahi atau dimodifikasi terutama dari aspek regulasi yang menyangkut perpajakan. Regulasi-regulasi itulah yang dianggap membuat Indonesia menjadi kurang kompetitif dalam membawa investasi asing masuk ke dalam negeri.
&quot;Memang akibatnya ini (familly office) banyak yang bagus, yaitu kita harus memperbaiki banyak sekali harmonisasi regulasi-regulasi kita yang era sekarang ini kurang kompetitif,&quot; kata Luhut.
Luhut optimis, pendirian family office di Indonesia akan mampu menarik investasi asing masuk ke dalam negeri. Hal itu karena Indonesia dianggap masih punya proyek dan berbagai program yang cukup menguntungkan bagi para pelaku usaha.
Terutama program hilirisasi yang saat ini tengah digencarkan oleh  pemerintah, mulai dari hilirisasi sektor pertambanganan dan mineral,  hilirisasi perkebunan, hilirisasi pertanian, hingga hilirisasi sektor  kelautan.
&quot;Nah ini sekarang sedang kita garap dengan cermat, tapi kita  menghindari pencucian uang, dia harus datang kemari, dia taruh duit  USD10-30 juta, terus dia harus investasi berapa juta, dan kemudian dia  juga harus memakai orang untuk bekerja di family office tadi, itu yang  kita pajaki,&quot; tukasnya.
Luhut menambahkan, Family Office sendiri merupakan salah satu upaya  untuk menarik kekayaan dari negara lain untuk pertumbuhan ekonomi  nasional. Dengan memiliki family office, bukan hanya meningkatkan  peredaran modal di dalam negeri nantinya, tetapi juga menghadirkan  potensi peningkatan PDB dan lapangan kerja dari investasi dan konsumsi  lokal.</content:encoded></item></channel></rss>
