<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>80 Tahun Bretton Woods, IMF-Bank Dunia Bahas Ekonomi Dunia 30 Tahun ke Depan   </title><description>IMF dan World Bank meluncurkan program mengembangkan pandangan jangka panjang mengenai masa depan perekonomian</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan"/><item><title>80 Tahun Bretton Woods, IMF-Bank Dunia Bahas Ekonomi Dunia 30 Tahun ke Depan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Faradilla Indah Siti Aysha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan-gPdcV9E4tC.jfif" expression="full" type="image/jpeg">IMF-Bank Dunia Bahas Ekonomi Dunia Masa Depan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028802/80-tahun-bretton-woods-imf-bank-dunia-bahas-ekonomi-dunia-30-tahun-ke-depan-gPdcV9E4tC.jfif</image><title>IMF-Bank Dunia Bahas Ekonomi Dunia Masa Depan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) meluncurkan program mengembangkan pandangan jangka panjang mengenai masa depan perekonomian dunia. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan 80 tahun konferensi Bretton Woods.
President World Bank Group Ajay Banga menerangkan, Bank Dunia telah berkontribusi terhadap perekonomian dunia selama 80 tahun dan akan terus berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan.

BACA JUGA:
Kemenhub Dapat Utang Rp1,8 Triliun dari Bank Dunia, Buat Apa?

&amp;ldquo;Selama 80 tahun, Bank Dunia telah berupaya memperbaiki kehidupan dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Dunia membutuhkan Bank Dunia, dan 50 tahun ke depan akan menuntut lebih banyak dari lembaga ini dibandingkan 80 tahun sebelumnya untuk mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan,&amp;rdquo; ujar Ajay, Selasa (2/7/2024).
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyatakan, inisiatif yang diluncurkan oleh bank dunia bersama dengan pihaknya ini menjadi sebuah proses yang dapat membantu mereka untuk memahami kemungkinan di masa depan serta merancang langkah yang tepat untuk menghadapinya.

BACA JUGA:
Gelojak Ekonomi Dunia, Erick Thohir: Ada Perang Tarif China vs Amerika dan Eropa

&amp;ldquo;Dalam upaya melayani kebutuhan global yang terus berkembang dan melaksanakan tiga tugas utama kami, IMF menyadari pentingnya perspektif jangka panjang. Proses ini akan membantu kami memahami berbagai kemungkinan masa depan dan merencanakannya dengan lebih baik,&amp;rdquo; ungkap Kristalina dalam keterangan resminya, Senin (1/7/2024).Program konsultasi tersebut diisi oleh sejumlah konsultan eksternal yang terdiri atas Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Mantan Perdana Menteri C&amp;ocirc;te d'Ivoire Patrick Achi, dan Mantan Sekretaris Jenderal PBB Mark Malloch Brown.
Bersama dengan President World Bank Group Ajay Banga dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva ketiga konsultan tersebut akan memimpin sebuah diskusi global yang akan fokus mendiskusikan mengenai pembentukan perekonomian dunia 20-30 tahun mendatang, perubahan multilateralisme, dan bagaimana bank dunia bisa mendukung perekonomian dunia dengan lebih baik.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) meluncurkan program mengembangkan pandangan jangka panjang mengenai masa depan perekonomian dunia. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan 80 tahun konferensi Bretton Woods.
President World Bank Group Ajay Banga menerangkan, Bank Dunia telah berkontribusi terhadap perekonomian dunia selama 80 tahun dan akan terus berkomitmen untuk mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan.

BACA JUGA:
Kemenhub Dapat Utang Rp1,8 Triliun dari Bank Dunia, Buat Apa?

&amp;ldquo;Selama 80 tahun, Bank Dunia telah berupaya memperbaiki kehidupan dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Dunia membutuhkan Bank Dunia, dan 50 tahun ke depan akan menuntut lebih banyak dari lembaga ini dibandingkan 80 tahun sebelumnya untuk mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan,&amp;rdquo; ujar Ajay, Selasa (2/7/2024).
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyatakan, inisiatif yang diluncurkan oleh bank dunia bersama dengan pihaknya ini menjadi sebuah proses yang dapat membantu mereka untuk memahami kemungkinan di masa depan serta merancang langkah yang tepat untuk menghadapinya.

BACA JUGA:
Gelojak Ekonomi Dunia, Erick Thohir: Ada Perang Tarif China vs Amerika dan Eropa

&amp;ldquo;Dalam upaya melayani kebutuhan global yang terus berkembang dan melaksanakan tiga tugas utama kami, IMF menyadari pentingnya perspektif jangka panjang. Proses ini akan membantu kami memahami berbagai kemungkinan masa depan dan merencanakannya dengan lebih baik,&amp;rdquo; ungkap Kristalina dalam keterangan resminya, Senin (1/7/2024).Program konsultasi tersebut diisi oleh sejumlah konsultan eksternal yang terdiri atas Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Mantan Perdana Menteri C&amp;ocirc;te d'Ivoire Patrick Achi, dan Mantan Sekretaris Jenderal PBB Mark Malloch Brown.
Bersama dengan President World Bank Group Ajay Banga dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva ketiga konsultan tersebut akan memimpin sebuah diskusi global yang akan fokus mendiskusikan mengenai pembentukan perekonomian dunia 20-30 tahun mendatang, perubahan multilateralisme, dan bagaimana bank dunia bisa mendukung perekonomian dunia dengan lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
