<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Obat di Indonesia 500% Lebih Mahal dari Malaysia, Ini Penyebabnya!</title><description>Budi Gunadi Sadikin mengakui harga obat di Indonesia bisa tiga hingga lima kali lebih mahal dari Malaysia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Obat di Indonesia 500% Lebih Mahal dari Malaysia, Ini Penyebabnya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya-pHYDnCNys2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Obat di Indonesia 500% Lebih Mahal dibanding Malaysia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028840/harga-obat-di-indonesia-500-lebih-mahal-dari-malaysia-ini-penyebabnya-pHYDnCNys2.jpg</image><title>Harga Obat di Indonesia 500% Lebih Mahal dibanding Malaysia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui harga obat di Indonesia bisa tiga hingga lima kali lebih mahal dari Malaysia. Hal ini disebabkan salah satunya karena inefisiensi perdagangan.
&quot;Tadi disampaikan bahwa perbedaan harga obat itu tiga kali, lima kali dibandingkan dengan di Malaysia misalnya. 300% kan, 500%,&quot; kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Antara, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
Harga Obat-obatan RI Dinilai Belum Terjangkau, Apa Penyebabnya?

Menkes mengatakan, mahalnya harga obat di Indonesia, tidak serta merta disebabkan oleh pajak, melainkan ada inefisiensi perdagangan.
&quot;Pajak kan gampangnya paling berapa, pajak kan 20 persen, 30 persen, nggak mungkin, bagaimana menjelaskan bedanya 300 persen, 500 persen. Sesudah kita lihat ada itu tadi, inefisiensi dalam perdagangannya, jual belinya, banyaklah masalah tata kelola, pembeliannya,&quot; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

BACA JUGA:
Menkes Budi Gunadi Tinjau Operasi Jantung Anak di RSUP Haji Adam Malik Medan

Oleh karena itu, lanjut Menkes, perlu ada tata kelola lebih transparan untuk mencari kombinasi yang semurah mungkin bagi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan.Menkes Budi Gunadi Sadikin juga akan berbicara dengan produsen alat kesehatan dalam negeri serta asosiasi farmasi untuk mencari solusi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui harga obat di Indonesia bisa tiga hingga lima kali lebih mahal dari Malaysia. Hal ini disebabkan salah satunya karena inefisiensi perdagangan.
&quot;Tadi disampaikan bahwa perbedaan harga obat itu tiga kali, lima kali dibandingkan dengan di Malaysia misalnya. 300% kan, 500%,&quot; kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Antara, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

BACA JUGA:
Harga Obat-obatan RI Dinilai Belum Terjangkau, Apa Penyebabnya?

Menkes mengatakan, mahalnya harga obat di Indonesia, tidak serta merta disebabkan oleh pajak, melainkan ada inefisiensi perdagangan.
&quot;Pajak kan gampangnya paling berapa, pajak kan 20 persen, 30 persen, nggak mungkin, bagaimana menjelaskan bedanya 300 persen, 500 persen. Sesudah kita lihat ada itu tadi, inefisiensi dalam perdagangannya, jual belinya, banyaklah masalah tata kelola, pembeliannya,&quot; ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

BACA JUGA:
Menkes Budi Gunadi Tinjau Operasi Jantung Anak di RSUP Haji Adam Malik Medan

Oleh karena itu, lanjut Menkes, perlu ada tata kelola lebih transparan untuk mencari kombinasi yang semurah mungkin bagi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan.Menkes Budi Gunadi Sadikin juga akan berbicara dengan produsen alat kesehatan dalam negeri serta asosiasi farmasi untuk mencari solusi.</content:encoded></item></channel></rss>
