<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Hari Ini Melemah Lagi ke Level Rp16.396/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd"/><item><title>Rupiah Hari Ini Melemah Lagi ke Level Rp16.396/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd</guid><pubDate>Selasa 02 Juli 2024 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd-Q1HXA8TtzD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028941/rupiah-hari-ini-melemah-lagi-ke-level-rp16-396-usd-Q1HXA8TtzD.jpg</image><title>Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5Ny81L3g5MHBleWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah hari ini ditutup melemah 75 poin atau 0,46% ke level Rp16.396 setelah sebelumnya di Rp16.321 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS  stabil terhadap mata uang lainnya, setelah pulih dari penurunan baru-baru ini pada hari Senin, dengan lebih banyak isyarat mengenai suku bunga Fed dan AS yang akan dirilis minggu ini.
Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara pada konferensi Bank Sentral Eropa pada hari Selasa, sedangkan risalah pertemuan The Fed bulan Juni akan dirilis pada hari Rabu.

&quot;Data utama nonfarm payrolls untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat, dan diperkirakan akan memberikan lebih banyak wawasan mengenai pasar tenaga kerja, yang juga merupakan pertimbangan utama bagi The Fed dalam memangkas suku bunga,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (2/7/2024).
Sebelumnya, dolar AS mengalami pelemahan minggu lalu karena para pedagang menaikkan taruhan mereka pada penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September. Namun sejumlah pejabat Fed menyatakan bahwa bank sentral memerlukan lebih banyak kepercayaan diri dalam mengendalikan inflasi sebelum memangkas suku bunga.

Selain itu, para menteri Jepang mengatakan mereka tetap waspada terhadap pergerakan pasar mata uang, meskipun pasangan USDJPY diperdagangkan dengan nyaman di atas level 160 yen yang terakhir kali mendorong intervensi pada bulan Mei. Para pedagang berspekulasi bahwa pemerintah mungkin menunggu volume pasar yang rendah selama libur hari kemerdekaan tanggal 4 Juli untuk melakukan intervensi.
Data indeks manajer pembelian yang beragam dari Tiongkok memberikan isyarat berbeda mengenai pemulihan ekonomi di negara tersebut. Sidang Pleno Ketiga Partai Komunis Tiongkok &amp;ndash; sebuah pertemuan para pejabat tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli, kini akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai Tiongkok.
Dari sentimen domestik, dampak penurunan kinerja Purchasing Manager's  Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun ke level 50,7 pada Juni  2024, turun dari angka 52,1 pada bulan sebelumnya. Meski alami  perlambatan ekspansi, industri manufaktur nasional masih menunjukkan  kondisi ekspansif yang mampu dipertahankan selama 34 bulan  berturut-turut hingga Juni 2024.
Pemerintah mengapresiasi upaya pelaku industri yang terus  mempertahankan optimisme dan produktivitas di tengah kondisi ekonomi  global yang penuh ketidakpastian. Bahkan sektor industri saat ini sudah  masuk ke kondisi alarming. Para pelaku industri menurun optimismenya  terhadap perkembangan bisnis mendatang.
Sejalan dengan laporan S&amp;amp;P Global, manufaktur nasional kehilangan  momentum pada Juni 2024 lantaran kenaikan output, permintaan baru, dan  penjualan yang melambat, sehingga level PMI manufaktur Indonesia bulan  lalu mengalami penurunan mendalam.
Kondisi tersebut memengaruhi kepercayaan diri industri terhadap  kondisi output 12 bulan mendatang yang belum bergerak dari posisi  terendah dalam 4 tahun pada Mei lalu, sekaligus salah satu yang terendah  dalam rekor. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya pesanan dari luar  negeri yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, restriksi perdagangan, juga  regulasi yang kurang mendukung.
Adapun, regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan  No 8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang merelaksasi impor  barang-barang dari luar negeri sejenis dengan produk yang diproduksi di  dalam negeri. Aturan relaksasi impor dalam beleid tersebut menyebabkan  turunnya optimisme para pelaku industri, yang berpengaruh pada penurunan  PMI.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah  di rentang Rp16.380 - Rp16.470.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yMS8xLzE4MTk5Ny81L3g5MHBleWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah hari ini ditutup melemah 75 poin atau 0,46% ke level Rp16.396 setelah sebelumnya di Rp16.321 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS  stabil terhadap mata uang lainnya, setelah pulih dari penurunan baru-baru ini pada hari Senin, dengan lebih banyak isyarat mengenai suku bunga Fed dan AS yang akan dirilis minggu ini.
Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara pada konferensi Bank Sentral Eropa pada hari Selasa, sedangkan risalah pertemuan The Fed bulan Juni akan dirilis pada hari Rabu.

&quot;Data utama nonfarm payrolls untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat, dan diperkirakan akan memberikan lebih banyak wawasan mengenai pasar tenaga kerja, yang juga merupakan pertimbangan utama bagi The Fed dalam memangkas suku bunga,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (2/7/2024).
Sebelumnya, dolar AS mengalami pelemahan minggu lalu karena para pedagang menaikkan taruhan mereka pada penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September. Namun sejumlah pejabat Fed menyatakan bahwa bank sentral memerlukan lebih banyak kepercayaan diri dalam mengendalikan inflasi sebelum memangkas suku bunga.

Selain itu, para menteri Jepang mengatakan mereka tetap waspada terhadap pergerakan pasar mata uang, meskipun pasangan USDJPY diperdagangkan dengan nyaman di atas level 160 yen yang terakhir kali mendorong intervensi pada bulan Mei. Para pedagang berspekulasi bahwa pemerintah mungkin menunggu volume pasar yang rendah selama libur hari kemerdekaan tanggal 4 Juli untuk melakukan intervensi.
Data indeks manajer pembelian yang beragam dari Tiongkok memberikan isyarat berbeda mengenai pemulihan ekonomi di negara tersebut. Sidang Pleno Ketiga Partai Komunis Tiongkok &amp;ndash; sebuah pertemuan para pejabat tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli, kini akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai Tiongkok.
Dari sentimen domestik, dampak penurunan kinerja Purchasing Manager's  Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun ke level 50,7 pada Juni  2024, turun dari angka 52,1 pada bulan sebelumnya. Meski alami  perlambatan ekspansi, industri manufaktur nasional masih menunjukkan  kondisi ekspansif yang mampu dipertahankan selama 34 bulan  berturut-turut hingga Juni 2024.
Pemerintah mengapresiasi upaya pelaku industri yang terus  mempertahankan optimisme dan produktivitas di tengah kondisi ekonomi  global yang penuh ketidakpastian. Bahkan sektor industri saat ini sudah  masuk ke kondisi alarming. Para pelaku industri menurun optimismenya  terhadap perkembangan bisnis mendatang.
Sejalan dengan laporan S&amp;amp;P Global, manufaktur nasional kehilangan  momentum pada Juni 2024 lantaran kenaikan output, permintaan baru, dan  penjualan yang melambat, sehingga level PMI manufaktur Indonesia bulan  lalu mengalami penurunan mendalam.
Kondisi tersebut memengaruhi kepercayaan diri industri terhadap  kondisi output 12 bulan mendatang yang belum bergerak dari posisi  terendah dalam 4 tahun pada Mei lalu, sekaligus salah satu yang terendah  dalam rekor. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya pesanan dari luar  negeri yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, restriksi perdagangan, juga  regulasi yang kurang mendukung.
Adapun, regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan  No 8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang merelaksasi impor  barang-barang dari luar negeri sejenis dengan produk yang diproduksi di  dalam negeri. Aturan relaksasi impor dalam beleid tersebut menyebabkan  turunnya optimisme para pelaku industri, yang berpengaruh pada penurunan  PMI.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan  berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah  di rentang Rp16.380 - Rp16.470.</content:encoded></item></channel></rss>
