<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Ingin Bangun Family Office di RI, Ini Alasannya</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan memiliki ambisi untuk mendirikan family office di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya"/><item><title>Luhut Ingin Bangun Family Office di RI, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 03:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nekha Fatimah Nursadiyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya-Sqvp7sTtrM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal Family Office (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/02/320/3028899/luhut-ingin-bangun-family-office-di-ri-ini-alasannya-Sqvp7sTtrM.jpg</image><title>Menko Luhut Binsar Pandjaitan soal Family Office (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memiliki ambisi untuk mendirikan family office di Indonesia.
Luhut menyatakan terdapat dua negara di Asia yang memiliki jumlah family office terbanyak, yaitu Singapura dengan 1.500 family office dan Hong Kong dengan sekitar 1.400 family office.

BACA JUGA:
Luhut Targetkan Banyak Lapangan Kerja Lewat Family Office

Kekayaan orang-orang kaya banyak dikelola oleh family office di kedua negara tersebut, yang berkontribusi terhadap pembangunan di sana.
Namun, Luhut mengamati bahwa baik Singapura maupun Hong Kong saat ini menghadapi perubahan dan konflik di negara masing-masing. Hong Kong mengalami peningkatan ketegangan geopolitik, sementara Singapura sedang menjalani perubahan regulasi investasi.

BACA JUGA:
Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI

&quot;Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor,&quot; ujar Luhut.Menurut Luhut, kedua kondisi tersebut, baik ketegangan geopolitik maupun perubahan regulasi dapat mempengaruhi iklim investasi di kedua negara tersebut. Maka dari itu, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan family office yang diharapkan dapat menyerap dana dari family office di Singapura dan Hong Kong.
&quot;Inilah yang membuat Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk menjadi alternatif dengan membentuk Wealth Management Centre, karena kondisi pertumbuhan ekonomi kita cukup kuat, kondisi politik pun juga stabil, serta orientasi geopolitik kita yang netral,&quot; tutur Luhut.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan dari The Wealth Report, jumlah individu sangat kaya di Asia diperkirakan akan meningkat sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Selain itu, diharapkan jumlah aset keuangan global yang diinvestasikan di luar negara asal juga akan terus bertambah.
&quot;Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari perhitungan terkini, ada sekitar 11,7 triliun US dollar dana kelolaan family office di dunia,&quot; sambungnya.
Luhut juga mengungkapkan saat ini Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan pembentukan task force untuk melakukan analisis lebih mendalam sebelum mengimplementasikan konsep family office di Indonesia.
&amp;ldquo;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa memberikan jawaban yang banyak,&quot; imbuh Luhut.
Baca selengkapnya: Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8yNy8xLzE4MjIwMi81L3g5MTBzdGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memiliki ambisi untuk mendirikan family office di Indonesia.
Luhut menyatakan terdapat dua negara di Asia yang memiliki jumlah family office terbanyak, yaitu Singapura dengan 1.500 family office dan Hong Kong dengan sekitar 1.400 family office.

BACA JUGA:
Luhut Targetkan Banyak Lapangan Kerja Lewat Family Office

Kekayaan orang-orang kaya banyak dikelola oleh family office di kedua negara tersebut, yang berkontribusi terhadap pembangunan di sana.
Namun, Luhut mengamati bahwa baik Singapura maupun Hong Kong saat ini menghadapi perubahan dan konflik di negara masing-masing. Hong Kong mengalami peningkatan ketegangan geopolitik, sementara Singapura sedang menjalani perubahan regulasi investasi.

BACA JUGA:
Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI

&quot;Namun akhir-akhir ini, peningkatan kondisi geopolitik di Hongkong, serta perubahan regulasi investasi di Singapura meningkatkan risiko dan ketidakpastian investor,&quot; ujar Luhut.Menurut Luhut, kedua kondisi tersebut, baik ketegangan geopolitik maupun perubahan regulasi dapat mempengaruhi iklim investasi di kedua negara tersebut. Maka dari itu, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan family office yang diharapkan dapat menyerap dana dari family office di Singapura dan Hong Kong.
&quot;Inilah yang membuat Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk menjadi alternatif dengan membentuk Wealth Management Centre, karena kondisi pertumbuhan ekonomi kita cukup kuat, kondisi politik pun juga stabil, serta orientasi geopolitik kita yang netral,&quot; tutur Luhut.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan dari The Wealth Report, jumlah individu sangat kaya di Asia diperkirakan akan meningkat sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Selain itu, diharapkan jumlah aset keuangan global yang diinvestasikan di luar negara asal juga akan terus bertambah.
&quot;Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari perhitungan terkini, ada sekitar 11,7 triliun US dollar dana kelolaan family office di dunia,&quot; sambungnya.
Luhut juga mengungkapkan saat ini Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan pembentukan task force untuk melakukan analisis lebih mendalam sebelum mengimplementasikan konsep family office di Indonesia.
&amp;ldquo;Tadi Presiden sudah memberikan arahan, saya diminta untuk menyiapkan task force ini dalam 1 bulan ke depan, mudah-mudahan kita sudah bisa memberikan jawaban yang banyak,&quot; imbuh Luhut.
Baca selengkapnya: Alasan Menko Luhut Berambisi Bangun Family Office di RI</content:encoded></item></channel></rss>
