<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Sebut RI Siap Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik di Dunia</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia siap menjadi pemain utama kendaraan listrik di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia"/><item><title>Luhut Sebut RI Siap Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia-GItiXRRfkS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI siap menjadi pemain utama kendaraan listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029345/luhut-sebut-ri-siap-jadi-pemain-utama-kendaraan-listrik-di-dunia-GItiXRRfkS.jpg</image><title>RI siap menjadi pemain utama kendaraan listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia siap menjadi pemain utama kendaraan listrik di dunia. Hal ini diungkapkan Luhut saat meresmikan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik di Karawang, Jawa Barat, hari ini, Selasa (3/7/2024).
Luhut mengungkapkan hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan global untuk kendaraan listrik, di mana baterai litium merupakan inti dari transformasi.

BACA JUGA:
Resmikan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik, Jokowi: Kita Jadi Pemain Global!


&quot;Melalui pemanfaatan sumber daya alam kita yang kaya serta berinvestasi dalam teknologi mutakhir, Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam rantai pasokan global untuk kendaraan listrik, dari hulu sampai hilir, dengan ekosistem yang terintegrasi dan melibatkan para pemangku kepentingan internasional. Langkah strategis ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian kita, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong inovasi dan pengembangan keterampilan di antara tenaga kerja kita,&quot; jelas Luhut dalam sambutannya.
Luhut menambahkan, peresmian pabrik ini adalah sebuah visi yang menjadi kenyataan, sebagai bukti komitmen Indonesia terhadap inovasi, pengelolaan lingkungan, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:
Proyek Sonic Bay Ditinggal 2 Investor, Begini Nasib Smelter Baterai Kendaraan Listrik


&quot;Hari ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan dan kemajuan teknologi dengan meresmikan ekosistem baterai litium dan kendaraan listrik di Indonesia,&quot; imbuhnya.
Diungkapkannya, Indonesia juga memiliki target 600 ribu kapasitas  produksi Battery Electric Vehicle (BEV) di tahun 2030, sehingga produksi  Kona Electric 50 ribu unit per tahun ini akan menambah kapasitas  produksi Indonesia secara signifikan. Produksi ini diperkirakan dapat  mengurangi emisi CO2 sekitar 160 ribu ton per tahun, mengurangi impor  BBM 45 juta liter per tahun, serta penghematan subsidi BBM mencapai 131  miliar rupiah per tahun, dan akan bertambah seiring jumlah kendaraan  yang beredar.
Selain itu, dengan penggunaan baterai LG produksi dalam negeri pada  Kona Electric, nilai TKDN KBLBB yang awalnya 40% bisa naik jauh lebih  tinggi, mendekati 80%. Hal ini merupakan langkah awal untuk mendorong  peningkatan nilai tambah dari industri dalam negeri.
&quot;Pembentukan ekosistem baterai litium dan industri kendaraan listrik  ini tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan ini,  tetapi juga menggarisbawahi dedikasi kita untuk mengurangi emisi karbon,  meningkatkan kualitas udara, dan meningkatkan kualitas hidup warga  negara kita,&quot; pungkas Luhut.
Sebagai informasi, Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik ini  dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea,  Duta Besar Korea untuk Indonesia, Executive Chair Hyundai Motor Group,  Executive President LG Energy Solution, Menteri BUMN, Menteri Investasi,  Pejabat Gubernur Jawa Barat, Kepala Kantor Staf Presiden, dan para  pejabat lainnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8xOS80LzE4MDg0OS81L3g4eXBpY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia siap menjadi pemain utama kendaraan listrik di dunia. Hal ini diungkapkan Luhut saat meresmikan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik di Karawang, Jawa Barat, hari ini, Selasa (3/7/2024).
Luhut mengungkapkan hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan global untuk kendaraan listrik, di mana baterai litium merupakan inti dari transformasi.

BACA JUGA:
Resmikan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik, Jokowi: Kita Jadi Pemain Global!


&quot;Melalui pemanfaatan sumber daya alam kita yang kaya serta berinvestasi dalam teknologi mutakhir, Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam rantai pasokan global untuk kendaraan listrik, dari hulu sampai hilir, dengan ekosistem yang terintegrasi dan melibatkan para pemangku kepentingan internasional. Langkah strategis ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian kita, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja, mendorong inovasi dan pengembangan keterampilan di antara tenaga kerja kita,&quot; jelas Luhut dalam sambutannya.
Luhut menambahkan, peresmian pabrik ini adalah sebuah visi yang menjadi kenyataan, sebagai bukti komitmen Indonesia terhadap inovasi, pengelolaan lingkungan, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:
Proyek Sonic Bay Ditinggal 2 Investor, Begini Nasib Smelter Baterai Kendaraan Listrik


&quot;Hari ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan dan kemajuan teknologi dengan meresmikan ekosistem baterai litium dan kendaraan listrik di Indonesia,&quot; imbuhnya.
Diungkapkannya, Indonesia juga memiliki target 600 ribu kapasitas  produksi Battery Electric Vehicle (BEV) di tahun 2030, sehingga produksi  Kona Electric 50 ribu unit per tahun ini akan menambah kapasitas  produksi Indonesia secara signifikan. Produksi ini diperkirakan dapat  mengurangi emisi CO2 sekitar 160 ribu ton per tahun, mengurangi impor  BBM 45 juta liter per tahun, serta penghematan subsidi BBM mencapai 131  miliar rupiah per tahun, dan akan bertambah seiring jumlah kendaraan  yang beredar.
Selain itu, dengan penggunaan baterai LG produksi dalam negeri pada  Kona Electric, nilai TKDN KBLBB yang awalnya 40% bisa naik jauh lebih  tinggi, mendekati 80%. Hal ini merupakan langkah awal untuk mendorong  peningkatan nilai tambah dari industri dalam negeri.
&quot;Pembentukan ekosistem baterai litium dan industri kendaraan listrik  ini tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan ini,  tetapi juga menggarisbawahi dedikasi kita untuk mengurangi emisi karbon,  meningkatkan kualitas udara, dan meningkatkan kualitas hidup warga  negara kita,&quot; pungkas Luhut.
Sebagai informasi, Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik ini  dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea,  Duta Besar Korea untuk Indonesia, Executive Chair Hyundai Motor Group,  Executive President LG Energy Solution, Menteri BUMN, Menteri Investasi,  Pejabat Gubernur Jawa Barat, Kepala Kantor Staf Presiden, dan para  pejabat lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
