<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya Indonesia, Industri Tekstil di Amerika Juga Ambruk</title><description>Tak hanya di Indonesia, Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Amerika juga ambruk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk"/><item><title>Tak Hanya Indonesia, Industri Tekstil di Amerika Juga Ambruk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk-3LMBzMigiZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Tekstil di AS terpuruk (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029360/tak-hanya-indonesia-industri-tekstil-di-amerika-juga-ambruk-3LMBzMigiZ.jpg</image><title>Industri Tekstil di AS terpuruk (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Tak hanya di Indonesia, Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Amerika juga ambruk. Hal ini ditandai dengan bangkrutnya sejumlah toko tekstil di AS.
Melansir New York Post, Rabu (3/7/2024), sejumlah toko tekstil di Negeri Paman Sam terpaksa harus gulung tikar. Salah satunya adalah Bob&amp;rsquo;s Stores, toko baju yang telah eksis selama lebih dari 70 tahun.

BACA JUGA:
PHK Massal, Klaim JHT Karyawan Tekstil 12.500 Orang Senilai Rp385 Miliar


Dikabarkan toko baju tersebut akan ditutup secara permanen di semua lokasinya. Mereka akan melikuidasi inventarisnya di 21 lokasinya di Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, New York, dan Rhode Island.
Menurut Presiden Bob&amp;rsquo;s Stores, Dave Barton, raksasa ritel itu tidak mampu mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasinya. Perusahaan pun harus menawarkan diskon 30-70% menjelang penutupan toko pada 14 Juli.

BACA JUGA:
Buruh Demo di Istana Negara Hari Ini, Stop PHK Industri Tekstil!


&quot;Kami menyesal bahwa posisi keuangan kami mengharuskan likuidasi Bob&amp;rsquo;s Stores,&amp;rdquo; kata Barton.
&amp;ldquo;Bob&amp;rsquo;s telah menjadi pendukung komunitas lokal kami selama hampir 70 tahun, dan kami tahu pelanggan kami mengingat kami karena telah berada di sana pada momen-momen penting dalam hidup mereka,&quot; tambahnya.
Untuk diketahui pada tanggal 20 Juni, Barton mengajukan perlindungan  kebangkrutan Bab 11 di bawah Bob's Stores dan perusahaan sejenisnya  Eastern Mountain Sports, yang mempekerjakan 290 pekerja penuh waktu dan  481 pekerja paruh waktu.
Pada bulan Mei, perusahaan induknya, yaitu GoDigital Media Group  tiba-tiba memberhentikan 150 pekerja di fasilitas tersebut ketika  perusahaan memilih untuk beroperasi dari toko mereka yang lebih besar  dan terpelosok karena proses restrukturisasi yang &amp;ldquo;agresif&amp;rdquo;.
Barton mengklaim Bob's Stores dan Eastern Mountain Sports  menghasilkan pendapatan bersih USD131,85 juta selama tahun kalender  2023. Namun, PNC Bank menuduh mereka memiliki utang hampir USD30 juta  ditambah tambahan USD27 juta dalam bentuk sewa dan utang operasional  yang belum dibayar.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Tak hanya di Indonesia, Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Amerika juga ambruk. Hal ini ditandai dengan bangkrutnya sejumlah toko tekstil di AS.
Melansir New York Post, Rabu (3/7/2024), sejumlah toko tekstil di Negeri Paman Sam terpaksa harus gulung tikar. Salah satunya adalah Bob&amp;rsquo;s Stores, toko baju yang telah eksis selama lebih dari 70 tahun.

BACA JUGA:
PHK Massal, Klaim JHT Karyawan Tekstil 12.500 Orang Senilai Rp385 Miliar


Dikabarkan toko baju tersebut akan ditutup secara permanen di semua lokasinya. Mereka akan melikuidasi inventarisnya di 21 lokasinya di Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, New Jersey, New York, dan Rhode Island.
Menurut Presiden Bob&amp;rsquo;s Stores, Dave Barton, raksasa ritel itu tidak mampu mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasinya. Perusahaan pun harus menawarkan diskon 30-70% menjelang penutupan toko pada 14 Juli.

BACA JUGA:
Buruh Demo di Istana Negara Hari Ini, Stop PHK Industri Tekstil!


&quot;Kami menyesal bahwa posisi keuangan kami mengharuskan likuidasi Bob&amp;rsquo;s Stores,&amp;rdquo; kata Barton.
&amp;ldquo;Bob&amp;rsquo;s telah menjadi pendukung komunitas lokal kami selama hampir 70 tahun, dan kami tahu pelanggan kami mengingat kami karena telah berada di sana pada momen-momen penting dalam hidup mereka,&quot; tambahnya.
Untuk diketahui pada tanggal 20 Juni, Barton mengajukan perlindungan  kebangkrutan Bab 11 di bawah Bob's Stores dan perusahaan sejenisnya  Eastern Mountain Sports, yang mempekerjakan 290 pekerja penuh waktu dan  481 pekerja paruh waktu.
Pada bulan Mei, perusahaan induknya, yaitu GoDigital Media Group  tiba-tiba memberhentikan 150 pekerja di fasilitas tersebut ketika  perusahaan memilih untuk beroperasi dari toko mereka yang lebih besar  dan terpelosok karena proses restrukturisasi yang &amp;ldquo;agresif&amp;rdquo;.
Barton mengklaim Bob's Stores dan Eastern Mountain Sports  menghasilkan pendapatan bersih USD131,85 juta selama tahun kalender  2023. Namun, PNC Bank menuduh mereka memiliki utang hampir USD30 juta  ditambah tambahan USD27 juta dalam bentuk sewa dan utang operasional  yang belum dibayar.
</content:encoded></item></channel></rss>
