<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Produksi 600 Ribu Kendaraan Listrik, Luhut: Impor BBM Berkurang 45 Juta Liter</title><description>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pengurangan impor BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter"/><item><title>RI Produksi 600 Ribu Kendaraan Listrik, Luhut: Impor BBM Berkurang 45 Juta Liter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter-bNWlMopcir.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut targetkan pengurangan impor BBM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029421/ri-produksi-600-ribu-kendaraan-listrik-luhut-impor-bbm-berkurang-45-juta-liter-bNWlMopcir.jpg</image><title>Luhut targetkan pengurangan impor BBM (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pengurangan impor BBM. Dia menyebutkan penggunaan kendaraan listrik bakal berdampak signifikan terhadap konsumsi energi, hingga penurunan emisi.

BACA JUGA:
Luhut Sebut RI Siap Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik di Dunia


Luhut menganalogikan, produksi kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2030 dipatok sebanyak 600 ribu unit. Jika 600 ribu unit kendaraan listrik itu mengaspal di ruas-ruas jalan, maka pemerintah setidaknya telah berhemat untuk impor BBM sebanyak 45 juta liter per tahun.
Bukan hanya itu, penggunaan kendaraan listrik itu juga mampu memangkas porsi subsidi BBM sebanyak Rp131 miliar per tahun. Sehingga dengan konsumsi BBM yang turun itu, emisi Co2 yang dihasilkan dari kendaraan akan berkurang, diproyeksikan pemakaian 600 ribu kendaraan listrik mampu mengurangi 160 ribu ton Co2 per tahun.

BACA JUGA:
Luhut Ingin Bangun Family Office di RI, Ini Alasannya


&quot;Indonesia memiliki target 600 ribu kapasitas produksi BEV tahun 2030. Produksi ini diperkirakan akan mengurangi CO2 sebesar 160 ribu ton per tahun dan akan mengurangi impor BBM 45 juta liter per tahun, serta penghematan subsidi BBM mencapai Rp131 miliar,&quot; ujar Luhut dalam Peresmian Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia, Rabu (3/7/2024).
Menurutnya efisiensi tersebut akan jauh bertambah lebih besar seiring peningkatan produksi dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Lebih jauh Luhut mengungkapkan penggunaan kendaraan listrik juga  berdampak pada nilai tambah yang lebih besar untuk perekonomian negara.  Sebab, ada banyak komponen yang saat ini bahan bakunya ada di Indonesia,  seperti nikel. Semakin panjang industri pendukung di belakang, maka  akan banyak transaksi yang tentu akan dilakukan.
&quot;Selain itu dengan memproduksi baterai di dalam negeri, nilai TKDN  KBLBB yang awalnya 40% naik menjadi jauh lebih tinggi menjadi 80%, ini  langkah awal untuk mendorong peningkatan nilai tambah bagi industri  dalam negeri,&quot; kata Luhut.
&quot;Melalui pemanfaatan sumber daya alam kita yang kaya, Indonesia siap  menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global kendaraan listrik dari  hulu sampai hilir,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNC8yMy8xLzE3OTkyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pengurangan impor BBM. Dia menyebutkan penggunaan kendaraan listrik bakal berdampak signifikan terhadap konsumsi energi, hingga penurunan emisi.

BACA JUGA:
Luhut Sebut RI Siap Jadi Pemain Utama Kendaraan Listrik di Dunia


Luhut menganalogikan, produksi kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2030 dipatok sebanyak 600 ribu unit. Jika 600 ribu unit kendaraan listrik itu mengaspal di ruas-ruas jalan, maka pemerintah setidaknya telah berhemat untuk impor BBM sebanyak 45 juta liter per tahun.
Bukan hanya itu, penggunaan kendaraan listrik itu juga mampu memangkas porsi subsidi BBM sebanyak Rp131 miliar per tahun. Sehingga dengan konsumsi BBM yang turun itu, emisi Co2 yang dihasilkan dari kendaraan akan berkurang, diproyeksikan pemakaian 600 ribu kendaraan listrik mampu mengurangi 160 ribu ton Co2 per tahun.

BACA JUGA:
Luhut Ingin Bangun Family Office di RI, Ini Alasannya


&quot;Indonesia memiliki target 600 ribu kapasitas produksi BEV tahun 2030. Produksi ini diperkirakan akan mengurangi CO2 sebesar 160 ribu ton per tahun dan akan mengurangi impor BBM 45 juta liter per tahun, serta penghematan subsidi BBM mencapai Rp131 miliar,&quot; ujar Luhut dalam Peresmian Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia, Rabu (3/7/2024).
Menurutnya efisiensi tersebut akan jauh bertambah lebih besar seiring peningkatan produksi dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Lebih jauh Luhut mengungkapkan penggunaan kendaraan listrik juga  berdampak pada nilai tambah yang lebih besar untuk perekonomian negara.  Sebab, ada banyak komponen yang saat ini bahan bakunya ada di Indonesia,  seperti nikel. Semakin panjang industri pendukung di belakang, maka  akan banyak transaksi yang tentu akan dilakukan.
&quot;Selain itu dengan memproduksi baterai di dalam negeri, nilai TKDN  KBLBB yang awalnya 40% naik menjadi jauh lebih tinggi menjadi 80%, ini  langkah awal untuk mendorong peningkatan nilai tambah bagi industri  dalam negeri,&quot; kata Luhut.
&quot;Melalui pemanfaatan sumber daya alam kita yang kaya, Indonesia siap  menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global kendaraan listrik dari  hulu sampai hilir,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
