<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>25% Rakyat Indonesia Pakai Rokok Elektrik</title><description>25% masyarakat di Indonesia pernah menggunakan vape.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik"/><item><title>25% Rakyat Indonesia Pakai Rokok Elektrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jihaan Haniifah Yarra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik-4zaOaTrnf8.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna rokok elektrik di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/320/3029510/25-rakyat-indonesia-pakai-rokok-elektrik-4zaOaTrnf8.jfif</image><title>Pengguna rokok elektrik di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMwOS81L3g4emcybnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengguna vape (rokok elektrik) di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3% dan sebanyak 25% masyarakat di Indonesia pernah menggunakan vape.
Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Wiratna Eko Indra Putra memaparkan mengenai profil vaper di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber bahwa menurut data SKI 2023, pengguna vape di Indonesia pada saat ini mengalami peningkatan sebesar 3% dari yang semula sebesar 0,3% di tahun 2011.

BACA JUGA:
70 Juta Orang RI Perokok Aktif, Dibutuhkan Sinergi Tekan Bahaya Penggunaan Tembakau


Berdasarkan riset Statista Consumer Insights menyatakan bahwa 25% masyarakat di Indonesia pernah menggunakan vape.
&amp;ldquo;Jadi ada yang masih menggunakan, ada yang mencoba-coba, ada yang memang mulai dari rokok konvensional beralih ke vape kemudian berhenti keduanya,&amp;rdquo; ujar  Wiratna Eko Indra Putra dalam Asia Pacific Harm Reduction Forum 2024, Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
Inflasi 1,07% di Semester I-2024, Emas dan Rokok Jadi Penyumbang Terbesar


Kemudian, Wiratna Eko Indra Putra juga menyampaikan bahwa sebagian besar vaper di Indonesia berada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan kota-kota lainnya.
Wiratna Eko Indra Putra memaparkan bahwa berbagai faktor yang menjadi penyebab perokok beralih ke vape antara lain adalah aroma yang wangi, rasa yang lebih ringan dari rokok, dan variasi rasa.
Selain itu, Wiratna Eko Indra Putra juga memaparkan mengenai apa saja hambatan konsumen vape di Indonesia yang antara lain.
Kurangnya edukasi untuk konsumen menyebabkan penyalahgunaan dan  perilaku tidak bertanggung jawab dalam menggunakan produk yang tidak  sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu, diperlukan akses untuk  informasi yang akurat dan faktual bagi konsumen.
&amp;ldquo;Ini benar-benar hambatan yang sangat berat menurut kami, karena  edukasi terhadap konsumen ini sangat jarang dilakukan,&amp;rdquo; ujar Wiratna Eko  Indra Putra
&amp;ldquo;Untuk edukasi yang berskala besar itu sangat jarang untuk saat ini.  Kebanyakan kita mengadakannya di acara-acara fanmeet,  atau di  forum-forum khusus. Jarang acara-acara besar yang memang mengkhususkan  untuk mengedukasi konsumen atau orang yang ingin beralih dari rokok  konvensional kepada vape,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selanjutnya adalah hambatan untuk menjadikan produk tembakau  alternatif seperti vape sebagai opsi bagi perokok dewasa untuk beralih  melalui dukungan kebijakan dan program dari perintah.
&amp;ldquo;Singkatnya adalah kami merasa belum didukung oleh pemerintah untuk ini,&amp;rdquo; kata Wiratna Eko Indra Putra.
Kemudian, Wiratna Eko Indra Putra juga memaparkan bahwa konsumen vape  masih diperlakukan sama seperti perokok dengan regulasi yang ada saat  ini dan persepsi yang menganggap vape lebih berbahaya daripada rokok.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMwOS81L3g4emcybnE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengguna vape (rokok elektrik) di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3% dan sebanyak 25% masyarakat di Indonesia pernah menggunakan vape.
Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Wiratna Eko Indra Putra memaparkan mengenai profil vaper di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber bahwa menurut data SKI 2023, pengguna vape di Indonesia pada saat ini mengalami peningkatan sebesar 3% dari yang semula sebesar 0,3% di tahun 2011.

BACA JUGA:
70 Juta Orang RI Perokok Aktif, Dibutuhkan Sinergi Tekan Bahaya Penggunaan Tembakau


Berdasarkan riset Statista Consumer Insights menyatakan bahwa 25% masyarakat di Indonesia pernah menggunakan vape.
&amp;ldquo;Jadi ada yang masih menggunakan, ada yang mencoba-coba, ada yang memang mulai dari rokok konvensional beralih ke vape kemudian berhenti keduanya,&amp;rdquo; ujar  Wiratna Eko Indra Putra dalam Asia Pacific Harm Reduction Forum 2024, Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA:
Inflasi 1,07% di Semester I-2024, Emas dan Rokok Jadi Penyumbang Terbesar


Kemudian, Wiratna Eko Indra Putra juga menyampaikan bahwa sebagian besar vaper di Indonesia berada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan kota-kota lainnya.
Wiratna Eko Indra Putra memaparkan bahwa berbagai faktor yang menjadi penyebab perokok beralih ke vape antara lain adalah aroma yang wangi, rasa yang lebih ringan dari rokok, dan variasi rasa.
Selain itu, Wiratna Eko Indra Putra juga memaparkan mengenai apa saja hambatan konsumen vape di Indonesia yang antara lain.
Kurangnya edukasi untuk konsumen menyebabkan penyalahgunaan dan  perilaku tidak bertanggung jawab dalam menggunakan produk yang tidak  sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu, diperlukan akses untuk  informasi yang akurat dan faktual bagi konsumen.
&amp;ldquo;Ini benar-benar hambatan yang sangat berat menurut kami, karena  edukasi terhadap konsumen ini sangat jarang dilakukan,&amp;rdquo; ujar Wiratna Eko  Indra Putra
&amp;ldquo;Untuk edukasi yang berskala besar itu sangat jarang untuk saat ini.  Kebanyakan kita mengadakannya di acara-acara fanmeet,  atau di  forum-forum khusus. Jarang acara-acara besar yang memang mengkhususkan  untuk mengedukasi konsumen atau orang yang ingin beralih dari rokok  konvensional kepada vape,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selanjutnya adalah hambatan untuk menjadikan produk tembakau  alternatif seperti vape sebagai opsi bagi perokok dewasa untuk beralih  melalui dukungan kebijakan dan program dari perintah.
&amp;ldquo;Singkatnya adalah kami merasa belum didukung oleh pemerintah untuk ini,&amp;rdquo; kata Wiratna Eko Indra Putra.
Kemudian, Wiratna Eko Indra Putra juga memaparkan bahwa konsumen vape  masih diperlakukan sama seperti perokok dengan regulasi yang ada saat  ini dan persepsi yang menganggap vape lebih berbahaya daripada rokok.</content:encoded></item></channel></rss>
