<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Pindah ke IKN, Permintaan Kantor di Jakarta Diprediksi Makin Lesu</title><description>Pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN diprediksi berdampak pada permintaan perkantoran di Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu"/><item><title>Ibu Kota Pindah ke IKN, Permintaan Kantor di Jakarta Diprediksi Makin Lesu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2024 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu-wahVD2swMm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemindahan ibu kota bikin perkantoran di jakarta makin sepi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/03/470/3029519/ibu-kota-pindah-ke-ikn-permintaan-kantor-di-jakarta-diprediksi-makin-lesu-wahVD2swMm.jpg</image><title>Pemindahan ibu kota bikin perkantoran di jakarta makin sepi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Mi81L3g5MGd2Nmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN diprediksi berdampak pada permintaan perkantoran di Jakarta. Pemindahan pusat pemerintahan akan membuat pasar properti sektor perkantoran di Jakarta menjadi lesu.
Head of Office Services Colliers, Bagus Adikusumo menjelaskan saat ini ekspansi ruang kantor dari lembaga-lembaga negara dan kantor pemerintahan memang sudah menyasar ke perkantoran komersil. Sehingga ketika pusat pemerintahan pindah, maka permintaan ruang kantor dari lembaga pemerintah akan berkurang.

BACA JUGA:
Bandara IKN Bakal Berstatus VVIP hingga Desember 2024


&quot;Memang akan ada sedikit pengaruh terhadap kantor di DKI Jakarta, oleh efek rencana pemindahan ibukota ke IKN,&quot; ujar Bagus dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/7/2024).
Meski demikian, menurutnya dampak pemindahan pusat pemerintahan ke IKN ini memang tidak langsung berdampak signifikan terhadap pasar properti khususnya di sektor perkantoran. Mengingat, pemindahan pusat pemerintahan akan dilakukan pemerintah secara bertahap.

BACA JUGA:
5 Fakta Proyek IKN yang Rampung Sebelum 17 Agustus


&quot;Karena kalau saat ini kita melihat permintaan perkantoran dari BUMN, lembaga Pemerintah, Kementerian, itu cukup ada. jadi efek dari berkembangnya lembaga pemerintah, dan bisnis, secara umum membantu permintaan kantor,&quot; sambungnya.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan hingga kuartal II 2024 ini memang serapan sektor perkantoran di Jakarta memang belum pulih jika dibandingkan dengan sebelum masa pandemi covid-19.
Ferry menjelaskan total ruang kantor yang masih kosong di Jakarta per  Kuartal II 2024 sebanyak 11,13 juta meter persegi (m2), tersebar di  wilayah CBD 7,38 juta m2, dan di luar wilayah CBD sebanyak 3,75 m2.
Menurutnya, lemasnya serapan ruang kantor di Jakarta ini membuat para  pengembang juga menahan untuk meluncurkan unit-unit perkantoran baru.  Sebab masih banyak ruang kantor yang saat ini masih kosong di Jakarta.
Colliers memproyeksikan, pasokan ruang kantor sendiri tidak akan  bertambah pada tahun 2024 hingga 2025 mendatang. Para pengembang akan  cenderung menjual perkantoran yang eksisting dahulu ketimbang menambah  suply baru.
&quot;Kita tidak melihat pasok baru sampai tahun depan, ini kita lihat  menjadi hal positif, tapi di sini kalau di office, ini suply yang  sedikit ini menjadi katalis untuk sektor perkantoran bisa bergerak lebih  positif,&quot; kata Ferry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8xNy8xLzE4MTg1Mi81L3g5MGd2Nmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN diprediksi berdampak pada permintaan perkantoran di Jakarta. Pemindahan pusat pemerintahan akan membuat pasar properti sektor perkantoran di Jakarta menjadi lesu.
Head of Office Services Colliers, Bagus Adikusumo menjelaskan saat ini ekspansi ruang kantor dari lembaga-lembaga negara dan kantor pemerintahan memang sudah menyasar ke perkantoran komersil. Sehingga ketika pusat pemerintahan pindah, maka permintaan ruang kantor dari lembaga pemerintah akan berkurang.

BACA JUGA:
Bandara IKN Bakal Berstatus VVIP hingga Desember 2024


&quot;Memang akan ada sedikit pengaruh terhadap kantor di DKI Jakarta, oleh efek rencana pemindahan ibukota ke IKN,&quot; ujar Bagus dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/7/2024).
Meski demikian, menurutnya dampak pemindahan pusat pemerintahan ke IKN ini memang tidak langsung berdampak signifikan terhadap pasar properti khususnya di sektor perkantoran. Mengingat, pemindahan pusat pemerintahan akan dilakukan pemerintah secara bertahap.

BACA JUGA:
5 Fakta Proyek IKN yang Rampung Sebelum 17 Agustus


&quot;Karena kalau saat ini kita melihat permintaan perkantoran dari BUMN, lembaga Pemerintah, Kementerian, itu cukup ada. jadi efek dari berkembangnya lembaga pemerintah, dan bisnis, secara umum membantu permintaan kantor,&quot; sambungnya.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan hingga kuartal II 2024 ini memang serapan sektor perkantoran di Jakarta memang belum pulih jika dibandingkan dengan sebelum masa pandemi covid-19.
Ferry menjelaskan total ruang kantor yang masih kosong di Jakarta per  Kuartal II 2024 sebanyak 11,13 juta meter persegi (m2), tersebar di  wilayah CBD 7,38 juta m2, dan di luar wilayah CBD sebanyak 3,75 m2.
Menurutnya, lemasnya serapan ruang kantor di Jakarta ini membuat para  pengembang juga menahan untuk meluncurkan unit-unit perkantoran baru.  Sebab masih banyak ruang kantor yang saat ini masih kosong di Jakarta.
Colliers memproyeksikan, pasokan ruang kantor sendiri tidak akan  bertambah pada tahun 2024 hingga 2025 mendatang. Para pengembang akan  cenderung menjual perkantoran yang eksisting dahulu ketimbang menambah  suply baru.
&quot;Kita tidak melihat pasok baru sampai tahun depan, ini kita lihat  menjadi hal positif, tapi di sini kalau di office, ini suply yang  sedikit ini menjadi katalis untuk sektor perkantoran bisa bergerak lebih  positif,&quot; kata Ferry.</content:encoded></item></channel></rss>
