<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Ungkap Rencana Pengembangan Bursa Karbon di RI</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap rencana pengembangan bursa karbon atau IDX Carbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri"/><item><title>OJK Ungkap Rencana Pengembangan Bursa Karbon di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri</guid><pubDate>Kamis 04 Juli 2024 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri-mkrrL80VH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK ungkap rencana pengembangan bursa karbon (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/04/278/3029918/ojk-ungkap-rencana-pengembangan-bursa-karbon-di-ri-mkrrL80VH2.jpg</image><title>OJK ungkap rencana pengembangan bursa karbon (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap rencana pengembangan bursa karbon atau IDX Carbon. Besarnya angka emisi karbon di Indonesia dinilai prospektif sekaligus menjadi peluang bagi pasar karbon dalam negeri.

BACA JUGA:
Menteri LHK: Indonesia Dipercaya Dunia soal Penyerapan Bersih Karbon dari Sektor Kehutanan


&amp;ldquo;Ditinjau dari sisi jumlah karbon di Indonesia, pengembangan bursa karbon ini masih bisa terus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, Djustini Septiana, dalam IDX Carbon Update, Kamis (4/7/2024).
Hingga Rabu (3/7) jumlah unit karbon yang tersedia di IDX Carbon mencapai 1,34 juta ton CO2 ekuivalen, sedangkan jumlah partisipan mencapai 67 pengguna jasa karbon, demikian menurut data di website IDX Carbon.

BACA JUGA:
Transaksi Bursa Karbon Tembus Rp36,7 Miliar


Unit karbon di IDX Carbon berbentuk Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Melalui 2 project penurunan emisi, unit SPE-GRK di Pasar Reguler terkelompok dalam Indonesia Technology Based Solution (IDTBS).
Secara year-to-date (YTD) atau sepanjang 2024 per akhir Juni 2024,  nilai perdagangan karbon di IDX Carbon mencapai Rp5,88 miliar, dengan  volume 114.486 ton CO2 ekuivalen.
Sementara sejak diluncurkan pada 26 September 2023, nilai perdagangan  karbon mencapai Rp36,7 miliar, dengan volume 608 ribu ton CO2 ekuivalen
Upaya pengembangan IDX Carbon, terang Djustini, diharapkan dapat  menarik pengguna jasa yang menawarkan sertifikat pengurangan karbon. Ini  juga berlaku bagi pembeli yang ingin mengoffset karbon yang  dikeluarkan.
&amp;ldquo;Kami berupaya untuk terus menunggu beberapa inisiasi, dan mengoptimalkan pengembangan dari pasar dalam negeri,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap rencana pengembangan bursa karbon atau IDX Carbon. Besarnya angka emisi karbon di Indonesia dinilai prospektif sekaligus menjadi peluang bagi pasar karbon dalam negeri.

BACA JUGA:
Menteri LHK: Indonesia Dipercaya Dunia soal Penyerapan Bersih Karbon dari Sektor Kehutanan


&amp;ldquo;Ditinjau dari sisi jumlah karbon di Indonesia, pengembangan bursa karbon ini masih bisa terus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, Djustini Septiana, dalam IDX Carbon Update, Kamis (4/7/2024).
Hingga Rabu (3/7) jumlah unit karbon yang tersedia di IDX Carbon mencapai 1,34 juta ton CO2 ekuivalen, sedangkan jumlah partisipan mencapai 67 pengguna jasa karbon, demikian menurut data di website IDX Carbon.

BACA JUGA:
Transaksi Bursa Karbon Tembus Rp36,7 Miliar


Unit karbon di IDX Carbon berbentuk Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Melalui 2 project penurunan emisi, unit SPE-GRK di Pasar Reguler terkelompok dalam Indonesia Technology Based Solution (IDTBS).
Secara year-to-date (YTD) atau sepanjang 2024 per akhir Juni 2024,  nilai perdagangan karbon di IDX Carbon mencapai Rp5,88 miliar, dengan  volume 114.486 ton CO2 ekuivalen.
Sementara sejak diluncurkan pada 26 September 2023, nilai perdagangan  karbon mencapai Rp36,7 miliar, dengan volume 608 ribu ton CO2 ekuivalen
Upaya pengembangan IDX Carbon, terang Djustini, diharapkan dapat  menarik pengguna jasa yang menawarkan sertifikat pengurangan karbon. Ini  juga berlaku bagi pembeli yang ingin mengoffset karbon yang  dikeluarkan.
&amp;ldquo;Kami berupaya untuk terus menunggu beberapa inisiasi, dan mengoptimalkan pengembangan dari pasar dalam negeri,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
